• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Monday, March 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Ekbis

Rupiah Bergerak Fluktuatif, Tekanan Dolar AS Masih Membayangi

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
22 December 2025
in Ekbis
Rupiah Bergerak Fluktuatif, Tekanan Dolar AS Masih Membayangi
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan pergerakan tidak stabil pada perdagangan Senin (22/12/2025). Data Bloomberg mencatat rupiah sempat menguat saat pembukaan di level Rp16.748 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu di Rp16.750.

Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Hingga pukul 10.30 WIB, rupiah berbalik melemah ke level Rp16.775 per dolar AS. Pada saat bersamaan, indeks dolar AS terpantau menguat ke posisi 98,61.

Analis Pasar Uang, Rp16.775, menilai tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat. Menurutnya, mata uang Garuda berpeluang kembali melemah ke area Rp16.750 per dolar AS seiring kombinasi sentimen domestik dan global yang belum kondusif.

“Sentimen dari dalam negeri maupun global masih mempengaruhi pergerakan rupiah,” kata Fikri.

Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada kondisi fiskal pemerintah. Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga November 2025 tercatat mencapai Rp560,3 triliun atau setara 2,35 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran defisit fiskal akan melebar hingga melampaui 2,7 persen pada akhir 2025. Sementara itu, pemerintah menargetkan defisit APBN tahun depan berada di kisaran 2,78 persen terhadap PDB.

Sementara dari faktor eksternal, penguatan dolar AS dipengaruhi oleh tren kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat. Kenaikan yield tersebut mendorong penguatan dolar dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain itu, rilis data penjualan ritel AS turut mempengaruhi pergerakan indeks dolar. Penjualan ritel AS pada Oktober 2025 tercatat sebesar USD732,6 miliar, dengan kenaikan bulanan 0,1 persen, lebih rendah dari ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 0,3 persen.

Meski demikian, secara tahunan penjualan ritel AS masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
udemy course download free
download lava firmware
Download Premium WordPress Themes Free
free online course
Tags: APBNdolar AmerikaMetapos.idPDBRp16.775Rupiah
Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

Related Posts

Aksi Gemilang Veda Ega Pratama: Dari Posisi 10 ke Podium Moto3 Brazil

Aksi Gemilang Veda Ega Pratama: Dari Posisi 10 ke Podium Moto3 Brazil

by Taufik Hidayat
22 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Pembalap muda Tanah Air, Veda Ega Pratama, kembali menunjukkan performa impresif di ajang Moto3 Brasil yang menjadi...

Malaysia Cabut Perjanjian dengan AS, Sektor Ekspor Waswas

Malaysia Cabut Perjanjian dengan AS, Sektor Ekspor Waswas

by Taufik Hidayat
22 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (ART) antara Malaysia dan Amerika Serikat kini resmi dihentikan dan tidak lagi berlaku....

Naik Whoosh Lebaran Ini? Siap-Siap Dapat Bonus Diskon dan Akses Gratis!

Naik Whoosh Lebaran Ini? Siap-Siap Dapat Bonus Diskon dan Akses Gratis!

by Taufik Hidayat
22 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menghadirkan program Whoosh Value+ untuk memberikan keuntungan lebih bagi para pengguna...

Baru Pesta di Eropa, Liverpool Langsung Tersungkur di Liga Inggris

Baru Pesta di Eropa, Liverpool Langsung Tersungkur di Liga Inggris

by Taufik Hidayat
22 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Liverpool FC kembali gagal meraih hasil positif di Premier League setelah sebelumnya menunjukkan performa meyakinkan di UEFA...

Next Post
Kontrak Penambangan Blackwater Diperpanjang hingga 2030, BUMA Australia Kantongi AUD740 Juta

Kontrak Penambangan Blackwater Diperpanjang hingga 2030, BUMA Australia Kantongi AUD740 Juta

Recommended.

Fun Ride Bank BTN

Fun Ride Bank BTN

29 October 2022
OJK: Kinerja Industri Keuangan Non Bank per November 2022 Masih Dalam Kondisi Baik

OJK Belum Terima Permohonan Izin Merger BTN Syariah dengan Muamalat

13 January 2024

Trending.

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

20 March 2026
Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

6 March 2026
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini