Friday, August 14, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Penemuan Mikroba di Batu Purba 2 Miliar Tahun Bikin Ilmuwan Terkejut

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
29 June 2026
in Tek & Oto
Resepsi Taylor Swift dan Travis Kelce Dikabarkan Hadirkan Stevie Nicks hingga Tim McGraw

Metapos.id, Jakarta – Ilmuwan menemukan mikroba hidup di dalam batu berusia sekitar 2 miliar tahun yang berasal dari Kompleks Igneus Bushveld, Afrika Selatan. Penemuan ini menjadi salah satu bukti kehidupan tertua yang pernah ditemukan di lingkungan batuan purba.  

Sampel batu diambil dari kedalaman sekitar 15 meter di bawah permukaan tanah sebelum dianalisis menggunakan berbagai metode pencitraan modern. Hasil penelitian menunjukkan adanya mikroba yang masih hidup di dalam retakan kecil yang tertutup lapisan tanah liat.  

BACA JUGA

Windows Kembali Diserang Zero-Day, ShieldBreak Bisa Buka Akses Administrator

Pengguna Gemini Melonjak, Aplikasi AI Google Kini Capai 1 Miliar per Bulan

Lapisan tanah liat tersebut berfungsi sebagai penyegel alami yang melindungi mikroorganisme dari pengaruh lingkungan luar selama miliaran tahun. Kondisi ini memungkinkan mikroba bertahan hidup dalam lingkungan yang sangat stabil dalam waktu yang sangat panjang.  

Para peneliti menggunakan mikroskop fluoresensi, mikroskop elektron, dan spektroskopi inframerah untuk memastikan mikroba tersebut benar-benar berasal dari dalam batu. Analisis DNA dan protein juga dilakukan guna memastikan sampel bukan berasal dari kontaminasi modern.  

Temuan tersebut melampaui rekor sebelumnya yang mencatat mikroba hidup di sedimen bawah laut berusia sekitar 100 juta tahun. Karena itu, penelitian ini memberikan gambaran baru mengenai kemampuan kehidupan bertahan dalam kondisi ekstrem.  

Menurut tim peneliti, kawasan Bushveld menjadi lokasi ideal karena aktivitas geologinya relatif stabil sejak terbentuk sekitar 2 miliar tahun lalu. Stabilitas tersebut memungkinkan mikroba bertahan di dalam celah batu tanpa banyak perubahan lingkungan.  

Penemuan ini juga memberi harapan baru bagi pencarian kehidupan di luar Bumi, terutama pada batuan yang berasal dari Mars. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini dinilai berpotensi diterapkan untuk memeriksa sampel batu dari planet lain.  

Selain memperluas pemahaman tentang evolusi kehidupan di Bumi, penelitian ini membuka peluang untuk mempelajari bagaimana organisme dapat bertahan dalam kondisi yang sangat ekstrem selama miliaran tahun. Hasilnya menjadi referensi penting bagi penelitian geologi, mikrobiologi, hingga eksplorasi antariksa di masa depan.  

Tags: Afrika Selatanbatu 2 miliar tahunevolusi kehidupanHeadlineMetapos.idmikroba purbapenelitian mikrobapenemuan ilmuwan
Previous Post

Resepsi Taylor Swift dan Travis Kelce Dikabarkan Hadirkan Stevie Nicks hingga Tim McGraw

Next Post

Pernyataan “Bukan Penyiksaan” Komnas Perempuan soal Kasus YTR Tuai Kritik, Publik Soroti Minimnya Empati

Related Posts

Windows
Tek & Oto

Windows Kembali Diserang Zero-Day, ShieldBreak Bisa Buka Akses Administrator

13 August 2026
Gemini
Tek & Oto

Pengguna Gemini Melonjak, Aplikasi AI Google Kini Capai 1 Miliar per Bulan

12 August 2026
Ekonomi Tak Bergairah, Smartphone Premium Tetap Jadi Incaran
Tek & Oto

Ekonomi Tak Bergairah, Smartphone Premium Tetap Jadi Incaran

12 August 2026
konstelasi satelit IRIS Uni Eropa
Tek & Oto

Uni Eropa Siapkan 348 Satelit IRIS, Peluncuran Perdana Ditargetkan 2029

10 August 2026
Galaxy Tab S12 dan S12 Ultra
Tek & Oto

Samsung Siapkan Galaxy Tab S12 Series, Ini Bocoran Spesifikasi Terbarunya

10 August 2026
Bulan Makin Jauh dari Bumi, Apa yang Akan Terjadi?
Tek & Oto

Bulan Makin Jauh dari Bumi, Apa yang Akan Terjadi?

8 August 2026
Next Post
Pernyataan “Bukan Penyiksaan” Komnas Perempuan soal Kasus YTR Tuai Kritik, Publik Soroti Minimnya Empati

Pernyataan "Bukan Penyiksaan" Komnas Perempuan soal Kasus YTR Tuai Kritik, Publik Soroti Minimnya Empati

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini