Metapos.id, Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan bahwa empat peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia ketika menjalani latihan dasar militer.
Menurut Kemhan, keempat peserta mengalami masalah kesehatan selama mengikuti rangkaian pendidikan. Menyikapi peristiwa tersebut, pemerintah langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, mengatakan evaluasi dilakukan bersama Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) SPPI. Langkah itu bertujuan meningkatkan standar keselamatan serta layanan kesehatan bagi seluruh peserta.
Selain itu, Kemhan akan memperkuat proses pemeriksaan kesehatan sejak tahap seleksi. Pemerintah juga akan mengoptimalkan deteksi dini terhadap peserta yang menunjukkan gejala gangguan kesehatan selama pendidikan.
Di sisi lain, pengawasan oleh tenaga medis akan diperketat di seluruh satuan pendidikan. Kemhan turut melakukan penelusuran terhadap peserta yang memiliki keluhan serupa agar penanganan dapat diberikan lebih cepat.
Empat peserta yang meninggal dunia adalah Muhammad Rifqi Renaldi Gunawan, Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq.
Rico menjelaskan Muhammad Rifqi mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan Yon Para Raider 465. Pada Kamis (25/6), ia sempat mengeluhkan sesak napas dan langsung memperoleh penanganan awal dari tim kesehatan.
Setelah kondisinya sempat membaik, Rifqi kembali mengikuti aktivitas pendidikan. Namun, beberapa jam kemudian kesehatannya kembali menurun sehingga tim medis segera merujuknya ke RSAU dr. Esnawan Antariksa.
Sesampainya di rumah sakit, dokter memberikan penanganan intensif, termasuk perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU). Meski demikian, Rifqi meninggal dunia pada Jumat (26/6) pukul 00.28 WIB.
Rico menambahkan bahwa Rifqi telah menjalani seluruh tahapan seleksi sebelum mengikuti pendidikan. Ia juga telah lulus pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat sebagai peserta Program SPPI.
Kemhan menegaskan evaluasi terhadap program akan terus dilakukan. Selain memperkuat sistem seleksi kesehatan, pemerintah juga akan menyempurnakan prosedur penanganan medis di seluruh satuan pendidikan guna mencegah kejadian serupa pada masa mendatang.







