Thursday, July 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Dokter: Keberhasilan Berhenti Merokok Butuh Pendampingan dan Terapi yang Tepat

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
7 June 2026
in Lifestyle & Health
Masa Kritis Berhenti Merokok Terjadi di 2 Bulan Pertama, Banyak Perokok Gagal pada Fase Ini

Metapos.id, Jakarta – Banyak orang menganggap niat yang kuat sudah cukup untuk berhenti merokok. Namun, dokter menilai anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.

Ketergantungan terhadap rokok bukan sekadar kebiasaan. Kondisi ini termasuk adiksi kronis yang memengaruhi sistem saraf dan fungsi otak.

BACA JUGA

Harry Styles Mendadak Batal Tampil di Brasil akibat Kondisi Kesehatan

Di Balik Nafkah Anak Rp75 Juta, Ruben Onsu Minta Pengeluaran Dibuka Secara Transparan

Nikotin dalam rokok maupun rokok elektronik memiliki sifat adiktif. Karena itu, banyak perokok kesulitan menghentikan kebiasaan tersebut meski sudah memiliki tekad yang kuat.

Penasihat Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof. Agus Dwi Susanto, menjelaskan bahwa gejala putus nikotin menjadi tantangan utama saat seseorang berhenti merokok.

Menurutnya, nikotin dapat mencapai reseptor otak hanya dalam hitungan detik. Setelah itu, zat tersebut memicu pelepasan dopamin yang menimbulkan rasa nyaman.

Akibatnya, perokok cenderung terus mengulangi kebiasaan merokok untuk mendapatkan sensasi yang sama. Seiring waktu, tubuh juga membentuk toleransi terhadap nikotin.

Karena itu, tubuh akan bereaksi ketika seseorang menghentikan konsumsi rokok. Reaksi tersebut dikenal sebagai gejala putus nikotin atau withdrawal syndrome.

Gejalanya beragam. Mulai dari mudah marah, stres, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan tidur.

Selain itu, sebagian orang mengalami sakit kepala, nyeri otot, dan dorongan kuat untuk kembali merokok. Kondisi tersebut sering menggagalkan upaya berhenti merokok.

Prof. Agus menegaskan bahwa keberhasilan berhenti merokok membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Tidak hanya mengatasi adiksi, seseorang juga perlu memperhatikan faktor perilaku dan lingkungan.

Sementara itu, praktisi kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi membagikan pengalamannya sebagai mantan perokok.

Ia memutuskan berhenti merokok setelah melihat kondisi fisiknya menurun. Setelah itu, ia menerapkan metode penghentian total atau cold turkey.

Selain berhenti merokok, dr. Tirta rutin berolahraga untuk menjaga komitmennya. Ia menjalani latihan beban, lari, renang, dan bersepeda secara teratur.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, metode yang berhasil pada satu orang belum tentu cocok untuk orang lain.

Menurutnya, banyak perokok sebenarnya ingin berhenti. Namun, gejala putus nikotin sering membuat proses tersebut terasa berat.

Untuk membantu proses berhenti merokok, tenaga kesehatan merekomendasikan Nicotine Replacement Therapy (NRT).

Terapi ini memberikan nikotin dalam dosis yang terkontrol tanpa paparan ribuan zat berbahaya dari asap rokok.

Selain itu, NRT tersedia dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah permen karet nikotin yang dapat membantu mengurangi gejala putus nikotin.

Dokter menilai kombinasi antara komitmen pribadi dan terapi berbasis sains dapat meningkatkan peluang keberhasilan berhenti merokok.

Di sisi lain, aspek keamanan produk terapi juga perlu diperhatikan. Karena itu, masyarakat sebaiknya memilih produk yang telah memiliki izin edar resmi dari BPOM.

Pemerintah juga terus mendorong upaya pengendalian konsumsi rokok. Salah satunya melalui kampanye nasional #SehatTanpaRokok.

Kementerian Kesehatan berkolaborasi dengan Kenvue dan Guardian Indonesia dalam program tersebut. Program ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap edukasi dan terapi berhenti merokok.

Melalui kampanye itu, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh informasi dan pendampingan. Dengan demikian, peluang untuk berhenti merokok dapat meningkat.

Tags: berhenti merokokgejala putus nikotinkampanye sehat tanpa rokokKenvuekesehatan paruMetapos.idnikotinterapi nikotinVape
Previous Post

Nama Chatib Basri Mencuat di Tengah Isu Reshuffle, Istana Tegaskan Kabinet Tetap Solid

Next Post

Kilas Balik Pergantian Nama Batavia Menjadi Jakarta

Related Posts

Harry Styles Mendadak Batal Tampil di Brasil akibat Kondisi Kesehatan
Lifestyle & Health

Harry Styles Mendadak Batal Tampil di Brasil akibat Kondisi Kesehatan

23 July 2026
Di Balik Nafkah Anak Rp75 Juta, Ruben Onsu Minta Pengeluaran Dibuka Secara Transparan
Lifestyle & Health

Di Balik Nafkah Anak Rp75 Juta, Ruben Onsu Minta Pengeluaran Dibuka Secara Transparan

23 July 2026
P.O Block B Ditabrak Saat Menyeberang Jalan, Ini Kronologinya
Lifestyle & Health

P.O Block B Ditabrak Saat Menyeberang Jalan, Ini Kronologinya

23 July 2026
Keluarga Chadwick Boseman Gugat Sang Istri soal Pembagian Warisan
Lifestyle & Health

Keluarga Chadwick Boseman Gugat Sang Istri soal Pembagian Warisan

23 July 2026
Film Horor DC Clayface Punya Adegan yang Bikin Kru Tak Berani Melihat
Lifestyle & Health

Film Horor DC Clayface Punya Adegan yang Bikin Kru Tak Berani Melihat

23 July 2026
Gagal Total, Proyek 732 Kastil Mewah di Turki Kini Tak Berpenghuni
Lifestyle & Health

Jadi Favorit Warga RI, Ikan Lele Bisa Menyerap Logam Berat dari Air

23 July 2026
Next Post
Kilas Balik Pergantian Nama Batavia Menjadi Jakarta

Kilas Balik Pergantian Nama Batavia Menjadi Jakarta

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini