Metapos.id, Jakarta – Aksi seorang perempuan warga negara asing (WNA) yang mengamuk di sebuah musala di kawasan Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, memicu kericuhan saat warga tengah melaksanakan tadarus pada malam pertama Ramadan. Kejadian tersebut menjadi viral setelah rekaman videonya tersebar luas di media sosial.
Diduga tidak terima dengan suara pengeras suara tadarusan, perempuan itu mendatangi musala sambil meluapkan emosi. Ia berteriak kepada para jamaah, masuk ke dalam bangunan, lalu merusak mikrofon yang digunakan dalam kegiatan mengaji.
Ketegangan pun meningkat dan berujung pada keributan. Adu argumen terjadi antara perempuan tersebut dan sejumlah warga sekitar. Dalam peristiwa itu, seorang warga mengalami luka akibat cakaran, sementara seorang tokoh masyarakat setempat sempat terjatuh saat berusaha menenangkan situasi.
Setelah insiden tersebut, perempuan itu meninggalkan lokasi dan kembali ke vila tempatnya menginap yang berada sekitar 50 meter dari musala.
Peristiwa ini menuai berbagai tanggapan dari masyarakat luas dan menjadi sorotan publik di media sosial, terutama terkait persoalan toleransi, etika hidup bermasyarakat, serta penghormatan terhadap aktivitas keagamaan di ruang publik.













