Saturday, September 5, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Hubungan Dagang Memanas, China Protes Kebijakan Baru AS

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
5 June 2026
in Ekbis, Internasional
Hubungan Dagang Memanas, China Protes Kebijakan Baru AS

Screenshot

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah China menyatakan penolakan keras terhadap kebijakan pembatasan perdagangan sepihak yang diterapkan Amerika Serikat. Langkah tersebut dilakukan Washington dengan alasan adanya dugaan praktik kerja paksa yang melibatkan sejumlah sektor di China.

Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Perdagangan China, He Yongqian, dalam konferensi pers rutin pada 4 Juni 2026. Tanggapan itu muncul setelah adanya wacana tarif tambahan dari AS terhadap negara yang dituding menerapkan sistem kerja paksa.

BACA JUGA

Trump Sebut AS Bisa Serang Gunung Pickaxe

Transaksi Timah di JFX Tembus Rp4 Triliun pada Agustus 2026

Menurut He Yongqian, China secara konsisten menentang berbagai bentuk pembatasan perdagangan sepihak. Beijing menilai kebijakan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dan berpotensi mengganggu hubungan ekonomi internasional.

China juga mengkritik penggunaan penyelidikan Pasal 301 atau Section 301 oleh Amerika Serikat sebagai dasar pengambilan kebijakan perdagangan. Pemerintah China menilai langkah tersebut lebih mencerminkan pendekatan proteksionisme dibandingkan kerja sama ekonomi yang sehat.

Dalam keterangannya, He menegaskan bahwa China telah berulang kali menyampaikan keberatan atas kebijakan serupa sebelumnya. Pemerintah China bahkan menyatakan telah melayangkan protes resmi terhadap berbagai pembatasan yang dianggap merugikan kepentingan negaranya.

Selain menolak kebijakan tersebut, China juga mendesak Amerika Serikat untuk mengubah pendekatan dalam menyelesaikan perbedaan ekonomi. Beijing menilai dialog dan komunikasi konstruktif menjadi jalan yang lebih efektif dibandingkan tekanan sepihak.

Kementerian Perdagangan China menekankan pentingnya kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua negara. Hubungan ekonomi yang stabil dinilai memiliki dampak besar terhadap perdagangan global dan pertumbuhan ekonomi dunia.

China berharap Amerika Serikat dapat bekerja sama untuk menjaga stabilitas hubungan bilateral di masa depan. Langkah tersebut dianggap penting guna mengurangi ketegangan dagang sekaligus menciptakan kepastian bagi pelaku usaha internasional.

Tags: Amerika SerikatChinaEkonomi globalHeadlinehubungan dagang China ASkerja paksaMetapos.idsanksi dagangtarif AS
Previous Post

Prakiraan Cuaca Indonesia 5 Juni 2026: BMKG Prediksi Hujan hingga Cuaca Berawan

Next Post

Oppo dan Vivo Kembangkan Kamera Saku 200MP untuk Kreator Konten

Related Posts

Donald Trump
Internasional

Trump Sebut AS Bisa Serang Gunung Pickaxe

5 September 2026
Transaksi timah ekspor melalui JFX mencapai 4.210 lot senilai Rp4,06 triliun sepanjang Agustus 2026, memperkuat fondasi menuju BMKS 2027.
Ekbis

Transaksi Timah di JFX Tembus Rp4 Triliun pada Agustus 2026

4 September 2026
TOEFL, GRE, Iran, Amerika Serikat, sanksi AS, pelajar Iran, ETS, pendidikan Iran
Internasional

AS Hentikan TOEFL dan GRE di Iran, Pelajar Terdampak

4 September 2026
Sengketa dugaan pemindahan dana RDN senilai Rp2,58 miliar masuk tahap mediasi di PN Jakarta Pusat pada 9 September 2026.
Ekbis

Sengketa Dana RDN Masuk Mediasi, Paramitra Alfa Sekuritas Tunggu Respons BCA

4 September 2026
Konglomerat Jerman Klaus-Michael Kühne meninggal pada usia 89 tahun dengan kekayaan sekitar Rp867 triliun yang telah dipersiapkan untuk Kühne Foundation. (Foto/Kuehne+Nagel)
Internasional

Klaus-Michael Kühne Wafat, Harta Beralih ke Yayasan

3 September 2026
PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) memperkuat riset dan manufaktur bisnis fragrance untuk memperluas pasar serta masuk rantai pasok global.
Ekbis

SMLE Ekspansi Bisnis Fragrance, Bidik Pasar Global

2 September 2026
Next Post
Hubungan Dagang Memanas, China Protes Kebijakan Baru AS

Oppo dan Vivo Kembangkan Kamera Saku 200MP untuk Kreator Konten

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini