Wednesday, November 4, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Menuju Muktamar NU 2026, Perebutan Dukungan dan Koalisi Mengemuka

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
30 April 2026
in Nasional
Menuju Muktamar NU 2026, Perebutan Dukungan dan Koalisi Mengemuka

Metapos.id, Jakarta — Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama pada Agustus 2026, dinamika internal organisasi semakin menguat. Persaingan tidak lagi berfokus pada posisi Ketua Umum semata.

Kini, para elite mulai merancang skema pasangan dengan calon Rais Aam. Pola ini membuat peta kontestasi kian berkembang.

BACA JUGA

Petugas Haji Nonmuslim Jadi Perbincangan, Ini Penjelasan Dahnil

Kasus Penggeledahan Ponpes, Eks Kapolres Sukoharjo Diperiksa Propam

Saat ini, Yahya Cholil Staquf masih menjabat sebagai petahana. Ia tengah menjalin komunikasi untuk menentukan figur Rais Aam yang dapat memperluas dukungan.

Di sisi lain, Miftachul Akhyar bersama Saifullah Yusuf mulai merumuskan langkah strategis. Keduanya juga mempertimbangkan sejumlah opsi kandidat.

Sementara itu, Nazaruddin Umar semakin diperbincangkan. Ia dinilai memiliki sokongan dari lingkar kekuasaan.

Selain itu, poros Partai Kebangkitan Bangsa dan IKA PMII mulai menunjukkan arah yang jelas. Mereka mengusulkan Said Aqil Siradj sebagai calon Rais Aam.

Di sisi lain, kekuatan dari Jawa Timur turut mengambil peran. Mereka mendorong figur seperti Abdul Hakim Mahfuz dan Marzuki Mustamar.

Berbagai kemungkinan pasangan mulai mencuat ke permukaan. Bahkan, sejumlah pihak mengupayakan terbentuknya koalisi besar guna mengamankan dukungan sejak awal.

Dari sisi peta suara, kekuatan mulai terpetakan. Jaringan PKB–IKA PMII diperkirakan menguasai sekitar 250 suara.

Adapun jaringan yang beririsan dengan Kementerian Agama diperkirakan memiliki sekitar 130 suara. Sementara basis petahana dan kelompok Rais Aam masing-masing berada di kisaran 100 suara.

Namun demikian, puluhan suara lainnya masih belum menentukan pilihan. Oleh sebab itu, proses pendekatan dan lobi terus berlangsung.

Dalam dinamika NU, arah dukungan kerap berubah. Konsolidasi kiai serta komunikasi antarjaringan menjadi penentu utama.

Selain itu, kesepakatan politik juga berperan penting. Tanpa titik temu, koalisi berpotensi terpecah.

Salah satu skenario yang berkembang adalah peluang koalisi luas dari poros PKB–PMII. Skema ini dinilai dapat memperkuat posisi dalam kontestasi.

Dalam konteks tersebut, Muhaimin Iskandar disebut memiliki peran strategis di balik layar.

Namun demikian, dinamika ini turut menimbulkan kekhawatiran. Sejumlah kalangan menyoroti potensi masuknya kepentingan politik.

Karena itu, Muktamar ini dinilai sebagai momentum penting. NU diharapkan tetap menjaga kemandirian organisasi.

Pada akhirnya, Muktamar ke-35 tidak hanya menjadi ajang pemilihan pemimpin. Forum ini juga akan menentukan arah masa depan NU.

Apakah tetap menjadi kekuatan moral umat atau justru terseret dalam kepentingan politik praktis, masih menjadi pertanyaan terbuka.

Tags: calon Rais AamMetapos.idMuktamar ke-35persainganYahya Cholil Staquf
Previous Post

Kompor Pintar Xiaomi Meluncur, Mijia 3C 5200W Tawarkan Daya Besar dan Fitur Canggih

Next Post

Gol Penalti Balas Penalti, Arsenal vs Atletico Berakhir Imbang Dramatis

Related Posts

Petugas Haji Nonmuslim Jadi Perbincangan, Ini Penjelasan Dahnil
Nasional

Petugas Haji Nonmuslim Jadi Perbincangan, Ini Penjelasan Dahnil

3 November 2026
Kasus Penggeledahan Ponpes, Eks Kapolres Sukoharjo Diperiksa Propam
Nasional

Kasus Penggeledahan Ponpes, Eks Kapolres Sukoharjo Diperiksa Propam

3 November 2026
KPU Tegaskan Tugas Pemilu Selesai Menanggapi Putusan MA soal Gibran
Nasional

KPU Tegaskan Tugas Pemilu Selesai Menanggapi Putusan MA soal Gibran

2 November 2026
Pakar Ingatkan Konsekuensi Penundaan Putusan MK dan MA Terkait Gibran
Nasional

Pakar Ingatkan Konsekuensi Penundaan Putusan MK dan MA Terkait Gibran

2 November 2026
MA Tunda Penjelasan Publik soal Putusan Suket Ijazah Gibran
Nasional

MA Tunda Penjelasan Publik soal Putusan Suket Ijazah Gibran

2 November 2026
Polri Akan Dalami Keluhan Penggeledahan di Ponpes Sukoharjo
Nasional

Polri Akan Dalami Keluhan Penggeledahan di Ponpes Sukoharjo

2 November 2026
Next Post
Kompor Pintar Xiaomi Meluncur, Mijia 3C 5200W Tawarkan Daya Besar dan Fitur Canggih

Gol Penalti Balas Penalti, Arsenal vs Atletico Berakhir Imbang Dramatis

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini