Metapos.id, Jakarta – Pasukan Amerika Serikat dan Israel menyerang kawasan Selat Hormuz pada awal April 2026.
Serangan ini menargetkan dua dermaga di wilayah Iran. Media lokal Iran melaporkan kejadian tersebut melalui kantor berita Tasnim.
Menurut pejabat setempat, serangan menghantam dermaga perikanan Doha di Pulau Qeshm. Selain itu, serangan juga mengenai dermaga niaga di Bandar-e Charak.
Akibat serangan itu, lima orang mengalami luka-luka. Dua korban berada di Pulau Qeshm, sementara tiga lainnya di Bandar-e Charak.
Setelah kejadian, tim penyelamat langsung turun ke lokasi. Mereka masih melanjutkan proses evakuasi dan pencarian korban.
Sementara itu, pejabat daerah menyebut serangan sudah terjadi beberapa kali. Sebelumnya, pada 31 Maret, serangan juga menghantam Dermaga Bahman di Pulau Qeshm.
Selain itu, fasilitas desalinasi air laut ikut menjadi target pada fase awal konflik. Karena itu, dampak serangan meluas ke berbagai infrastruktur penting.
Di sisi lain, laporan juga menyebut serangan terjadi di Pelabuhan Shahid Haghani di Bandar Abbas.
Hal ini menunjukkan eskalasi konflik yang terus meningkat.
Hingga kini, situasi di Selat Hormuz masih belum stabil. Oleh karena itu, perkembangan konflik terus menjadi sorotan global.














