• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, January 21, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Nasional

SPPG Sindang Sari Klarifikasi Dugaan MBG Busuk di Lampung Utara, 11 Siswa Alami Mual dan Pusing

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
21 January 2026
in Nasional
SPPG Sindang Sari Klarifikasi Dugaan MBG Busuk di Lampung Utara, 11 Siswa Alami Mual dan Pusing
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindang Sari di Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, membantah tudingan telah menyalurkan makanan tidak layak konsumsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 3 Sindang Sari.

Kepala SPPG Sindang Sari, Abib Saputra, menegaskan bahwa informasi yang menyebut menu MBG dalam kondisi basi atau busuk tidak sejalan dengan hasil pengecekan internal yang telah dilakukan. Klarifikasi ini disampaikan sebagai tanggapan atas protes kepala sekolah yang sempat viral di media sosial terkait kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa.

Abib menyebutkan, seluruh proses mulai dari pemilihan bahan, pengolahan makanan, hingga pendistribusian telah dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur. Pada Senin (12/1/2026), menu MBG yang disalurkan terdiri atas nasi putih, telur ceplok saus asam manis, tumis buncis dan wortel, tempe bacem, serta buah anggur. Makanan tersebut didistribusikan sekitar pukul 09.00 WIB dan dikonsumsi siswa tidak lama setelah diterima di sekolah.

Menanggapi keluhan sejumlah siswa yang mengalami mual, pusing, dan sakit perut, Abib menyatakan pihaknya segera melakukan koordinasi dengan pihak sekolah serta instansi terkait guna memastikan penanganan cepat terhadap siswa yang terdampak. Berdasarkan pemeriksaan awal, ia menegaskan bahwa makanan MBG dinyatakan aman dan tidak menimbulkan kejadian luar biasa.

Untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan tersebut, SPPG Sindang Sari turut bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara dalam melakukan pemeriksaan lanjutan serta uji sampel makanan.

Sebelumnya, Kepala SD Negeri 3 Sindang Sari, Ida Yulia Mega, melayangkan protes keras karena menilai menu MBG yang diterima siswa berada dalam kondisi tidak layak konsumsi. Ia mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan kali pertama terjadi, termasuk ditemukannya buah dalam kondisi rusak.

Sementara itu, Kepolisian Daerah Lampung membenarkan adanya 11 siswa yang mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG. Para siswa tersebut sempat menjalani perawatan medis dan kini telah dipulangkan ke rumah masing-masing.

Tags: 11 siswakepala sekolahKeracunanKonsumsiMBGMetapos.idprotesSD Negeri 3 Sindang SariTidak layakviral
Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

Related Posts

28 Perusahaan Pelanggar Kawasan Hutan di Sumatera Diselidiki Kejagung

28 Perusahaan Pelanggar Kawasan Hutan di Sumatera Diselidiki Kejagung

by Taufik Hidayat
21 January 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Kejaksaan Agung (Kejagung) sedang mendalami potensi unsur tindak pidana pada 28 perusahaan yang izinnya dicabut Presiden Prabowo...

Prudential Syariah Gandeng Dompet Dhuafa dan LAZISNU Salurkan Bantuan Tahap Kedua untuk Korban Banjir Aceh

Prudential Syariah Gandeng Dompet Dhuafa dan LAZISNU Salurkan Bantuan Tahap Kedua untuk Korban Banjir Aceh

by Rahmat Herlambang
21 January 2026
0

Metapos.id, Jakarta – PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) kembali melanjutkan kerja sama kemanusiaan bersama Dompet Dhuafa dan LAZISNU...

Pergeseran Batas Negara, Tiga Desa di Nunukan Kini Masuk Wilayah Malaysia

Pergeseran Batas Negara, Tiga Desa di Nunukan Kini Masuk Wilayah Malaysia

by Taufik Hidayat
21 January 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Pemerintah mengonfirmasi adanya perubahan garis batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia yang berdampak pada tiga desa di...

IAI Soroti Tantangan Ekonomi dan Pajak 2026 Lewat Seminar Nasional di BEI

IAI Soroti Tantangan Ekonomi dan Pajak 2026 Lewat Seminar Nasional di BEI

by Rahmat Herlambang
21 January 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menggelar Seminar Nasional bertema “Outlook Ekonomi dan Perpajakan Indonesia 2026: Tata Kelola dan...

Next Post
IAI Soroti Tantangan Ekonomi dan Pajak 2026 Lewat Seminar Nasional di BEI

IAI Soroti Tantangan Ekonomi dan Pajak 2026 Lewat Seminar Nasional di BEI

Recommended.

BTN Sukseskan Program Kendaraan Listrik

BTN Sukseskan Program Kendaraan Listrik

18 May 2023
BI Punya Ruang Kurangi Agresivitas Kenaikan Suku Bunga

BI Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2024 Menjadi 3 Persen

21 February 2024

Trending.

Dosen UIM yang Viral Ludahi Kasir Swalayan Akan Disidang Komisi Disiplin

Dosen UIM yang Viral Ludahi Kasir Swalayan Akan Disidang Komisi Disiplin

26 December 2025
Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Tak Ada Izin Pesta Kembang Api pada Malam Tahun Baru 2026

50 Ucapan Tahun Baru 2026 untuk Perusahaan yang Formal, Singkat, dan Berkesan

31 December 2025
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini