Metapos.id, Jakarta – Raja Charles III kembali membuka kesempatan kerja bagi masyarakat yang ingin bergabung dengan keluarga Kerajaan Inggris. Melalui Royal Household, kali ini tersedia posisi Housekeeping Manager dengan gaji mencapai £52.000 atau sekitar Rp1,2 miliar per tahun.
Lowongan tersebut dibuka untuk penempatan di Istana Buckingham sebagai bagian dari tim yang bertanggung jawab menjaga standar operasional dan pelayanan di lingkungan kerajaan. Posisi ini ditujukan bagi kandidat yang memiliki kemampuan memimpin tim serta pengalaman di bidang housekeeping atau hospitality.
Selain menawarkan gaji yang kompetitif, posisi ini juga dilengkapi berbagai fasilitas kerja yang menarik. Karyawan akan memperoleh program pelatihan, kesempatan pengembangan karier, cuti tahunan, hingga skema dana pensiun yang disediakan Royal Household.
Dalam deskripsi pekerjaannya, kandidat akan memimpin tim housekeeping untuk memastikan seluruh area istana tetap terawat dengan standar tinggi. Tugas lainnya mencakup pengelolaan operasional harian, peningkatan kualitas layanan, serta menciptakan lingkungan kerja yang profesional.
Pihak Royal Household menegaskan bahwa mereka mencari sosok pemimpin yang mampu bekerja secara kolaboratif dan memiliki perhatian tinggi terhadap detail. Kandidat juga diharapkan mampu mengambil keputusan secara efektif serta menjaga kualitas pelayanan di lingkungan kerajaan.
Fasilitas yang ditawarkan meliputi:
- Gaji hingga £52.000 per tahun (sekitar Rp1,2 miliar)
- Program pelatihan dan pengembangan karier
- Cuti tahunan
- Skema dana pensiun
- Beragam tunjangan karyawan sesuai kebijakan Royal Household
Proses rekrutmen dilakukan secara daring melalui situs resmi Royal Household. Pelamar yang memenuhi kualifikasi dapat mengirimkan lamaran sebelum batas waktu yang telah ditentukan dan mengikuti tahapan seleksi sesuai prosedur.
Lowongan ini menjadi perhatian publik karena menawarkan kesempatan langka untuk bekerja di lingkungan Kerajaan Inggris. Selain gaji yang tinggi, pengalaman menjadi bagian dari operasional Istana Buckingham juga dinilai sebagai nilai tambah yang tidak banyak dimiliki oleh profesi sejenis.







