Wednesday, May 6, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Cuaca Panas Tak Biasa, Ini Penjelasan Ilmiah di Baliknya

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
20 March 2026
in Nasional
Cuaca Panas Tak Biasa, Ini Penjelasan Ilmiah di Baliknya

Metapos.id, Jakarta – Suhu udara yang terasa semakin panas dalam beberapa waktu terakhir dikeluhkan banyak masyarakat.

Rasa gerah pun kerap bertahan sepanjang hari, bahkan setelah mandi berulang kali.

BACA JUGA

Daftar Universitas Berprestasi 2026 Dirilis, UGM Masih Teratas

Momen Prabowo Terima 10 Buku Hasil Kerja Komisi Reformasi Polri

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa kondisi ini dipicu oleh perpaduan faktor alam, baik yang berkaitan dengan posisi Matahari maupun kondisi atmosfer.

Salah satu faktor utamanya adalah fenomena gerak semu tahunan Matahari, yaitu pergeseran posisi Matahari yang tampak bergerak dari belahan bumi selatan ke utara.

Pada waktu tertentu, Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa, termasuk Indonesia.

Peristiwa ini diperkirakan berlangsung pada 21 hingga 23 Maret, saat sinar Matahari mengenai permukaan bumi secara hampir tegak lurus sehingga meningkatkan intensitas panas secara signifikan.

Selain itu, kondisi langit yang cenderung cerah dengan sedikit awan turut memperkuat panas yang dirasakan. Tanpa banyak penghalang, radiasi Matahari langsung mencapai permukaan bumi. Situasi ini diperparah dengan masa peralihan musim dari penghujan ke kemarau yang identik dengan kenaikan suhu udara.

BMKG memastikan bahwa fenomena ini merupakan kejadian rutin yang terjadi setiap tahun dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran berlebih. Meski begitu, masyarakat tetap diingatkan untuk menjaga kesehatan, mencukupi kebutuhan cairan, serta membatasi aktivitas di bawah terik Matahari guna menghindari dampak buruk seperti dehidrasi dan kelelahan.

Tags: BMKG pergeseranfaktor alamgerahMataharimengungkapkanMetapos.id
Previous Post

Panduan Lengkap Shalat Idul Fitri 1447 H: Niat, Tata Cara, dan Bacaan Arab-Latin

Next Post

Prabowo Subianto Tegur Kepala Daerah soal Anggaran, Mobil Dinas Rp8 Miliar Jadi Sorotan

Related Posts

Daftar Universitas Berprestasi 2026 Dirilis, UGM Masih Teratas
Nasional

Daftar Universitas Berprestasi 2026 Dirilis, UGM Masih Teratas

5 May 2026
Momen Prabowo Terima 10 Buku Hasil Kerja Komisi Reformasi Polri
Nasional

Momen Prabowo Terima 10 Buku Hasil Kerja Komisi Reformasi Polri

5 May 2026
Ade Armando Tinggalkan PSI di Tengah Kontroversi, Sebut Demi Kebaikan Bersama
Nasional

Ade Armando Tinggalkan PSI di Tengah Kontroversi, Sebut Demi Kebaikan Bersama

5 May 2026
Usai Insiden Bekasi Timur, KAI Sederhanakan Nama KA Anggrek
Nasional

Usai Insiden Bekasi Timur, KAI Sederhanakan Nama KA Anggrek

5 May 2026
Ilmuwan Temukan 27 Kandidat Planet “Dua Matahari” Mirip Star Wars
Nasional

Ilmuwan Temukan 27 Kandidat Planet “Dua Matahari” Mirip Star Wars

5 May 2026
Tagihan Listrik Naik? Bahlil Tegaskan Tarif PLN Tidak Berubah di 2026
Nasional

Tagihan Listrik Naik? Bahlil Tegaskan Tarif PLN Tidak Berubah di 2026

5 May 2026
Next Post
Prabowo Subianto Tegur Kepala Daerah soal Anggaran, Mobil Dinas Rp8 Miliar Jadi Sorotan

Prabowo Subianto Tegur Kepala Daerah soal Anggaran, Mobil Dinas Rp8 Miliar Jadi Sorotan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini