Metapos.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membantu Pemerintah Provinsi Banten dalam menangani permasalahan sampah yang terjadi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Menurut Pramono, tawaran bantuan tersebut telah disampaikan secara langsung kepada Gubernur Banten Andra Soni. Ia menilai persoalan pengelolaan sampah yang melibatkan lebih dari satu wilayah seharusnya ditangani melalui kerja sama antardaerah, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Pramono menegaskan, Pemprov DKI Jakarta siap memberikan dukungan, khususnya pada aspek pengangkutan sampah, apabila kendala utama berada pada sisi transportasi. Ia menyebut Jakarta memiliki sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi penumpukan sampah di Tangsel.
Meski demikian, Pramono menekankan bahwa kewenangan terkait lokasi pembuangan dan pengelolaan akhir sampah sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Bantuan yang ditawarkan, kata dia, merupakan bentuk sinergi antarwilayah.
“Kami ingin saling melengkapi, bukan mengambil alih kewenangan daerah lain,” ujar Pramono.
Diketahui, dalam beberapa waktu terakhir persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan menjadi sorotan akibat terhambatnya proses pengangkutan dan pembuangan, yang menyebabkan penumpukan di sejumlah titik. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota Tangsel menetapkan status tanggap darurat sampah pada 6 hingga 19 Januari 2026.
Untuk mempercepat penanganan, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie membentuk tim khusus percepatan pengelolaan sampah yang bertugas di tujuh kecamatan di wilayah Tangsel.












