Saturday, September 26, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Laporan UNESCO Ungkap Kesenjangan Akses Pendidikan Tinggi Dunia

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
13 May 2026
in Internasional
Nadiem Akui Suasana Rumah Dipenuhi Tangis dan Haru Setelah Bebas Sementara

Metapos.id, Jakarta – UNESCO merilis Laporan Tren Global Pendidikan Tinggi perdana pada Selasa (12/5/2026). Laporan tersebut menyoroti peningkatan akses pendidikan tinggi sekaligus ketimpangan yang masih terjadi di berbagai negara.

Data dari 146 negara menunjukkan jumlah mahasiswa global meningkat signifikan dalam dua dekade terakhir. Pada tahun 2024, jumlah mahasiswa dunia mencapai 269 juta orang.

BACA JUGA

Pezeshkian Tegaskan Iran Tak Ingin Lanjutkan Perang dengan AS

Pezeshkian Serahkan Akhir Perang kepada AS

Angka tersebut meningkat tajam dibanding tahun 2000 yang berada di kisaran 100 juta mahasiswa. UNESCO menilai pertumbuhan itu menunjukkan akses pendidikan semakin meluas.

Meski demikian, ketimpangan pendidikan antarwilayah masih menjadi sorotan utama dalam laporan tersebut. Perbedaan akses pendidikan tinggi dinilai masih sangat besar.

Di Eropa Barat dan Amerika Utara, sekitar 80 persen anak muda telah mengenyam pendidikan tinggi. Sementara di Afrika sub-Sahara, angka pendaftaran mahasiswa hanya mencapai 9 persen.

UNESCO juga mencatat mobilitas internasional mahasiswa masih tergolong rendah. Hanya sekitar 3 persen mahasiswa dunia yang menempuh pendidikan di luar negeri.

Selain ketimpangan geografis, isu gender juga menjadi perhatian penting dalam laporan tersebut. Perempuan dinilai masih menghadapi hambatan pada jenjang pendidikan lebih tinggi.

UNESCO menyebut perempuan masih kurang terwakili pada tingkat doktoral. Selain itu, posisi kepemimpinan akademik juga masih didominasi laki-laki.

Laporan tersebut turut menyoroti kesulitan akses pendidikan bagi para pengungsi di negara-negara Global Selatan. Banyak pengungsi kesulitan melanjutkan pendidikan karena tidak memiliki dokumen akademik lengkap.

Sebagai solusi, UNESCO memperkenalkan Paspor Kualifikasi untuk membantu pengakuan kualifikasi akademik dan profesional pengungsi. UNESCO berharap kesetaraan akses pendidikan tinggi dapat semakin terbuka bagi semua kalangan.

Tags: genderHeadlinemahasiswa globalMetapos.idpendidikan duniapendidikan tinggipengungsiUNESCO
Previous Post

Nadiem Akui Suasana Rumah Dipenuhi Tangis dan Haru Setelah Bebas Sementara

Next Post

IRF 2026 Soroti Reformasi Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian Global

Related Posts

Pezeshkian Tegaskan Iran Tak Ingin Lanjutkan Perang dengan AS
Internasional

Pezeshkian Tegaskan Iran Tak Ingin Lanjutkan Perang dengan AS

25 September 2026
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan AS menentukan kapan perang berakhir dan menegaskan Teheran terbuka untuk kesepakatan guna mengakhiri konflik.
Internasional

Pezeshkian Serahkan Akhir Perang kepada AS

25 September 2026
Delegasi Indonesia Tinggalkan Sidang PBB saat Netanyahu Berpidato
Internasional

Petisi Hapus Bebas Visa Tiongkok Tembus 92 Ribu Tanda Tangan

25 September 2026
Delegasi Indonesia Tinggalkan Sidang PBB saat Netanyahu Berpidato
Internasional

Delegasi Indonesia Tinggalkan Sidang PBB saat Netanyahu Berpidato

25 September 2026
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Turki, Belum Ada Korban
Internasional

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Turki, Belum Ada Korban

24 September 2026
Mamdani Bantah Netanyahu, Tegaskan Tak Hasut Kekerasan
Internasional

Mamdani Bantah Netanyahu, Tegaskan Tak Hasut Kekerasan

23 September 2026
Next Post
IRF 2026 Soroti Reformasi Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian Global

IRF 2026 Soroti Reformasi Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian Global

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini