Wednesday, September 30, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

RI-Jepang Sepakati Penangkaran Komodo di Shizuoka Lewat Breeding Loan

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
31 March 2026
in Nasional
RI-Jepang Sepakati Penangkaran Komodo di Shizuoka Lewat Breeding Loan

Metapos.id, Jakarta — Pemerintah Indonesia menjalin kerja sama dengan Jepang dalam upaya konservasi komodo melalui skema penangkaran (breeding loan). Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Prefektur Shizuoka.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari diplomasi hijau Indonesia. Upaya ini bertujuan memperkuat kolaborasi global dalam menghadapi perubahan iklim serta menjaga kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati.

BACA JUGA

Napi Mau Pakai HP Harus Bayar Rp250 Juta? Ombudsman Buka Temuannya

Ratusan Ojol Turun ke DPR, Tolak Perubahan Status Jadi UMKM

Penandatanganan MoU dilakukan antara Raja Juli Antoni dan Gubernur Shizuoka Suzuki Yasutomo di Jepang pada Selasa (31/3/2026). Kesepakatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan.

Dalam kerja sama tersebut, komodo akan ditempatkan di iZoo yang berlokasi di Kawazu, Shizuoka. Fasilitas ini dikenal sebagai salah satu pusat konservasi reptil dan amfibi terbesar di Jepang.

Raja Juli menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara tropis memiliki kekayaan biodiversitas yang sangat besar. Komodo menjadi salah satu satwa ikonik yang memiliki peran penting dalam upaya konservasi.

Melalui program breeding loan ini, Indonesia dan Jepang diharapkan dapat saling berbagi pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan spesies langka. Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran global terhadap pentingnya perlindungan satwa liar.

Tags: breeding loanIndonesia - jepangKerjasamakomodoKonservasiMetapos.idMOU
Previous Post

UNIFIL Diserang Israel, DK PBB Sebut Pelanggaran Hukum Internasional

Next Post

Biaya Haji 2026 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Lindungi Jemaah

Related Posts

Napi Mau Pakai HP Harus Bayar Rp250 Juta? Ombudsman Buka Temuannya
Nasional

Napi Mau Pakai HP Harus Bayar Rp250 Juta? Ombudsman Buka Temuannya

29 September 2026
Ratusan Ojol Turun ke DPR, Tolak Perubahan Status Jadi UMKM
Nasional

Ratusan Ojol Turun ke DPR, Tolak Perubahan Status Jadi UMKM

29 September 2026
ASABRI memastikan hak ahli waris Pratu Rizki Kurniawan terpenuhi dengan manfaat Rp466 juta setelah gugur saat menjalankan tugas negara di Papua.
Nasional

ASABRI Salurkan Rp466 Juta ke Ahli Waris

29 September 2026
Dirjen PAS Ngelak CCTV Lapas Tak Terpasang: Anggaran Tidak Ada
Nasional

Dirjen PAS Ngelak CCTV Lapas Tak Terpasang: Anggaran Tidak Ada

29 September 2026
Honor Satgas Karhutla Palangka Raya Menunggak Hampir Dua Bulan
Nasional

Honor Satgas Karhutla Palangka Raya Menunggak Hampir Dua Bulan

29 September 2026
Magang Nasional Batch 2 Dimulai, Ini Fasilitas untuk Peserta
Nasional

Magang Nasional Batch 2 Dimulai, Ini Fasilitas untuk Peserta

29 September 2026
Next Post
Biaya Haji 2026 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Lindungi Jemaah

Biaya Haji 2026 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Lindungi Jemaah

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini