Tuesday, August 18, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Yusril Sebut Pemerintah Kesulitan Hubungi Jurnalis WNI yang Ditahan Israel

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
19 May 2026
in Nasional
Yusril Sebut Pemerintah Kesulitan Hubungi Jurnalis WNI yang Ditahan Israel

Metapos.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk melindungi lima warga negara Indonesia (WNI) yang diamankan militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza.

Kelima WNI tersebut tergabung dalam pelayaran International Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Dari sembilan WNI yang berpartisipasi dalam misi itu, tiga orang diketahui bekerja sebagai jurnalis, terdiri atas dua wartawan Republika dan satu jurnalis Tempo.

BACA JUGA

Tak Kenal Jarak, ASABRI Kunjungi Pensiunan di Perbatasan Indonesia-Filipina

Cerita Neeltje Deliana Jalankan Tugas sebagai Pembawa Baki di Istana Merdeka

Saat memberikan keterangan di Surabaya pada Selasa (19/5), Yusril mengungkapkan pemerintah masih mengalami hambatan dalam menjalin komunikasi dengan para WNI yang ditahan maupun peserta misi lainnya yang kini berada di sekitar perairan Siprus.

Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri telah mengambil sejumlah langkah diplomatik guna memastikan keamanan dan kondisi para WNI tersebut. Akan tetapi, ketiadaan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel membuat akses komunikasi langsung dengan pihak Israel menjadi terbatas.

Yusril menambahkan pemerintah akan terus mengoptimalkan jalur diplomasi melalui bantuan negara ketiga dan lembaga internasional sebagai upaya memberikan perlindungan sekaligus memperjuangkan pembebasan para WNI tersebut.

Tags: IsraelJurnalisMetapos.idmisi perdamaianPenculikanRepublikasulit komunikasitempoYusril Ihza Mahendra
Previous Post

Gugatan Elon Musk terhadap OpenAI Ditolak Pengadilan California

Next Post

India Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 45 Derajat Celsius

Related Posts

ASABRI layani pensiunan di perbatasan
Nasional

Tak Kenal Jarak, ASABRI Kunjungi Pensiunan di Perbatasan Indonesia-Filipina

18 August 2026
Neeltje Deliana Paskibraka Papua
Nasional

Cerita Neeltje Deliana Jalankan Tugas sebagai Pembawa Baki di Istana Merdeka

18 August 2026
Ilustrasi Work From Home (WFH)
Nasional

Pekerja Swasta di Jakarta Boleh WFH Hari Ini, Berikut Ketentuannya

18 August 2026
Bromo Masih Dipantau, Kemenhut Cegah Bara Api Kembali Menyala
Nasional

Bromo Masih Dipantau, Kemenhut Cegah Bara Api Kembali Menyala

18 August 2026
81 Tahun Indonesia Merdeka, Begini Sejarah Proklamasi 17 Agustus 1945
Nasional

Dari Mesir hingga Yaman, Ini 8 Negara Awal yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia

17 August 2026
81 Tahun Indonesia Merdeka, Begini Sejarah Proklamasi 17 Agustus 1945
Nasional

81 Tahun Indonesia Merdeka, Begini Sejarah Proklamasi 17 Agustus 1945

17 August 2026
Next Post
Apple Watch Ultra 4 Dirumorkan Hadir dengan Desain Baru Perdana sejak 2022

India Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 45 Derajat Celsius

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini