• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Thursday, April 2, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Hukum & Kriminal

Polisi Akhiri Penyelidikan Dugaan Perundungan Siswa SMP di Tangsel, Kasus Diselesaikan Lewat Diversi

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
1 January 2026
in Hukum & Kriminal
Polisi Akhiri Penyelidikan Dugaan Perundungan Siswa SMP di Tangsel, Kasus Diselesaikan Lewat Diversi
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Kepolisian menghentikan penyelidikan kasus dugaan perundungan yang melibatkan siswa SMP Negeri di Tangerang Selatan berinisial MH (13) yang meninggal dunia. Penanganan perkara diselesaikan melalui mekanisme diversi setelah adanya kesepakatan antara pihak-pihak terkait.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor Inkiriwang menyatakan, penghentian penyelidikan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan yang menyimpulkan bahwa kematian korban tidak disebabkan oleh tindakan perundungan, melainkan karena penyakit tumor otak yang dideritanya.

“Kasus ini dihentikan karena telah ditempuh penyelesaian melalui diversi serta hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban meninggal dunia akibat penyakit,” kata Victor, Kamis (1/1/2026).

Diversi merupakan upaya penyelesaian perkara anak di luar proses peradilan pidana dengan pendekatan keadilan restoratif. Mekanisme ini bertujuan mencegah anak berhadapan langsung dengan sistem peradilan formal serta menjamin perlindungan hak anak, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Dalam pelaksanaan diversi tersebut, anak yang diduga terlibat mendapat pendampingan dari pekerja sosial, sementara keluarga korban menerima santunan sebagai bagian dari kesepakatan yang telah dicapai.

Victor menambahkan, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan tenaga medis, mulai dari dokter spesialis anak, neurologi, mata, dokter umum, hingga dokter forensik. Dari hasil pemeriksaan diketahui korban mengidap tumor pada batang otak yang menyebabkan gangguan pada saraf mata.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis berupa MRI dan CT scan di beberapa fasilitas kesehatan, korban dinyatakan meninggal dunia pada 16 November 2025 di RS Fatmawati dengan diagnosis tumor batang otak.

Dengan demikian, kepolisian memastikan tidak ditemukan keterkaitan langsung antara dugaan perundungan dengan penyebab meninggalnya korban.

Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy free download
download samsung firmware
Premium WordPress Themes Download
free download udemy paid course
Tags: AKBP Victor InkiriwangkasusmeninggalMetapos.idperundunganSMP NegeriSPPA
Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

Related Posts

Perbedaan Matcha dan Green Tea, Jangan Lagi Salah Pahami Dua Minuman Ini

Perbedaan Matcha dan Green Tea, Jangan Lagi Salah Pahami Dua Minuman Ini

by Aulia Fitrie
2 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Perbedaan matcha dan teh hijau green tea kini banyak dibahas oleh pencinta minuman sehat. Oleh karena itu,...

Carmen Hearts2Hearts Bertemu Presiden, Prabowo dan Lee Perkuat Kemitraan Strategis

Carmen Hearts2Hearts Bertemu Presiden, Prabowo dan Lee Perkuat Kemitraan Strategis

by Desti Dwi Natasya
2 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Carmen Hearts2Hearts bertemu presiden 2026 saat menghadiri jamuan kenegaraan di Korea Selatan. Oleh karena itu, momen ini...

Italia Hancur: Tiga Kali Gagal ke Piala Dunia, Sang Raksasa Kini Terpuruk

Italia Hancur: Tiga Kali Gagal ke Piala Dunia, Sang Raksasa Kini Terpuruk

by Taufik Hidayat
2 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Tim nasional Italia kembali mengalami kegagalan pahit setelah dipastikan tidak lolos ke Piala Dunia 2026. Kekalahan dari...

Campak Meningkat di Indonesia, Peringkat Kedua Dunia: Gejala, Bahaya, dan Solusinya

Campak Meningkat di Indonesia, Peringkat Kedua Dunia: Gejala, Bahaya, dan Solusinya

by Taufik Hidayat
2 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Lonjakan kasus campak kembali terjadi di berbagai belahan dunia. Indonesia pun kini berada di posisi kedua sebagai...

Next Post
Didukung Mayoritas Cabor, Hidayat Humaid Daftar Lagi Jadi Calon Ketum KONI DKI 2026–2030

Didukung Mayoritas Cabor, Hidayat Humaid Daftar Lagi Jadi Calon Ketum KONI DKI 2026–2030

Recommended.

Perkuat Kemitraan Strategis, BSN Lanjutkan Developer Gathering di Bandung

Perkuat Kemitraan Strategis, BSN Lanjutkan Developer Gathering di Bandung

8 February 2026

Kapolri: Penanganan Karhutla Riau Perlu Kolaborasi Seluruh Pihak

24 July 2025

Trending.

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

20 March 2026
Penukaran Uang Baru Ramadan Sudah Bisa Dilakukan Mulai 20 Maret

Penukaran Uang Baru Ramadan Sudah Bisa Dilakukan Mulai 20 Maret

16 March 2023
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini