Tuesday, August 4, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Cegah Risiko Obat, BPOM Hadirkan Aplikasi e-MESO 2.0

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
5 May 2026
in Lifestyle & Health
Cegah Risiko Obat, BPOM Hadirkan Aplikasi e-MESO 2.0

Metapos.id, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meluncurkan pembaruan aplikasi e-MESO 2.0. Platform ini ditujukan untuk memperkuat pelaporan efek samping obat oleh masyarakat.

Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya angka kematian akibat efek samping obat di Amerika Serikat. Setiap tahun, sekitar 109 ribu orang dilaporkan meninggal akibat konsumsi obat.

BACA JUGA

Prudential Soroti Lonjakan Biaya Berobat dan Pentingnya Perlindungan Kesehatan

Kabar Bahagia! Cristiano Ronaldo Disebut Akan Menikah di Kota Kelahirannya

Selain itu, sekitar 2 juta warga AS melaporkan efek samping obat setiap tahunnya. Data tersebut dinilai menjadi peringatan penting bagi sistem kesehatan global.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyebut Indonesia belum memiliki data serupa. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan pentingnya sistem pelaporan yang lebih terbuka.

“Nah, tetapi belum ada data kita di Indonesia… itu data belum ada. Artinya, ada sesuatu yang sangat penting untuk kita telusuri supaya tidak terjadi,” ujarnya.

Selama ini, pelaporan efek samping hanya dilakukan tenaga kesehatan. Namun keterbatasan waktu dan birokrasi menjadi kendala dalam proses pelaporan.

Melalui e-MESO 2.0, BPOM membuka akses pelaporan bagi masyarakat luas. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem farmakovigilans di Indonesia.

“Laporan tentang efek samping obat sangat penting untuk evaluasi, pengambilan kebijakan, dan penyelamatan pasien,” tambah Taruna. BPOM juga menerbitkan panduan untuk memudahkan penggunaan aplikasi tersebut.

(Antara)

Tags: BPOMe-MESOefek samping obatfarmakovigilansHeadlineKesehatanMetapos.id
Previous Post

Ade Armando Tinggalkan PSI di Tengah Kontroversi, Sebut Demi Kebaikan Bersama

Next Post

Momen Prabowo Terima 10 Buku Hasil Kerja Komisi Reformasi Polri

Related Posts

biaya berobat dan perlindungan kesehatan
Lifestyle & Health

Prudential Soroti Lonjakan Biaya Berobat dan Pentingnya Perlindungan Kesehatan

3 August 2026
Kabar Bahagia! Cristiano Ronaldo Disebut Akan Menikah di Kota Kelahirannya
Lifestyle & Health

Kabar Bahagia! Cristiano Ronaldo Disebut Akan Menikah di Kota Kelahirannya

3 August 2026
Kenalan dengan Tren Parfum Aroma ‘Bulu Anak Kucing’, Wanginya Bikin Penasaran
Lifestyle & Health

Kenalan dengan Tren Parfum Aroma ‘Bulu Anak Kucing’, Wanginya Bikin Penasaran

2 August 2026
Bikin Hunian Lebih Adem, Ini 7 Tanaman Hias yang Efektif Kurangi Panas
Lifestyle & Health

Bikin Hunian Lebih Adem, Ini 7 Tanaman Hias yang Efektif Kurangi Panas

2 August 2026
Waspada, Kebiasaan Minum Alkohol Bisa Bikin Otak Menua Lebih Cepat
Lifestyle & Health

Waspada, Kebiasaan Minum Alkohol Bisa Bikin Otak Menua Lebih Cepat

2 August 2026
Kenali 9 Tanda Aura Positif yang Membuat Kehadiranmu Selalu Dirindukan
Lifestyle & Health

Kenali 9 Tanda Aura Positif yang Membuat Kehadiranmu Selalu Dirindukan

1 August 2026
Next Post
Momen Prabowo Terima 10 Buku Hasil Kerja Komisi Reformasi Polri

Momen Prabowo Terima 10 Buku Hasil Kerja Komisi Reformasi Polri

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini