Metapos.id, Jakarta – Keputusan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk tidak membayar kontribusi sebesar 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 17 triliun) dalam keanggotaan Board of Peace (BoP) menarik perhatian media internasional.
Sejumlah media luar negeri menyoroti pilihan Indonesia yang lebih mengutamakan kontribusi non-finansial, seperti pengiriman pasukan penjaga perdamaian serta bantuan kemanusiaan, dibandingkan memberikan dukungan dana dalam jumlah besar.
Media Malaysia, Bernama, melaporkan bahwa Indonesia tidak pernah menjanjikan komitmen dana tersebut. Dalam penjelasannya, Prabowo menegaskan sejak awal tidak ada pernyataan kesiapan untuk memberikan kontribusi finansial.
Ia juga menjelaskan bahwa pihak BoP hanya menanyakan kesiapan Indonesia dalam mendukung misi perdamaian, termasuk kemungkinan pengiriman pasukan, bukan kewajiban membayar iuran tertentu.
Di sisi lain, Indonesia juga tidak menghadiri pertemuan donor pendiri di Washington yang membahas pengumpulan dana untuk rekonstruksi Gaza. Hal ini semakin memperjelas bahwa Indonesia tidak terlibat dalam komitmen pendanaan tersebut.
Sementara itu, media Singapura, Channel News Asia, menyoroti polemik yang sempat muncul di dalam negeri terkait isu ini.
Kekhawatiran publik mengenai potensi beban terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi salah satu alasan pemerintah memberikan klarifikasi.
Prabowo turut menjelaskan bahwa dalam struktur BoP terdapat beberapa jenis keanggotaan. Kontribusi sebesar 1 miliar dollar AS hanya berlaku bagi negara yang ingin menjadi anggota permanen atau premium, dan Indonesia tidak memilih opsi tersebut.
Dengan demikian, pemerintah menegaskan bahwa kontribusi Indonesia dalam Board of Peace akan difokuskan pada peran nyata, seperti misi perdamaian dan bantuan kemanusiaan, bukan melalui pemberian dana besar.














