Thursday, September 10, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Teknologi Pirolisis BRIN Sulap Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Alternatif

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
10 June 2026
in Tek & Oto
Olahraga 5 Menit yang Rutin Dilakukan Lansia Jepang untuk Tetap Bugar

Metapos.id, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi yang mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak alternatif jenis solar. Inovasi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonominya.  

BRIN menyerahkan mesin pirolisis kepada Kelompok Swadaya Mandiri Pilah Berkah di Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mesin tersebut mampu mengolah satu kilogram sampah plastik menjadi sekitar 0,8 hingga 0,9 liter solar alternatif yang disebut Petasol.  

BACA JUGA

AS Suntik USD1,9 Miliar untuk Hidupkan PLTN

Uber Siapkan Ekspansi Robotaxi ke Eropa dan Timur Tengah

Periset BRIN Heru Susanto menjelaskan bahwa teknologi yang digunakan adalah pirolisis. Metode ini memanfaatkan pemanasan pada suhu tinggi antara 250 hingga 350 derajat Celsius dengan sedikit atau tanpa oksigen untuk mengurai material plastik.  

Melalui proses tersebut, plastik akan berubah menjadi fase gas, cair, dan padat sebelum akhirnya menghasilkan bahan bakar. Waktu yang dibutuhkan untuk mengolah plastik menjadi solar diperkirakan mencapai tujuh hingga delapan jam.  

Inovasi ini berawal dari banyaknya sampah plastik residu yang sulit dijual dan hanya memiliki nilai ekonomi rendah. Sebagian besar sampah tersebut biasanya dihargai sekitar Rp100 hingga Rp200 per kilogram sehingga kurang diminati pelaku daur ulang.  

BRIN kemudian bekerja sama dengan Pertamina dan Pemerintah Kabupaten Bantul untuk mengembangkan pemanfaatan sampah plastik menjadi sumber energi alternatif. Langkah tersebut diharapkan mampu mengubah limbah yang tidak bernilai menjadi produk yang lebih bermanfaat.  

Selain menawarkan solusi lingkungan, teknologi ini juga memiliki potensi keuntungan ekonomi yang cukup besar. Biaya produksi diperkirakan hanya sekitar Rp3.000 hingga Rp4.000 per liter, sementara hasil solar dapat bernilai hingga Rp10.000 per liter.  

Meski demikian, tidak semua jenis plastik dapat diproses menggunakan teknologi pirolisis tersebut. Plastik jenis PVC tidak direkomendasikan karena mengandung klorin yang berpotensi menghasilkan asap berbahaya saat dibakar.  

Tags: BantulBRINenergi alternatifHeadlineMetapos.idPetasolpirolisissampah plastik jadi solar
Previous Post

Dua Kru Apache Amerika Berhasil Diselamatkan Usai Insiden di Selat Hormuz

Next Post

Menteri PKP Tekankan Penyaluran Huntara Warga Bantaran Rel Harus Sesuai Kriteria

Related Posts

Pemerintah AS menyalurkan pinjaman USD1,9 miliar untuk mengaktifkan kembali PLTN Duane Arnold di Iowa yang akan mendukung kebutuhan listrik data center Google.
Tek & Oto

AS Suntik USD1,9 Miliar untuk Hidupkan PLTN

9 September 2026
Uber menggandeng Pony.ai, Momenta, dan WeRide untuk mengembangkan layanan robotaxi dan memperluas teknologi kendaraan otonom ke pasar internasional.
Tek & Oto

Uber Siapkan Ekspansi Robotaxi ke Eropa dan Timur Tengah

9 September 2026
CapCut World Singapore mempertemukan lebih dari 300 kreator dan memperkenalkan inovasi AI serta fitur baru untuk mendukung proses kreatif.
Tek & Oto

CapCut World Singapore Kumpulkan 300 Kreator

8 September 2026
iPhone Ultra, harga iPhone Ultra, iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, Apple, iPhone lipat, harga iPhone
Tek & Oto

iPhone Ultra Foldable Bakal Dibanderol Rp30 Jutaan

5 September 2026
TCL C7L SQD Mini LED hadir di Indonesia dengan 1.352 Precise Dimming Zones, HDR 3.000 nits, gamut warna hingga 100% BT.2020, dan audio Bang & Olufsen.
Tek & Oto

TCL C7L Bawa 1.352 Precise Dimming Zones ke Indonesia

4 September 2026
Gedung Meta Indonesia (Foto: Ig/faqih.dh)
Tek & Oto

Eks Pegawai Meta Kritik Uang Damai Rp280 Triliun

3 September 2026
Next Post
Menteri PKP Tekankan Penyaluran Huntara Warga Bantaran Rel Harus Sesuai Kriteria

Menteri PKP Tekankan Penyaluran Huntara Warga Bantaran Rel Harus Sesuai Kriteria

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini