Saturday, September 12, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Konflik Online Knetz dan SEAblings Meluas, Isu Rasisme Picu Solidaritas Regional

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
20 February 2026
in Internasional
Vonis Seumur Hidup untuk Yoon Suk-yeol, Pengadilan Tegaskan Pemberontakan Lewat Darurat Militer

Metapos.id, Jakarta – Jagat media sosial dalam beberapa pekan terakhir diwarnai ketegangan antara Knetz dan SEAblings. Perseteruan digital ini melibatkan netizen Korea Selatan dengan warganet Asia Tenggara, termasuk dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Isu yang mencuat pun sensitif, mulai dari rasisme hingga solidaritas lintas negara di ruang digital.

Knetz merupakan sebutan bagi netizen Korea Selatan yang aktif di internet, khususnya dalam diskusi budaya pop dan hiburan. Sementara SEAblings, singkatan dari South East Asia Siblings, muncul sebagai simbol persatuan warganet Asia Tenggara yang saling mendukung ketika ada pihak dari kawasan mereka yang dianggap diserang atau direndahkan secara daring.

BACA JUGA

Putin, Xi dan Presiden Iran Bertemu di India

Feri Terbakar di Filipina, 5 Tewas

Awal mula konflik disebut terjadi setelah konser grup musik Korea Selatan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Januari 2026. Dalam acara tersebut, sejumlah penggemar asal Korea Selatan diduga membawa kamera profesional yang sebenarnya dilarang oleh penyelenggara. Kritik dari penonton lokal kemudian berlanjut ke media sosial.

Situasi memanas ketika sebagian netizen Korea dilaporkan melontarkan komentar bernada merendahkan terhadap masyarakat Asia Tenggara, termasuk hinaan terkait fisik, warna kulit, dan kondisi ekonomi. Unggahan tersebut memicu kemarahan luas dan mendorong warganet Asia Tenggara bersatu di bawah tagar solidaritas SEAblings.

“Perang digital” pun tak terhindarkan di berbagai platform seperti X (Twitter). Kedua kubu saling membalas melalui komentar, meme, hingga unggahan sindiran. Beberapa figur publik bahkan ikut terseret meski tidak terlibat langsung, memperlihatkan bagaimana konflik daring dapat meluas dengan cepat.

Sebagian komentar dari kubu Knetz juga mempertanyakan alasan penggemar Asia Tenggara mendukung artis Korea, yang semakin memperkeruh suasana. Di sisi lain, fenomena SEAblings justru menunjukkan kekuatan solidaritas digital kawasan Asia Tenggara dalam melawan diskriminasi.

Beberapa influencer Korea Selatan kemudian menyampaikan permintaan maaf terbuka dan menegaskan bahwa tindakan rasis tidak mencerminkan seluruh masyarakat Korea Selatan. Mereka juga mengajak publik untuk menghentikan konflik dan membangun dialog yang lebih sehat.

Perseteruan Knetz vs SEAblings menjadi gambaran nyata bagaimana media sosial mampu memperbesar persoalan menjadi polemik lintas negara. Peristiwa ini sekaligus menyoroti persoalan stereotip, kesenjangan budaya, serta dampak cyberbullying di era digital.

Tags: isu rasismeKnetzMetapos.idnetizen Asia Tenggaranetizen Korea Selatanperang digitalSEAblingssolidaritas regional
Previous Post

Utang Luar Negeri RI Tembus USD431,7 Miliar pada Akhir 2025

Next Post

Era Baru BPJS: Cak Imin Lantik Direksi Periode 2026–2031

Related Posts

Putin, Xi Jinping, dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan bertemu di India dalam momentum KTT BRICS di tengah konflik global.
Internasional

Putin, Xi dan Presiden Iran Bertemu di India

11 September 2026
Kapal feri M/V June Aster terbakar di perairan Palawan, Filipina. Lima orang tewas dan puluhan lainnya masih dalam pencarian.
Internasional

Feri Terbakar di Filipina, 5 Tewas

10 September 2026
Pakar meragukan klaim Donald Trump bahwa perang AS-Iran akan berakhir setelah pemilu sela Amerika Serikat pada November 2026.
Internasional

Pakar Ragukan Perang Iran Berakhir Usai Pemilu AS

10 September 2026
Kasus Ebola di Kongo mencapai 6.757 dengan 3.267 kematian sejak awal wabah. Inggris menyalurkan bantuan untuk memperkuat penanganan.
Internasional

Wabah Ebola Kongo Capai 3.267 Kematian

10 September 2026
Sebanyak 110 warga negara asing yang menjadi buron Interpol diketahui bersembunyi di Korea Selatan, dengan kasus penipuan menjadi pelanggaran terbanyak.
Internasional

110 Buron Interpol Terdeteksi Bersembunyi di Korea Selatan

9 September 2026
Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penerbangan dialihkan ke enam bandara alternatif.
Internasional

Menara Eiffel Mendadak Tutup, Ini Penyebabnya

8 September 2026
Next Post
Era Baru BPJS: Cak Imin Lantik Direksi Periode 2026–2031

Era Baru BPJS: Cak Imin Lantik Direksi Periode 2026–2031

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini