Friday, July 31, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Ancaman Baru di Timur Tengah: Drone Iran Bidik Kapal Induk Amerika

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
29 January 2026
in Internasional
Ancaman Baru di Timur Tengah: Drone Iran Bidik Kapal Induk Amerika

Metapos.id, Jakarta – Pakar teknologi drone asal Kanada, Cameron Chell, menilai kemampuan drone milik Iran kini menjadi ancaman nyata bagi kapal induk Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di kawasan Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu (25/1), Chell yang juga CEO dan pendiri perusahaan drone Dragonfly mengungkapkan bahwa Iran memiliki pendekatan militer yang dinilai efektif untuk menantang sistem pertahanan konvensional AS. Strategi tersebut dilakukan dengan mengerahkan drone dalam jumlah besar secara bersamaan.

BACA JUGA

Mengapa AS Tak Mendukung Reza Pahlavi Memimpin Iran?

Konser Kanye West di Jakarta Janjikan Pengalaman dengan Dome Stage Spektakuler

Ia menilai pola tersebut berbeda dengan doktrin militer AS yang masih bertumpu pada kapal perang berukuran besar dengan kecepatan dan manuver terbatas.

Menurut Chell, penggunaan drone secara masif memberi Iran keunggulan strategis dalam mengincar kapal permukaan milik AS. Ia menyebut aset militer AS di kawasan relatif mudah terdeteksi radar karena ukurannya besar dan pergerakannya lambat.

Lebih lanjut, Chell menjelaskan bahwa kekuatan utama Iran terletak pada taktik serangan jenuh atau saturation attack, yakni dengan meluncurkan ratusan drone dalam waktu singkat untuk membebani sistem pertahanan lawan.

“Dalam skenario seperti itu, hampir dapat dipastikan sebagian drone akan berhasil menembus pertahanan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sebagian besar sistem pertahanan modern tidak dirancang untuk menghadapi serangan drone secara masif dan simultan.

Selain itu, drone-drone yang digunakan Iran umumnya diproduksi dengan biaya rendah.

Hal ini memungkinkan Teheran melancarkan serangan dalam skala besar tanpa menanggung kerugian finansial yang signifikan.

Ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik terbuka yang juga berpotensi melibatkan Israel, menyusul dinamika geopolitik yang memanas sejak bentrokan pada Juni lalu.

Washington dikabarkan tengah mempertimbangkan opsi militer terhadap Iran sebagai respons atas tindakan keras pemerintah Teheran terhadap gelombang demonstrasi besar yang berlangsung sejak akhir Desember. Pemerintah Iran mengklaim lebih dari 3.000 orang tewas dalam rangkaian unjuk rasa tersebut.

Pada Senin (26/1), kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln dilaporkan telah tiba di Timur Tengah dan kini beroperasi bersama sejumlah kapal perusak berpeluru kendali. AS juga memperkuat kehadiran militernya dengan mengirimkan skuadron jet tempur F-15E Strike Eagle ke kawasan tersebut.

Di sisi lain, Iran menegaskan akan membalas setiap serangan yang dilancarkan terhadap wilayahnya. Kelompok milisi sekutu Iran di kawasan Timur Tengah pun menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam konflik.

Pada Selasa (27/1), Iran menggelar latihan militer di wilayah udara Selat Hormuz yang dijadwalkan berlangsung hingga 29 Januari.

Pada hari yang sama, AS turut mengumumkan rencana latihan besar Angkatan Udara di Timur Tengah, meski rincian waktu dan lokasi belum dipublikasikan.

Tags: AmerikaCameron ChelldroneGeopolitikIranKapal indukKecepatanmanuverMetapos.idPakar teknologi
Previous Post

Herdman Kirim Sinyal ke Pemain Muda: Bersinar di Liga, Pintu Timnas Terbuka

Next Post

BTN Expo 2026 Resmi Dibuka BTN Perkuat Peran Sebagai Bank Modern Lewat Ekosistem Terintegrasi

Related Posts

AS tak dukung Reza Pahlavi
Internasional

Mengapa AS Tak Mendukung Reza Pahlavi Memimpin Iran?

30 July 2026
Konser Kanye West di Jakarta Janjikan Pengalaman dengan Dome Stage Spektakuler
Internasional

Konser Kanye West di Jakarta Janjikan Pengalaman dengan Dome Stage Spektakuler

29 July 2026
Sinopsis Spider-Man: Brand New Day, Babak Baru Peter Parker Dimulai
Internasional

Sinopsis Spider-Man: Brand New Day, Babak Baru Peter Parker Dimulai

29 July 2026
Haruki Murakami Tegas Tolak AI untuk Menulis Novel, Ini Alasannya
Internasional

Haruki Murakami Tegas Tolak AI untuk Menulis Novel, Ini Alasannya

29 July 2026
Sinopsis The East Palace, Misteri Kelam di Balik Istana Terkutuk
Internasional

Sinopsis The East Palace, Misteri Kelam di Balik Istana Terkutuk

29 July 2026
Tolak Kategori Baru, BTS Tak Ikut Grammy Awards 2027
Internasional

Tolak Kategori Baru, BTS Tak Ikut Grammy Awards 2027

29 July 2026
Next Post
BTN Expo 2026 Resmi Dibuka BTN Perkuat Peran Sebagai Bank Modern Lewat Ekosistem Terintegrasi

BTN Expo 2026 Resmi Dibuka BTN Perkuat Peran Sebagai Bank Modern Lewat Ekosistem Terintegrasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini