Metapos.id, Jakarta – Kota Harbin yang terletak di ujung utara Tiongkok dikenal sebagai salah satu destinasi wisata musim dingin paling populer di dunia. Kota ini merupakan ibu kota Provinsi Heilongjiang dan memiliki daya tarik khas karena iklim ekstremnya.
Harbin juga dijuluki sebagai “Mutiara di bawah leher angsa”. Julukan tersebut merujuk pada bentuk wilayah Provinsi Heilongjiang yang menyerupai seekor angsa di peta Tiongkok.
Mengutip situs resmi Pemerintah Kota Harbin, kota ini terkenal dengan julukan “Kota Es”. Julukan itu muncul karena Harbin memiliki musim dingin panjang dengan salju tebal yang menjadi daya tarik utama wisatawan.
Setiap tahun, Harbin menjadi tuan rumah Harbin International Ice and Snow Sculpture Festival. Festival tersebut dikenal sebagai salah satu festival es dan salju terbesar di dunia.
Ribuan seniman dari berbagai negara datang untuk memahat balok-balok es raksasa yang diambil langsung dari Sungai Songhua. Hasil pahatan kemudian dihiasi cahaya warna-warni sehingga menciptakan suasana bak negeri dongeng saat malam hari.
Selain terkenal karena festival salju, Harbin juga memiliki perubahan cuaca yang cukup ekstrem sepanjang tahun. Suhu rata-rata tahunan kota ini berada di angka 5,6 derajat Celsius.
Pada musim panas, suhu rata-rata bulanan di Harbin dapat mencapai 23,6 derajat Celsius. Sementara saat musim dingin, suhu rata-ratanya bisa turun hingga minus 15,8 derajat Celsius.
Harbin juga memiliki identitas budaya yang unik karena dipengaruhi budaya Tiongkok, Rusia, dan Eropa. Jejak arsitektur bergaya Bizantium dan Barok membuat kota ini kerap dijuluki sebagai “Moskow dari Timur”.







