Monday, November 2, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Cegah Risiko Obat, BPOM Hadirkan Aplikasi e-MESO 2.0

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
5 May 2026
in Lifestyle & Health
Cegah Risiko Obat, BPOM Hadirkan Aplikasi e-MESO 2.0

Metapos.id, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meluncurkan pembaruan aplikasi e-MESO 2.0. Platform ini ditujukan untuk memperkuat pelaporan efek samping obat oleh masyarakat.

Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya angka kematian akibat efek samping obat di Amerika Serikat. Setiap tahun, sekitar 109 ribu orang dilaporkan meninggal akibat konsumsi obat.

BACA JUGA

Sinopsis Reawakened Man, Koo Kyo-hwan Makin Sering Mati Makin Kuat

The Remarried Empress, Kisah Perselingkuhan dan Perebutan Takhta Kerajaan

Selain itu, sekitar 2 juta warga AS melaporkan efek samping obat setiap tahunnya. Data tersebut dinilai menjadi peringatan penting bagi sistem kesehatan global.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyebut Indonesia belum memiliki data serupa. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan pentingnya sistem pelaporan yang lebih terbuka.

“Nah, tetapi belum ada data kita di Indonesia… itu data belum ada. Artinya, ada sesuatu yang sangat penting untuk kita telusuri supaya tidak terjadi,” ujarnya.

Selama ini, pelaporan efek samping hanya dilakukan tenaga kesehatan. Namun keterbatasan waktu dan birokrasi menjadi kendala dalam proses pelaporan.

Melalui e-MESO 2.0, BPOM membuka akses pelaporan bagi masyarakat luas. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem farmakovigilans di Indonesia.

“Laporan tentang efek samping obat sangat penting untuk evaluasi, pengambilan kebijakan, dan penyelamatan pasien,” tambah Taruna. BPOM juga menerbitkan panduan untuk memudahkan penggunaan aplikasi tersebut.

(Antara)

Tags: BPOMe-MESOefek samping obatfarmakovigilansHeadlineKesehatanMetapos.id
Previous Post

Ade Armando Tinggalkan PSI di Tengah Kontroversi, Sebut Demi Kebaikan Bersama

Next Post

Momen Prabowo Terima 10 Buku Hasil Kerja Komisi Reformasi Polri

Related Posts

Sinopsis Reawakened Man, Koo Kyo-hwan Makin Sering Mati Makin Kuat
Lifestyle & Health

Sinopsis Reawakened Man, Koo Kyo-hwan Makin Sering Mati Makin Kuat

2 November 2026
The Remarried Empress, Kisah Perselingkuhan dan Perebutan Takhta Kerajaan
Lifestyle & Health

The Remarried Empress, Kisah Perselingkuhan dan Perebutan Takhta Kerajaan

2 November 2026
Crocs Luncurkan Jibbitz Eksklusif Bertema Budaya Lokal Indonesia
Lifestyle & Health

Crocs Luncurkan Jibbitz Eksklusif Bertema Budaya Lokal Indonesia

2 November 2026
Sinopsis Fjord, Film Terbaik Cannes 2026 yang Tayang di Indonesia
Lifestyle & Health

Sinopsis Fjord, Film Terbaik Cannes 2026 yang Tayang di Indonesia

1 November 2026
Paul Bettany Alami Cedera Mata saat Syuting Serial VisionQuest
Lifestyle & Health

Paul Bettany Alami Cedera Mata saat Syuting Serial VisionQuest

1 November 2026
Adele Disebut Akan Comeback dengan Album Kelima pada 2027
Lifestyle & Health

Adele Disebut Akan Comeback dengan Album Kelima pada 2027

1 November 2026
Next Post
Momen Prabowo Terima 10 Buku Hasil Kerja Komisi Reformasi Polri

Momen Prabowo Terima 10 Buku Hasil Kerja Komisi Reformasi Polri

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini