Friday, September 18, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Kenapa Unta Lebih Banyak di Australia daripada Arab? Ini Sejarahnya

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
19 June 2026
in Lifestyle & Health
Meksiko Kalahkan Korea Selatan 1-0, Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Metapos.id, Jakarta – Banyak orang mengira negara-negara Timur Tengah memiliki populasi unta terbanyak di dunia. Namun, faktanya Australia justru menjadi rumah bagi populasi unta liar terbesar di dunia dengan jumlah yang diperkirakan mencapai lebih dari satu juta ekor.

Keberadaan unta di Australia bermula pada abad ke-19 ketika pemerintah kolonial mengimpor ribuan unta dari India, Afghanistan, dan wilayah Timur Tengah. Hewan tersebut digunakan sebagai alat transportasi untuk menjelajahi pedalaman Australia yang kering dan sulit diakses.

BACA JUGA

Kemenkes Catat 3 Subtipe Influenza yang Beredar di Indonesia

Review Resident Evil, Horor yang Bikin Tegang Sekaligus Tertawa

Pada masa itu, unta menjadi sarana utama untuk mengangkut logistik, peralatan, hingga material pembangunan sebelum jaringan kereta api dan jalan raya berkembang. Kemampuannya bertahan di daerah gurun membuat unta menjadi pilihan yang sangat efektif.

Seiring berkembangnya teknologi transportasi, peran unta mulai tergantikan oleh kendaraan bermotor. Banyak unta kemudian dilepas ke alam liar karena sudah tidak lagi digunakan sebagai hewan pengangkut.

Lingkungan Australia yang memiliki kawasan gurun luas dengan sedikit predator alami membuat populasi unta berkembang sangat pesat. Kondisi tersebut memungkinkan mereka berkembang biak tanpa banyak ancaman dari satwa pemangsa.

Berbeda dengan Australia, sebagian besar unta di negara-negara Arab merupakan hewan ternak yang dipelihara untuk kebutuhan transportasi, balapan, hingga produksi susu dan daging. Populasi unta di kawasan tersebut juga lebih terkontrol sehingga tidak berkembang liar seperti di Australia.

Besarnya populasi unta liar di Australia turut menimbulkan sejumlah tantangan lingkungan. Pemerintah setempat bahkan beberapa kali melakukan program pengendalian populasi karena unta dapat merusak vegetasi, pagar, infrastruktur, hingga mengganggu sumber air di wilayah pedalaman.

Meski demikian, unta tetap menjadi bagian dari sejarah eksplorasi Australia dan memiliki nilai ekonomi melalui ekspor daging maupun unta hidup ke berbagai negara. Fakta ini menjadikan Australia sebagai negara dengan populasi unta liar terbesar di dunia, meski bukan berasal dari kawasan Timur Tengah.

Tags: Arab SaudiAustraliaHeadlineMetapos.idpopulasi untasejarah unta Australiaunta Australiaunta liar
Previous Post

Lil Nas X Buka Suara soal Bipolar, Kini Jalani Pemulihan

Next Post

Combiphar dan PERSIB Gelar Friendly Match, Perkuat Sinergi Olahraga dan Kesehatan

Related Posts

Kemenkes Catat 3 Subtipe Influenza yang Beredar di Indonesia
Lifestyle & Health

Kemenkes Catat 3 Subtipe Influenza yang Beredar di Indonesia

18 September 2026
Review Resident Evil, Horor yang Bikin Tegang Sekaligus Tertawa
Lifestyle & Health

Review Resident Evil, Horor yang Bikin Tegang Sekaligus Tertawa

17 September 2026
Sulit Punya Teman? Bisa Jadi Kamu Ada di Lingkungan yang Salah
Lifestyle & Health

Sulit Punya Teman? Bisa Jadi Kamu Ada di Lingkungan yang Salah

17 September 2026
Memperingati Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026, Novo Indonesia mengajak masyarakat aktif memastikan keamanan obat dan melaporkan efek samping.
Lifestyle & Health

Novo Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Penggunaan Obat

17 September 2026
Cuma Rajin Naik Tangga, Benarkah Bisa Bikin Panjang Umur?
Lifestyle & Health

Cuma Rajin Naik Tangga, Benarkah Bisa Bikin Panjang Umur?

17 September 2026
Review Fall 2: Deadpoint, Adrenaline Rush di Atas Gunung
Lifestyle & Health

Review Fall 2: Deadpoint, Adrenaline Rush di Atas Gunung

16 September 2026
Next Post
Combiphar dan PERSIB Gelar Friendly Match, Perkuat Sinergi Olahraga dan Kesehatan

Combiphar dan PERSIB Gelar Friendly Match, Perkuat Sinergi Olahraga dan Kesehatan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini