• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Monday, April 6, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Internasional

Konflik Online Knetz dan SEAblings Meluas, Isu Rasisme Picu Solidaritas Regional

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
20 February 2026
in Internasional
Vonis Seumur Hidup untuk Yoon Suk-yeol, Pengadilan Tegaskan Pemberontakan Lewat Darurat Militer
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Jagat media sosial dalam beberapa pekan terakhir diwarnai ketegangan antara Knetz dan SEAblings. Perseteruan digital ini melibatkan netizen Korea Selatan dengan warganet Asia Tenggara, termasuk dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Isu yang mencuat pun sensitif, mulai dari rasisme hingga solidaritas lintas negara di ruang digital.

Knetz merupakan sebutan bagi netizen Korea Selatan yang aktif di internet, khususnya dalam diskusi budaya pop dan hiburan. Sementara SEAblings, singkatan dari South East Asia Siblings, muncul sebagai simbol persatuan warganet Asia Tenggara yang saling mendukung ketika ada pihak dari kawasan mereka yang dianggap diserang atau direndahkan secara daring.

Awal mula konflik disebut terjadi setelah konser grup musik Korea Selatan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Januari 2026. Dalam acara tersebut, sejumlah penggemar asal Korea Selatan diduga membawa kamera profesional yang sebenarnya dilarang oleh penyelenggara. Kritik dari penonton lokal kemudian berlanjut ke media sosial.

Situasi memanas ketika sebagian netizen Korea dilaporkan melontarkan komentar bernada merendahkan terhadap masyarakat Asia Tenggara, termasuk hinaan terkait fisik, warna kulit, dan kondisi ekonomi. Unggahan tersebut memicu kemarahan luas dan mendorong warganet Asia Tenggara bersatu di bawah tagar solidaritas SEAblings.

“Perang digital” pun tak terhindarkan di berbagai platform seperti X (Twitter). Kedua kubu saling membalas melalui komentar, meme, hingga unggahan sindiran. Beberapa figur publik bahkan ikut terseret meski tidak terlibat langsung, memperlihatkan bagaimana konflik daring dapat meluas dengan cepat.

Sebagian komentar dari kubu Knetz juga mempertanyakan alasan penggemar Asia Tenggara mendukung artis Korea, yang semakin memperkeruh suasana. Di sisi lain, fenomena SEAblings justru menunjukkan kekuatan solidaritas digital kawasan Asia Tenggara dalam melawan diskriminasi.

Beberapa influencer Korea Selatan kemudian menyampaikan permintaan maaf terbuka dan menegaskan bahwa tindakan rasis tidak mencerminkan seluruh masyarakat Korea Selatan. Mereka juga mengajak publik untuk menghentikan konflik dan membangun dialog yang lebih sehat.

Perseteruan Knetz vs SEAblings menjadi gambaran nyata bagaimana media sosial mampu memperbesar persoalan menjadi polemik lintas negara. Peristiwa ini sekaligus menyoroti persoalan stereotip, kesenjangan budaya, serta dampak cyberbullying di era digital.

Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
download intex firmware
Download WordPress Themes Free
free online course
Tags: isu rasismeKnetzMetapos.idnetizen Asia Tenggaranetizen Korea Selatanperang digitalSEAblingssolidaritas regional
Desti Dwi Natasya

Desti Dwi Natasya

Related Posts

Komodo Curian Dijual ke Surabaya, Upaya Penyelundupan ke Thailand Digagalkan

Komodo Curian Dijual ke Surabaya, Upaya Penyelundupan ke Thailand Digagalkan

by Taufik Hidayat
6 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Polisi menangkap dua pria asal Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, karena mencuri seekor komodo. Mereka kemudian menjual...

Wamenkes Ungkap Penyebab 72 Siswa SD Keracunan MBG di Duren Sawit

Wamenkes Ungkap Penyebab 72 Siswa SD Keracunan MBG di Duren Sawit

by Taufik Hidayat
6 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengungkap penyebab keracunan massal siswa SD di Duren Sawit. Kasus ini...

Keracunan MBG di Jakarta Timur, 72 Siswa Dirawat dan Kini Hampir Semua Pulang

Keracunan MBG di Jakarta Timur, 72 Siswa Dirawat dan Kini Hampir Semua Pulang

by Farida Ratnawati
6 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Keracunan MBG di Jakarta Timur menyebabkan puluhan siswa harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Oleh karena...

Wabah Campak di Bangladesh Tewaskan 38 Anak, Pemerintah Percepat Imunisasi

Wabah Campak di Bangladesh Tewaskan 38 Anak, Pemerintah Percepat Imunisasi

by Desti Dwi Natasya
6 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Wabah campak di Bangladesh kembali menjadi perhatian setelah menewaskan puluhan anak sepanjang tahun ini. Oleh karena itu,...

Next Post
Era Baru BPJS: Cak Imin Lantik Direksi Periode 2026–2031

Era Baru BPJS: Cak Imin Lantik Direksi Periode 2026–2031

Recommended.

DPR Kritik 28 Perusahaan Penyebab Banjir Masih Beroperasi Meski Izin Dicabut

DPR Kritik 28 Perusahaan Penyebab Banjir Masih Beroperasi Meski Izin Dicabut

25 January 2026
BEI Akan Aktifkan Kembali Kode Domisili Investor Mulai September 2025

BEI Akan Aktifkan Kembali Kode Domisili Investor Mulai September 2025

11 August 2025

Trending.

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Penukaran Uang Baru Ramadan Sudah Bisa Dilakukan Mulai 20 Maret

Penukaran Uang Baru Ramadan Sudah Bisa Dilakukan Mulai 20 Maret

16 March 2023
Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

20 March 2026
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini