Metapos.id, Jakarta – Pemerintah Indonesia akan mencatat sejarah sebagai negara pertama yang memiliki properti di dua kota suci Islam, Makkah dan Madinah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari rencana pembangunan Kompleks Haji Indonesia untuk menunjang kebutuhan jemaah haji Tanah Air.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan, rencana tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat bertemu dengan sejumlah tokoh agama Islam di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Dalam pertemuan itu, Presiden menyampaikan bahwa hingga kini belum ada negara lain yang memperoleh kesempatan serupa dari Pemerintah Arab Saudi.
“Indonesia menjadi negara pertama yang diberi peluang untuk membeli properti di Makkah dan Madinah. Kesempatan ini belum pernah diberikan kepada negara lain,” kata Nasaruddin, Rabu (4/2/2026).
Menurut Nasaruddin, kepercayaan tersebut tidak terlepas dari hubungan bilateral yang erat antara Indonesia dan Arab Saudi, khususnya kedekatan Presiden Prabowo dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Hubungan diplomatik yang kuat itu membuka jalan bagi Indonesia untuk memperoleh lahan strategis di kawasan dua kota suci.
Ia menjelaskan, rencana pembangunan Kompleks Haji Indonesia di Makkah akan memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 60 hektare dengan jarak sekitar 1 hingga 3 kilometer dari Masjidilharam. Pemerintah juga merencanakan akses langsung ke Masjidilharam melalui pembangunan terowongan khusus guna memudahkan mobilitas jemaah.
“Alhamdulillah, Indonesia memperoleh lahan yang cukup luas dan strategis. Ini merupakan peluang besar untuk meningkatkan kualitas layanan haji bagi jemaah Indonesia,” ujar Nasaruddin.
Pembangunan Kompleks Haji tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menampung dan melayani jemaah haji Indonesia secara lebih nyaman, terintegrasi, dan efisien, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama penyelenggaraan ibadah haji dengan Arab Saudi.













