Tuesday, June 16, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Pakar Pemerintahan Temui Jusuf Kalla, Bahas Sinergi Pusat dan Daerah

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
16 March 2026
in Nasional
Pakar Pemerintahan Temui Jusuf Kalla, Bahas Sinergi Pusat dan Daerah

Metapos.id, Jakarta – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menerima kunjungan sejumlah pakar pemerintahan di kediamannya yang berada di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Minggu (15/3/2026).

Pertemuan tersebut membahas dinamika hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk upaya untuk memperkuat peran daerah dalam mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA

PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026

Penganiayaan PMI di Malaysia Jadi Sorotan, DPR Dorong Pendampingan dan Perlindungan

Dalam diskusi itu, Jusuf Kalla menekankan bahwa kemajuan nasional tidak dapat dipisahkan dari perkembangan daerah. Ia menilai, sebagai negara yang terdiri dari banyak wilayah, kemajuan setiap daerah menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Salah satu peserta diskusi, Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Djohermansyah Djohan, mengungkapkan bahwa pembahasan juga menyoroti menurunnya kemampuan pemerintah daerah dalam menjalankan sejumlah tugas rutin, khususnya yang berkaitan dengan percepatan pembangunan.

Menurutnya, berbagai kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat memiliki dampak langsung terhadap pelaksanaan program pembangunan di daerah, bahkan hingga ke tingkat pemerintahan desa.

Oleh karena itu, para pakar berupaya merumuskan berbagai gagasan agar pembangunan daerah tetap berjalan optimal tanpa mengurangi peran pemerintah pusat, sehingga hubungan antara kedua tingkat pemerintahan dapat berlangsung lebih selaras.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) periode 2021–2025, Herman Nurcahyadi Suparman, menilai pemerintah pusat perlu meninjau kembali sejumlah kebijakan terkait pembagian kewenangan serta pengelolaan keuangan daerah.

Ia menyebutkan bahwa wacana pemangkasan transfer dana dari pusat ke daerah yang muncul sejak tahun lalu berpotensi memengaruhi anggaran pembangunan serta pelayanan publik di berbagai daerah.

Menurutnya, forum diskusi tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran ide yang dapat memberikan perhatian lebih terhadap penguatan hubungan antara pemerintah pusat dan daerah.

Djohermansyah juga mengingatkan bahwa penerapan kebijakan otonomi daerah dan desentralisasi di Indonesia telah berlangsung hampir 25 tahun sejak mulai diterapkan pada 2001.

Pada kesempatan itu, Jusuf Kalla turut menyoroti penurunan porsi transfer dana ke daerah yang kini disebut hanya sekitar 17 persen. Ia mengingatkan bahwa pemerintah daerah memegang tanggung jawab besar dalam sejumlah sektor penting, seperti pendidikan, kesehatan, serta pembangunan infrastruktur.

Menurut JK, apabila alokasi dana untuk daerah terus berkurang, hal tersebut berpotensi berdampak pada penurunan kualitas pembangunan infrastruktur maupun pelayanan publik di daerah.

Pertemuan tersebut dihadiri 12 pakar pemerintahan dari berbagai lembaga dan perguruan tinggi, di antaranya Irfan Ridwan Maksum, Aditya Perdana, Djohermansyah Djohan, Ahmad Fairuz, Lili Romli, Hanif, Trubus Rahardiansyah, Muhadam Labolo, Riant Nugroho, Armand Suparman, Satya Arinanto, serta Mulyadi.

Tags: Djohermansyah DjohanJusuf KallaKesejahteraankunjunganMetapos.idpakar pemerintahanPembangunanPemdaPemerintah pusat
Previous Post

Ribuan Pemudik Diberangkatkan TNI AL ke Bangka Belitung Menggunakan Kapal Perang

Next Post

Harga Tiket Jeddah–Jakarta Naik Tajam, Capai Rp 20 Juta Akibat Konflik Kawasan

Related Posts

PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026
Nasional

PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026

16 June 2026
Penganiayaan PMI di Malaysia Jadi Sorotan, DPR Dorong Pendampingan dan Perlindungan
Nasional

Penganiayaan PMI di Malaysia Jadi Sorotan, DPR Dorong Pendampingan dan Perlindungan

16 June 2026
Anggaran Rp270 Triliun Tahun 2027 Belum Final, Fokus pada Ketepatan Sasaran
Nasional

Anggaran Rp270 Triliun Tahun 2027 Belum Final, Fokus pada Ketepatan Sasaran

16 June 2026
Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Nasional

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

16 June 2026
RDP Komisi IX dan BGN Fokus pada Rencana Anggaran Tahun 2027
Nasional

RDP Komisi IX dan BGN Fokus pada Rencana Anggaran Tahun 2027

15 June 2026
Purbaya Nilai Pemulihan Aset Eddy Tansil Jadi Bukti Negara Konsisten Kejar Kerugian
Nasional

Purbaya Nilai Pemulihan Aset Eddy Tansil Jadi Bukti Negara Konsisten Kejar Kerugian

15 June 2026
Next Post
Harga Tiket Jeddah–Jakarta Naik Tajam, Capai Rp 20 Juta Akibat Konflik Kawasan

Harga Tiket Jeddah–Jakarta Naik Tajam, Capai Rp 20 Juta Akibat Konflik Kawasan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini