Metapos.id, Jakarta – Sebuah kapal tanker dilaporkan mengalami ledakan besar di perairan dekat Kuwait yang menyebabkan minyak tumpah ke laut. Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Laporan dari otoritas keamanan maritim menyebutkan bahwa kapten sebuah kapal tanker yang sedang berlabuh melihat dan mendengar ledakan besar dari sisi kiri kapal. Setelah ledakan terjadi, terlihat sebuah kapal kecil meninggalkan area tersebut di sekitar wilayah lepas pantai Mubarak Al-Kabeer.
Ledakan itu mengakibatkan minyak keluar dari tangki kargo dan mencemari permukaan laut. Tumpahan tersebut berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan perairan di sekitar lokasi kejadian.
Kementerian Dalam Negeri Kuwait menyatakan bahwa insiden tersebut terjadi di luar wilayah perairan teritorial Kuwait, sekitar 60 kilometer dari Pelabuhan Mubarak Al-Kabeer.
Peristiwa ini terjadi saat situasi keamanan di Timur Tengah masih memanas setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Garda Revolusi Iran bahkan menyatakan memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz, jalur pelayaran yang sangat penting bagi distribusi minyak dan gas dunia, serta memperingatkan bahwa kapal yang melintas dapat menjadi target serangan.
Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, perusahaan pelayaran asal China, Cosco, yang mengoperasikan salah satu armada kapal tanker terbesar di dunia, mengumumkan akan menangguhkan layanan pelayaran menuju dan dari negara-negara Teluk, termasuk Kuwait.














