Metapos.id, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN meluncurkan inovasi makanan siap konsumsi untuk mendukung kebutuhan pangan jamaah haji Indonesia pada musim haji 2026. Program tersebut dipaparkan Kepala BRIN, Arif Satria, saat rapat koordinasi terbatas mengenai kesiapan logistik pangan bagi jamaah haji.
Arif menyampaikan bahwa BRIN terus mengembangkan beragam teknologi pengemasan pangan modern. Inovasi itu mencakup makanan kaleng, kemasan fleksibel untuk menu berkuah, hingga alat pemanas makanan tanpa api yang kini menjadi fokus pengembangan.
Menurutnya, makanan dapat dipanaskan hanya dengan menambahkan air biasa tanpa membutuhkan kompor ataupun alat pemanas lain. Teknologi tersebut menggunakan material aman seperti zeolit dan kapur yang sudah melalui proses uji keamanan pangan.
Keberadaan inovasi ini dinilai sangat bermanfaat, terutama saat jamaah berada di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Dengan teknologi tersebut, makanan bisa tersaji lebih cepat, praktis, dan tetap memiliki cita rasa yang baik.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan apresiasi terhadap langkah BRIN dalam menghadirkan inovasi tersebut. Ia berharap teknologi ini dapat meningkatkan kualitas layanan konsumsi jamaah haji agar semakin efisien, aman, dan terjamin mutunya.
Zulkifli menegaskan bahwa makanan siap saji tersebut dikhususkan untuk jamaah haji Indonesia dan bukan untuk diperjualbelikan di Arab Saudi. Selama memenuhi standar halal serta mengantongi izin dari BPOM, distribusi dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Ia juga memastikan ketersediaan pangan bagi jamaah haji Indonesia tetap aman meski situasi geopolitik dunia tengah bergejolak. Karena itu, para calon jamaah diminta tidak khawatir mengenai kebutuhan konsumsi selama menunaikan ibadah haji.







