Metapos.id, Jakarta – Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran dalam operasi gabungan yang menyebabkan ledakan terdengar di sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Teheran.
Sejumlah rudal dilaporkan menghantam kawasan University Street dan area Jomhouri di Teheran, menurut kantor berita Fars. Asap tebal terlihat membumbung di beberapa titik kota. Media semi-resmi Tasnim juga melaporkan ledakan di wilayah Seyyed Khandan, Teheran utara. Selain itu, sejumlah laporan menyebutkan serangan terjadi di berbagai wilayah lain, termasuk Provinsi Ilam di bagian barat Iran.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan operasi militer besar telah dimulai dan bertujuan menghilangkan ancaman yang dianggap datang dari rezim Iran. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan untuk melindungi rakyat Amerika dari ancaman yang dinilai segera.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan dilakukan sebagai operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel. Kepada Reuters, pejabat AS lainnya menyebutkan serangan dilancarkan melalui jalur udara dan laut.
Di pihak Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut operasi ini bertujuan menghapus apa yang disebutnya sebagai “ancaman eksistensial” dari Iran. Ia juga memuji kepemimpinan Trump dalam pelaksanaan operasi bersama tersebut.
Sementara itu, seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran tengah mempersiapkan respons balasan yang disebut akan “menghancurkan”. Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa negara itu bersiap mengambil langkah pembalasan terhadap Israel dengan respons kuat.
Salah satu titik yang dilaporkan menjadi sasaran berada di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Namun, menurut laporan, Khamenei tidak berada di Teheran dan telah dipindahkan ke lokasi yang aman.
Tak lama setelah serangan ke Iran, ledakan juga terdengar di wilayah utara Israel saat sistem pertahanan udara negara itu berupaya mencegat rudal yang diluncurkan dari Iran. Militer Israel sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini kepada publik mengenai kemungkinan serangan balasan. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan besar di Israel.
Otoritas Bandara Israel mengumumkan penutupan wilayah udara untuk seluruh penerbangan sipil. Kedutaan Besar AS di Qatar juga menginstruksikan seluruh personel untuk berlindung di tempat, sementara Kementerian Transportasi Irak menutup wilayah udara nasionalnya.
Seorang pejabat pertahanan Israel yang dikutip Reuters menyatakan bahwa rencana serangan telah disusun selama berbulan-bulan, dan waktu peluncurannya diputuskan beberapa pekan lalu, meski negosiasi antara AS dan Iran masih berlangsung terkait program nuklir Teheran.
Di Teheran, koresponden Al Jazeera melaporkan gangguan komunikasi seluler di sejumlah area ibu kota, dengan panggilan telepon yang tidak dapat dilakukan untuk sementara waktu.













