Friday, October 30, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Industri Asuransi Diminta Jaga Kepercayaan Masyarakat

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
14 October 2022
in Ekbis
Industri Asuransi Diminta Jaga Kepercayaan Masyarakat

JAKARTA,Metapos.id – Pengamat ekonomi Aviliani mengungkapkan, saat ini perkembangan asuransi mulai berkembang ke arah yang lebih baik. Hal ini disebabkan semakin banyaknya masyarakat yang teredukasi dan tingginya angka milenial yang banyak masuk ke golongan kelas menengah.

“Menurut saya asuransi perembangannya memang sudah mulai tumbuh luar biasa dan mereka sudah memiliki literasi tentang keuangan yang sangat bagus, makanya asuransi itu tumbuh sudah lebih baik di tahun 2021 sampai saat ini,” ujarnya secara daring dalam acara Insurance Awards di Jakarta, Kamis 13 Oktober.

BACA JUGA

CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

Untuk itu, Aviliani menyarankan pada perusahaan asuransi untuk menjaga kepercayaan masyarakat karena beberapa waktu belakangan ini terdapat beberapa kasus dari perusahan asuransi yang dapat merusak citra industri asuransi. Salah satunya adalah dengan melakukan perbaikan terutama oengawasan yang harus juga dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Menurut saya harus segera diperbaiki terutama pengawasan oleh OJK sehingga ke depannya perusahaan asuransi akan semakin dipercaya masyarakat dan potensi masyarakat yang banyak ini akan terserap,” lanjutnya.

Hal kedua yang harus dilakukan oleh perusahaan asuransi adalah dengan masuk ke dalam sektor retail. Sebab jika hanya korporasi atau institusi saja yang dimasukin maka sektor retail seperti UMKM dan sebagainya akan tertinggal.

“Sebagai contoh saat ini lagi trend sepedaan. Nah sepeda itu bisa diasuransikan jadi ini yang saya rasa pengembangan produknya harus semakin banyak,” lanjutnya.

Hal ketiga yang harus dilakukan, kata Aviliani adalah dengan memperbaiki kinerja program perusahaan asuransi yang masih belum terselesaikan.

“Jika selesai semua maka industri lainya tidak akan terkena dampak karena masyarakat sekarang masih percaya pada industri asuransi,” pungkasnya.

Adapun berdasarkan catatan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), aset industri asuransi mengalami pertumbuhan 13,2 persen pada kuartal II 2022 atau mencapai Rp1.675,8 triliun.

Untuk asuransi jiwa tumbuhnya 7,9 persen (Rp559,5 triliun) dengan porsi 36 persen, sementara di asuransi umum porsinya 12 persen dan 7,2 persen tumbuhnya (Rp196,6 triliun).

Sedangkan untuk reasuransi, lanjutnya, memiliki porsi 2 persen dengan pertumbuhan aset sebanyak 13,8 persen atau mencapai Rp33,7 triliun.

Pertumbuhan juga dicatatkan oleh premi industri asuransi yang mencapai Rp266 triliun atau tumbuh tipis 2,8 persen. Kemudian secara klaim, industri asuransi pada triwulan II juga mencatatkan kenaikan sebesar 13,8 persen dengan jumlah klaim mencapai Rp186,4 triliun.

Adapun per Juni 2022, AAUI mencatat sebanyak 71 perusahaan terdaftar sebagai perusahaan asuransi umum, lalu reasuransi berjumlah 7 perusahaan, sebanyak 155 pialang asuransi dan 41 perusahaan pialang reasuransi. Sedangkan untuk agen asuransi umum baru bersertifikat, terdapat penurunan dari 6.094 di 2021 menjadi 1.829 hingga pertengahan 2022.

Tags: AAUIAsuransiMetapos.idOJK
Previous Post

Bank Muamalat Gandeng NRA Group Salurkan Pembiayaan Haji Khusus dan Umrah

Next Post

BP2P Jawa 1 Bahas Serah Terima dan Revitalisasi Rusun Polri

Related Posts

CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi
Ekbis

CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi

29 October 2026
Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia
Ekbis

BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia

28 October 2026
AstyFarm mencatat pertumbuhan nilai transaksi 52% di Tokopedia dan TikTok Shop, menjangkau 42 kota, serta memperluas lahan produksi menjadi 12 hektare.
Ekbis

AstyFarm Tembus 42 Kota, Perluas Lahan Produksi

27 October 2026
Belanda Targetkan Penghematan 3,5 Miliar Euro lewat AI
Ekbis

Konser Ye di Jakarta Dongkrak Ekonomi hingga Rp600 Miliar

27 October 2026
Next Post
BP2P Jawa 1 Bahas Serah Terima dan Revitalisasi Rusun Polri

BP2P Jawa 1 Bahas Serah Terima dan Revitalisasi Rusun Polri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini