Thursday, September 24, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Food Noise Jadi Tantangan Baru dalam Penanganan Obesitas

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
8 May 2026
in Lifestyle & Health
Food Noise Jadi Tantangan Baru dalam Penanganan Obesitas

Metapos.id, Jakarta – Fenomena food noise kini menjadi perhatian dalam pembahasan penanganan obesitas di Indonesia.

Food noise merupakan dorongan pikiran terus-menerus tentang makanan, bahkan saat tubuh sebenarnya tidak membutuhkan asupan tambahan.

BACA JUGA

Jimin BTS Raih Sertifikasi Platinum RIAJ untuk Lagu Who

Avengers Doomsday Tayang Dua Hari Lebih Awal di Inggris

Kondisi tersebut dinilai berbeda dengan rasa lapar biasa karena berkaitan dengan mekanisme biologis tubuh dan respons otak terhadap makanan.

Dalam diskusi media bertajuk “Food Noise Mereda, Berat Badan Terjaga”, para ahli menilai kondisi ini sering menjadi hambatan utama dalam upaya penurunan berat badan.

Berdasarkan World Obesity Atlas 2022, Indonesia menempati posisi ketiga dengan prevalensi obesitas tertinggi di Asia Tenggara.

Wakil Sekretaris Jenderal PP PDGKI, dr. Iflan Nauval, mengatakan obesitas bukan sekadar persoalan disiplin atau pola makan semata.

“Banyak orang dengan obesitas sudah berusaha keras, tetapi tetap merasa kesulitan karena tantangannya bukan hanya soal disiplin, melainkan juga biologi tubuh yang kompleks,” ujarnya.

Ia menjelaskan pendekatan penanganan obesitas kini bergeser dari sekadar menghitung kalori menjadi memperbaiki mekanisme biologis tubuh.

Salah satu inovasi medis yang kini banyak digunakan adalah terapi GLP-1 receptor agonist atau GLP-1 RA yang membantu mengatur sinyal lapar dan kenyang di otak.

Terapi tersebut dinilai mampu membantu mengurangi rasa lapar, menekan keinginan makan berlebih, serta mendukung penurunan berat badan yang lebih berkualitas.

Tags: food noiseGLP-1 RAMetapos.idnovo nordiskObesitaspenurunan berat badan
Previous Post

Kemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus di Indonesia dalam Tiga Tahun

Next Post

CSIS Sebut Program MBG Dorong Ekonomi Rakyat dan UMKM

Related Posts

Jimin BTS Raih Sertifikasi Platinum RIAJ untuk Lagu Who
Lifestyle & Health

Jimin BTS Raih Sertifikasi Platinum RIAJ untuk Lagu Who

24 September 2026
Avengers Doomsday Tayang Dua Hari Lebih Awal di Inggris
Lifestyle & Health

Avengers Doomsday Tayang Dua Hari Lebih Awal di Inggris

24 September 2026
Kulit Kusam Bikin Wajah Terlihat Lelah? Ini Cara Mengatasinya
Lifestyle & Health

Kulit Kusam Bikin Wajah Terlihat Lelah? Ini Cara Mengatasinya

24 September 2026
Survei Ungkap Banyak Orang Indonesia Tak Kenali Risiko Pneumonia
Lifestyle & Health

Survei Ungkap Banyak Orang Indonesia Tak Kenali Risiko Pneumonia

24 September 2026
Mengenal Aliran dan Kelompok dalam Sejarah Islam
Lifestyle & Health

Mengenal Aliran dan Kelompok dalam Sejarah Islam

24 September 2026
Anthony Hudson Bidik Gelar FIFA ASEAN Cup 2026
Lifestyle & Health

Museum George Lucas Dibuka, Pamerkan 1.300 Karya

24 September 2026
Next Post
Pemerintah Ambil Langkah Cepat Cegah Insiden Keamanan Pangan Terulang di Program MBG

CSIS Sebut Program MBG Dorong Ekonomi Rakyat dan UMKM

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini