Metapos.id, Jakarta – Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat melontarkan candaan ringan saat mengenang kisah keluarganya dalam sebuah acara resmi. Ia berseloroh mengenai harapan agar cucunya dapat lahir di Kota Solo, yang kerap dipandang memiliki makna simbolik dalam sejarah kepemimpinan nasional.
Guyonan tersebut disampaikan Arief ketika memberikan sambutan pada acara wisuda purnabakti Hakim Konstitusi yang berlangsung di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026).
Dalam kesempatan itu, ia menceritakan pengalaman anak bungsunya yang sempat mempertimbangkan dua lokasi persalinan, yakni Semarang dan Solo, setelah mengetahui calon bayi berjenis kelamin laki-laki.
Menurut Arief, anaknya sempat berkelakar bahwa jika sang anak dilahirkan di Solo, maka kelak berpeluang menjadi presiden atau wakil presiden. Candaan tersebut, kata dia, tidak lepas dari pandangan sebagian masyarakat yang mengaitkan Solo dengan lahirnya figur-figur pemimpin nasional.
Meski disampaikan dengan nada bercanda, Arief menegaskan doa terbaiknya agar cucunya kelak tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat dan mampu memimpin dengan nilai-nilai kebaikan, terlepas dari posisi atau jabatan apa pun yang dijalani di masa depan.
Dalam pidato yang sama, Arief juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat memiliki keinginan agar anaknya terjun ke dunia politik dan menempuh jalur kepemimpinan nasional. Namun, harapan tersebut tidak terwujud karena anak-anaknya memilih fokus di bidang akademik.
Kini, kedua anak Arief menjalani karier sebagai dosen di perguruan tinggi negeri, masing-masing di Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Sebelas Maret (UNS). Ia pun menyampaikan rasa syukurnya atas pilihan tersebut serta dukungan penuh yang diberikan anak-anaknya selama ia menjalani tugas sebagai hakim konstitusi.












