Metapos.id, Jakarta – Harga cabai rawit merah yang sempat mengalami lonjakan selama Ramadan kini mulai menunjukkan tren penurunan. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional menyatakan bahwa harga cabai berangsur mendekati Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen.
Pemantauan dilakukan di sejumlah pasar, di antaranya Pasar Ciputat dan Pasar Induk Kramat Jati. Di Pasar Ciputat, harga cabai rawit merah tercatat sekitar Rp60.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting berada di kisaran Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, di Pasar Induk Kramat Jati, harga cabai rawit merah berkisar antara Rp45.000 hingga Rp60.000 per kilogram, dan cabai merah keriting turun ke rentang Rp15.000–Rp25.000 per kilogram.
Penurunan harga tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya intervensi pemerintah dalam menjaga pasokan. Distribusi cabai dari daerah sentra produksi seperti Enrekang turut membantu menekan harga di pasaran. Selain itu, kondisi cuaca yang mendukung serta meningkatnya produksi pada bulan Maret juga berperan dalam menambah pasokan.
Di sisi lain, permintaan masyarakat yang kembali normal pasca-Ramadan dan Idulfitri turut mendorong stabilitas harga.
Pemerintah menegaskan akan terus memperketat pengawasan distribusi dan menindak tegas pihak-pihak yang berupaya memainkan harga di pasar.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan menyampaikan bahwa tren penurunan harga ini diperkirakan berlanjut seiring meningkatnya pasokan dari berbagai daerah.
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan guna memastikan distribusi berjalan lancar dari tingkat petani hingga ke pasar.
Tidak hanya di Jakarta, penurunan harga cabai juga mulai terlihat di sejumlah wilayah lain. Di beberapa pasar induk di Jawa Timur, harga cabai rawit merah dilaporkan berada pada kisaran Rp33.000 hingga Rp57.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting berada di rentang Rp20.000 hingga Rp22.000 per kilogram. Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan harga terjadi di berbagai lini, mulai dari produsen hingga konsumen.
Berdasarkan proyeksi, produksi cabai rawit merah pada Maret diperkirakan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan Februari.
Peningkatan ini didukung oleh masa panen yang optimal serta kondisi cuaca yang relatif stabil di sejumlah sentra produksi.
Ke depan, pemerintah memastikan akan terus menjaga stabilitas harga pangan, khususnya komoditas cabai. Upaya pengawasan distribusi, intervensi pasokan, serta penegakan hukum terhadap praktik spekulasi akan terus diperkuat agar masyarakat dapat memperoleh harga yang terjangkau.













