Metapos.id, Jakarta – Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 akan tetap berlangsung aman dan sesuai jadwal, meskipun kawasan Timur Tengah saat ini diwarnai dinamika geopolitik.
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, menyampaikan bahwa kondisi keamanan di negaranya tetap stabil. Ia memastikan seluruh persiapan haji telah dilakukan secara optimal tanpa kendala berarti.
Faisal menjelaskan, pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan sistem operasional haji secara menyeluruh, mencakup layanan jemaah, fasilitas akomodasi, transportasi, hingga pengaturan teknis pelaksanaan ibadah.
Kesiapan ini diharapkan mampu mendukung kelancaran seluruh rangkaian haji.
Ia juga memastikan bahwa jadwal penerbangan jemaah haji asal Indonesia tidak mengalami perubahan dan tetap berjalan sesuai rencana. Masyarakat pun diminta untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir terkait aspek keamanan.
Untuk tahun ini, keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan pada 22 April 2026. Sementara itu, puncak ibadah haji berupa wukuf di Arafah diperkirakan jatuh pada 26 Mei 2026.
Adapun total kuota jemaah haji Indonesia tahun 2026 mencapai 221.000 orang, yang terdiri dari 203.320 jemaah reguler dan 17.680 jemaah haji khusus.
Dengan kesiapan yang telah dimatangkan, pelaksanaan ibadah haji tahun ini diharapkan dapat berlangsung tertib, aman, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah Indonesia.













