Friday, August 14, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Pernyataan “Bukan Penyiksaan” Komnas Perempuan soal Kasus YTR Tuai Kritik, Publik Soroti Minimnya Empati

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
29 June 2026
in Nasional
Pernyataan “Bukan Penyiksaan” Komnas Perempuan soal Kasus YTR Tuai Kritik, Publik Soroti Minimnya Empati

Metapos.id, Jakarta – Penjelasan Komnas Perempuan mengenai kasus penyekapan perempuan berinisial YTR memunculkan beragam respons dari masyarakat. Lembaga tersebut menyatakan perkara itu belum dapat dikategorikan sebagai penyiksaan berdasarkan ketentuan dalam Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian publik. Sejumlah kalangan berpendapat komunikasi yang disampaikan seharusnya lebih menitikberatkan pada kondisi korban yang diduga mengalami kekerasan dan kehilangan kebebasan dalam waktu lama.

BACA JUGA

Mengenal Sejarah TMP Kalibata, Rumah Peristirahatan Ribuan Tokoh Bangsa

Trump Putus Pendanaan Medicaid dan CHIP untuk Perawatan Gender Anak

YTR yang berusia 29 tahun diduga menjadi korban penyekapan selama bertahun-tahun. Selama itu, korban disebut mengalami penganiayaan berulang hingga menderita luka serius dan gangguan pada penglihatannya.

Komnas Perempuan menjelaskan bahwa Konvensi Menentang Penyiksaan mensyaratkan adanya keterlibatan aparat atau pejabat negara. Oleh sebab itu, lembaga tersebut menilai kasus yang dialami YTR belum memenuhi unsur penyiksaan sebagaimana diatur dalam konvensi tersebut.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai penjelasan tersebut memicu polemik. Mereka berpandangan penyampaian informasi kepada publik sebaiknya diawali dengan penegasan dukungan terhadap korban, sebelum menguraikan aspek hukum yang menjadi dasar penilaian.

Berdasarkan informasi yang terungkap, kasus ini bermula setelah korban berkenalan dengan terduga pelaku melalui aplikasi kencan pada 2024. Hubungan keduanya kemudian berlanjut hingga tinggal bersama di beberapa lokasi.

Dalam proses penyelidikan, polisi menduga pelaku mengendalikan hampir seluruh aktivitas korban. Selain itu, korban disebut tidak memiliki kebebasan untuk meninggalkan tempat tinggal selama berada bersama pelaku.

Penyidik juga menduga pelaku berulang kali melakukan kekerasan fisik menggunakan berbagai benda. Akibat perbuatan tersebut, korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh.

Sementara itu, polisi menduga tindakan pelaku dipengaruhi rasa cemburu, persoalan pribadi, serta tekanan pekerjaan. Aparat kemudian menangkap pelaku setelah korban menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Kasus ini terungkap ketika tenaga kesehatan menemukan kondisi korban yang dinilai mencurigakan. Setelah itu, pihak rumah sakit segera melaporkan temuan tersebut kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Polemik yang berkembang akhirnya tidak hanya berkaitan dengan definisi penyiksaan dalam hukum internasional. Sejumlah kalangan juga menilai peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi publik yang tetap berlandaskan hukum, sekaligus menunjukkan empati dan keberpihakan terhadap korban kekerasan.

Tags: empatikomnas perempuanMetapos.idpenyekapanPerempuan
Previous Post

Penemuan Mikroba di Batu Purba 2 Miliar Tahun Bikin Ilmuwan Terkejut

Next Post

Pemulangan Haji 2026 Hampir Rampung, Kemenhaj Fokus Kawal Kloter Terakhir

Related Posts

Mengenal Sejarah TMP Kalibata, Rumah Peristirahatan Ribuan Tokoh Bangsa
Nasional

Mengenal Sejarah TMP Kalibata, Rumah Peristirahatan Ribuan Tokoh Bangsa

14 August 2026
Donald Trump
Nasional

Trump Putus Pendanaan Medicaid dan CHIP untuk Perawatan Gender Anak

13 August 2026
Prabowo Tinjau Motor Listrik Nasional, Dorong Penguatan Industri Dalam Negeri
Nasional

Prabowo Tinjau Motor Listrik Nasional, Dorong Penguatan Industri Dalam Negeri

13 August 2026
Telat Perpanjang SIM Harus Bikin Baru Digugat, MK Tak Terima Permohonan
Nasional

Telat Perpanjang SIM Harus Bikin Baru Digugat, MK Tak Terima Permohonan

13 August 2026
Cegah Anggota Dewan Joget, Sidang Tahunan MPR 2026 Hanya Putar Lagu Nasional
Nasional

Cegah Anggota Dewan Joget, Sidang Tahunan MPR 2026 Hanya Putar Lagu Nasional

13 August 2026
Prabowo Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional Hari Ini
Nasional

Prabowo Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional Hari Ini

13 August 2026
Next Post
Pemulangan Haji 2026 Hampir Rampung, Kemenhaj Fokus Kawal Kloter Terakhir

Pemulangan Haji 2026 Hampir Rampung, Kemenhaj Fokus Kawal Kloter Terakhir

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini