Monday, June 22, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Ngabuburit, Tradisi Menunggu Waktu Berbuka yang Melekat di Bulan Ramadan

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
5 February 2026
in Nasional
Ngabuburit, Tradisi Menunggu Waktu Berbuka yang Melekat di Bulan Ramadan

Metapos.id, Jakarta — Ngabuburit telah menjadi tradisi yang lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia saat bulan Ramadan.

Istilah ini merujuk pada beragam kegiatan yang dilakukan pada sore hari sebagai cara mengisi waktu hingga tibanya azan magrib atau waktu berbuka puasa.

BACA JUGA

Bus TransJakarta Tabrak Separator, Sejumlah Rute Sempat Terdampak

MRT Jakarta Berlakukan Tarif Rp1 Selama Tiga Hari, Catat Jadwalnya

Dalam praktiknya, ngabuburit dilakukan oleh berbagai kalangan, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama keluarga dan kerabat.

Aktivitas yang dipilih pun beragam, mulai dari bersantai, berjalan-jalan, hingga mengikuti kegiatan keagamaan atau hiburan ringan yang bernuansa Ramadan.

Dari sisi bahasa, ngabuburit berasal dari kosakata Sunda yang telah digunakan sejak lama di wilayah Jawa Barat. Istilah tersebut pada awalnya berkaitan dengan kebiasaan menunggu datangnya waktu sore, sebagaimana tercatat dalam Kamus Bahasa Sunda terbitan Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda (LBSS).

LBSS menyebutkan bahwa kata ngabuburit bersumber dari ungkapan ngalantung ngadagoan burit, yang memiliki arti bersantai sambil menanti sore hari. Seiring waktu, penggunaan istilah ini mengalami pergeseran makna dan semakin identik dengan kegiatan menunggu waktu berbuka puasa selama Ramadan.

Meskipun berakar dari bahasa daerah, penggunaan istilah ngabuburit kini telah meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Kata ini bahkan telah dibakukan dan tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai kegiatan menunggu azan magrib pada bulan Ramadan.

Penjelasan serupa juga disampaikan melalui situs resmi PPID Kota Serang yang menyebut bahwa istilah ngabuburit tersusun dari imbuhan “nga” dan kata “burit” yang bermakna sore atau senja. Kombinasi keduanya menggambarkan aktivitas menghabiskan waktu menjelang magrib.

Penggunaan kata ngabuburit mulai dikenal secara luas sejak dekade 1980-an, terutama di Kota Bandung. Pada masa itu, istilah ini kerap digunakan dalam berbagai kegiatan kepemudaan, termasuk acara musik dan kegiatan sosial bernuansa Islami saat Ramadan.

Seiring perkembangannya, ngabuburit tidak lagi sekadar istilah, melainkan telah menjadi tradisi nasional yang mencerminkan suasana khas sore hari di bulan Ramadan. Hingga kini, tradisi tersebut tetap dijalankan dan menjadi bagian dari kekayaan budaya Ramadan di Indonesia.

Tags: Aktivitasberbuka puasabudayaLBSSmasyarakatMetapos.idNgabuburitsenjaTradisi
Previous Post

Pergerakan Tanah di Tegal Masih Berlanjut, Ini Penjelasan BRIN

Next Post

Pramono Nyatakan Kesiapan Jakarta Bantu Penanganan Sampah Tangsel

Related Posts

Bus TransJakarta Tabrak Separator, Sejumlah Rute Sempat Terdampak
Nasional

Bus TransJakarta Tabrak Separator, Sejumlah Rute Sempat Terdampak

22 June 2026
Warga China Mulai Tinggalkan Nobar Piala Dunia 2026, Ini Penyebabnya
Nasional

MRT Jakarta Berlakukan Tarif Rp1 Selama Tiga Hari, Catat Jadwalnya

22 June 2026
BMKG: Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Pacitan 2026 Tidak Picu Tsunami
Nasional

BMKG: Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Pacitan 2026 Tidak Picu Tsunami

21 June 2026
Program Pilah Sampah Jakarta Jadi Acuan, Zulhas Ajak Daerah Berbenah
Nasional

Program Pilah Sampah Jakarta Jadi Acuan, Zulhas Ajak Daerah Berbenah

21 June 2026
MK: Pembagian Peran dalam UU Perkawinan Tidak Batasi Istri Bekerja
Nasional

MK: Pembagian Peran dalam UU Perkawinan Tidak Batasi Istri Bekerja

20 June 2026
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia di GMTI 2026, Perkuat Sektor Wisata Halal
Nasional

Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia di GMTI 2026, Perkuat Sektor Wisata Halal

20 June 2026
Next Post
Pramono Nyatakan Kesiapan Jakarta Bantu Penanganan Sampah Tangsel

Pramono Nyatakan Kesiapan Jakarta Bantu Penanganan Sampah Tangsel

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini