Friday, May 29, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Sidang Chromebook Ungkap Fakta Baru, Saksi Tegaskan Tak Ada Dana Mengalir ke Nadiem

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
25 February 2026
in Hukum & Kriminal
Sidang Chromebook Ungkap Fakta Baru, Saksi Tegaskan Tak Ada Dana Mengalir ke Nadiem

Metapos.id, Jakarta – Sidang lanjutan perkara pengadaan laptop Chromebook pada 23 Februari 2026 menghadirkan sejumlah fakta penting di persidangan. Keterangan para saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), serta penjelasan dari Nadiem Makarim, memperjelas isu yang selama ini berkembang, mulai dari persoalan harga, dugaan aliran dana Rp809 miliar, hingga tuduhan konflik kepentingan terkait investasi Google di Gojek.

Dalam persidangan, Nadiem menjelaskan bahwa pembentukan harga Chromebook harus dilihat berdasarkan rantai distribusi yang sebenarnya. Dari keterangan para saksi terungkap bahwa harga dari prinsipal ke distributor berada di kisaran Rp4 juta per unit, sementara harga produksi disebut berada di rentang Rp3,4–3,7 juta. Setelah melalui distribusi hingga e-katalog, harga pembelian sekitar Rp5,5 juta dinilai masih dalam batas wajar.

BACA JUGA

Kasus Korupsi Ekspor CPO, Mantan Komisioner Ombudsman RI Resmi Jadi Tersangka

Petugas Rutan Salemba Gagalkan Penyelundupan 15 Gram Sabu oleh Pengunjung

Menurutnya, asumsi JPU yang menyebut harga Chromebook seharusnya berada di kisaran Rp3 jutaan tidak mencerminkan proses pembentukan harga dari tingkat produksi hingga sampai ke pengguna akhir.

“Seluruh saksi dari GoTo, Gojek, vendor, hingga prinsipal telah menjelaskan struktur harga tersebut. Dengan rantai distribusi yang ada, harga Rp5,5 juta tidak menunjukkan adanya kemahalan maupun kerugian negara,” ujar Nadiem di persidangan.

Isu Aliran Dana Rp809 Miliar

Terkait dugaan aliran dana Rp809 miliar, Nadiem menegaskan bahwa transaksi antara Google dan Gojek merupakan aksi korporasi yang tidak berkaitan dengan pengadaan Chromebook di kementerian maupun keuntungan pribadi.

Sejumlah saksi dari internal perusahaan, termasuk Andre Sulistyo, Kevin Aluwi, dan Adestya Kamelia, menyampaikan bahwa transaksi Rp809 miliar dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) ke PT Gojek Indonesia (GI) tidak memiliki hubungan dengan pengadaan laptop di kementerian. Mereka juga menegaskan bahwa Nadiem tidak menerima dana pribadi dari transaksi tersebut.

Adestya menyatakan bahwa berdasarkan penelusuran dokumen perusahaan, tidak ditemukan kaitan antara transaksi tersebut dengan pengadaan Chromebook. Sementara Andre Sulistyo menjelaskan bahwa transaksi Rp809 miliar merupakan penerbitan saham baru pada Oktober 2021 yang menyebabkan dilusi pemegang saham lama. Dana tersebut masuk ke perusahaan dan pada hari yang sama digunakan untuk pelunasan utang, sebagaimana tercatat dalam dokumen perbankan, akta notaris, serta persetujuan Kementerian Hukum dan HAM.

Bantahan Konflik Kepentingan

Penasihat hukum Nadiem, Dodi S. Abdulkadir, dalam keterangannya menyampaikan bahwa tidak terdapat bukti aliran dana maupun bentuk balas jasa kepada Google. Ia menegaskan bahwa transaksi korporasi tersebut telah diaudit, tercatat secara resmi, serta berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurutnya, tuduhan konflik kepentingan maupun dugaan memperkaya diri sebesar Rp809 miliar tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Ia bahkan menyatakan bahwa berdasarkan fakta persidangan, perkara tersebut seharusnya dihentikan.

Dengan berbagai keterangan saksi dan dokumen yang diungkap di ruang sidang, isu kemahalan harga, konflik kepentingan, serta dugaan kerugian negara dibantah melalui fakta yang disampaikan di persidangan.

Tags: Google GojekGOTOkasus pengadaan laptopkonflik kepentinganMetapos.idNadiem MakarimRp809 miliarSidang Chromebook
Previous Post

BPJS Kesehatan Naik? Menkes Tegaskan Warga Miskin Tak Terdampak

Next Post

Kapolri Ajak Media Bersinergi Awasi Kinerja Polri dan Jaga Stabilitas Nasional

Related Posts

Kasus Korupsi Ekspor CPO, Mantan Komisioner Ombudsman RI Resmi Jadi Tersangka
Hukum & Kriminal

Kasus Korupsi Ekspor CPO, Mantan Komisioner Ombudsman RI Resmi Jadi Tersangka

26 May 2026
Petugas Rutan Salemba Gagalkan Penyelundupan 15 Gram Sabu oleh Pengunjung
Hukum & Kriminal

Petugas Rutan Salemba Gagalkan Penyelundupan 15 Gram Sabu oleh Pengunjung

22 May 2026
Kemendikdasmen Tegaskan Anak di Bawah 7 Tahun Bisa Masuk SD
Hukum & Kriminal

Dua WNI Disekap Sindikat Penyelundup Timah, Bareskrim Lakukan Penyelamatan

22 May 2026
Polisi Tetapkan Penyedia Open Trip Gunung Dukono Jadi Tersangka
Hukum & Kriminal

Polisi Tetapkan Penyedia Open Trip Gunung Dukono Jadi Tersangka

22 May 2026
Selebgram Pengguna Whip Pink Akan Diperiksa Bareskrim
Hukum & Kriminal

Selebgram Pengguna Whip Pink Akan Diperiksa Bareskrim

20 May 2026
Cekcok Saat Bertugas, Petugas PPSU Jadi Korban Penusukan di Jatinegara
Hukum & Kriminal

Cekcok Saat Bertugas, Petugas PPSU Jadi Korban Penusukan di Jatinegara

20 May 2026
Next Post
Kapolri Ajak Media Bersinergi Awasi Kinerja Polri dan Jaga Stabilitas Nasional

Kapolri Ajak Media Bersinergi Awasi Kinerja Polri dan Jaga Stabilitas Nasional

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini