• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Monday, March 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Internasional

Korea Selatan Siap Bangun Kapal Selam Nuklir untuk Tambah Kekuatan AS di Pasifik

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
21 December 2025
in Internasional
AI Masuk Proses Rekrutmen, Bukannya Efisien Justru Bikin Perusahaan dan Pelamar Sama-Sama Kewalahan
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Ketimpangan kekuatan bawah laut di kawasan Indo-Pasifik menjadi tantangan serius bagi Amerika Serikat. Di tengah keterbatasan jumlah kapal selamnya, Korea Selatan muncul dengan rencana strategis yang berpotensi mengubah peta kekuatan regional: mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir sekaligus membantu meringankan beban Angkatan Laut AS di kawasan tersebut.

 

Dengan persetujuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Korea Selatan berpeluang masuk ke dalam kelompok eksklusif negara pemilik kapal selam bertenaga nuklir. Jika terealisasi, Seoul akan menjadi negara ketujuh di dunia setelah Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis, Inggris, dan India yang mengoperasikan teknologi tersebut.

 

Rencana ini dinilai memberikan keuntungan bagi kedua pihak. Korea Selatan dapat memperkuat kemampuan militernya dalam menghadapi aktivitas bawah laut Korea Utara dan China, sementara AS berpotensi mengalihkan kapal selam serang bertenaga nuklirnya ke kawasan strategis lain seperti Laut China Selatan dan perairan sekitar Taiwan.

 

“Bagi Korea Selatan, ini akan menjadi perubahan besar dalam menghadapi ancaman kapal selam Korea Utara,” ujar Yu Jihoon, peneliti di Korea Institute for Defense Analyses sekaligus mantan perwira kapal selam Angkatan Laut Korea Selatan.

 

Dibandingkan kapal selam diesel-listrik, kapal selam bertenaga nuklir memiliki keunggulan signifikan, mulai dari daya jelajah yang hampir tak terbatas, kecepatan lebih tinggi, hingga tingkat kebisingan yang lebih rendah. Keunggulan ini menjadikannya aset penting dalam operasi pengawasan dan pertahanan jangka panjang.

 

Namun, ambisi tersebut menghadapi kendala lama. Selama puluhan tahun, Korea Selatan terikat perjanjian nuklir dengan AS yang melarang pemrosesan ulang bahan bakar nuklir bekas, meski secara teknologi negara itu dinilai mampu melakukannya.

 

Isu ini kembali mencuat ketika Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung secara terbuka meminta Presiden Trump mencabut larangan tersebut dalam pertemuan pada Oktober lalu. Sehari setelahnya, Trump menyatakan persetujuannya melalui platform Truth Social, dengan menyebut bahwa Korea Selatan diperbolehkan membangun kapal selam bertenaga nuklir sebagai pengganti armada diesel yang dinilai kurang efektif.

 

Lee menegaskan, langkah tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pemantauan kapal selam China dan Korea Utara, sekaligus “mengurangi beban signifikan pasukan AS” di sekitar Semenanjung Korea.

 

Dari perspektif Washington, kebutuhan akan dukungan tambahan memang nyata. Berdasarkan data Angkatan Laut AS per Juli 2025, Amerika Serikat hanya mengoperasikan 49 kapal selam serang untuk mencakup seluruh wilayah laut global. Jumlah itu jauh tertinggal dibandingkan ratusan kapal selam milik negara lain, terutama China, Rusia, dan Korea Utara, yang aktif di Indo-Pasifik.

 

Meski pejabat Korea Selatan menyatakan kesiapan teknis untuk membangun kapal selam berukuran besar, tantangan utama terletak pada lokasi produksi dan alih teknologi. Trump sempat menyebut kemungkinan pembangunan dilakukan di galangan kapal Philadelphia yang baru diakuisisi perusahaan Korea Selatan, Hanwha. Namun, Seoul lebih mendorong agar produksi dilakukan di dalam negeri demi mendorong industri nasional dan transfer teknologi.

 

Para analis memperkirakan, meski telah mengantongi restu politik, Korea Selatan masih membutuhkan waktu setidaknya satu dekade sebelum benar-benar mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir. Proyek ini juga berpotensi memicu ketegangan baru di kawasan, terutama dari Korea Utara, serta kekhawatiran China terkait stabilitas keamanan regional.

 

Meski demikian, Seoul menilai rencana tersebut penting untuk menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Timur. Di tengah meningkatnya ancaman bawah laut, langkah Korea Selatan berpotensi menjadi elemen kunci dalam dinamika keamanan Pasifik ke depan.

Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
online free course
download lava firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy course download free
Tags: Kapal Selam NuklirKekuatan ASKorea SelatanMetapos.id
Desti Dwi Natasya

Desti Dwi Natasya

Related Posts

Aksi Gemilang Veda Ega Pratama: Dari Posisi 10 ke Podium Moto3 Brazil

Aksi Gemilang Veda Ega Pratama: Dari Posisi 10 ke Podium Moto3 Brazil

by Taufik Hidayat
22 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Pembalap muda Tanah Air, Veda Ega Pratama, kembali menunjukkan performa impresif di ajang Moto3 Brasil yang menjadi...

Malaysia Cabut Perjanjian dengan AS, Sektor Ekspor Waswas

Malaysia Cabut Perjanjian dengan AS, Sektor Ekspor Waswas

by Taufik Hidayat
22 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (ART) antara Malaysia dan Amerika Serikat kini resmi dihentikan dan tidak lagi berlaku....

Naik Whoosh Lebaran Ini? Siap-Siap Dapat Bonus Diskon dan Akses Gratis!

Naik Whoosh Lebaran Ini? Siap-Siap Dapat Bonus Diskon dan Akses Gratis!

by Taufik Hidayat
22 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menghadirkan program Whoosh Value+ untuk memberikan keuntungan lebih bagi para pengguna...

Baru Pesta di Eropa, Liverpool Langsung Tersungkur di Liga Inggris

Baru Pesta di Eropa, Liverpool Langsung Tersungkur di Liga Inggris

by Taufik Hidayat
22 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Liverpool FC kembali gagal meraih hasil positif di Premier League setelah sebelumnya menunjukkan performa meyakinkan di UEFA...

Next Post
Kemlu RI Kawal Penanganan Enam WNI yang Ditahan Singapura karena Masuk Ilegal

Kemlu RI Kawal Penanganan Enam WNI yang Ditahan Singapura karena Masuk Ilegal

Recommended.

Konflik Israel–Lebanon Memanas, Ratusan Warga Dilaporkan Tewas

Konflik Israel–Lebanon Memanas, Ratusan Warga Dilaporkan Tewas

13 March 2026
Nicke Widyawati Kembali Pegang Dirut Pertamina untuk Periode Kedua

Nicke Widyawati Kembali Pegang Dirut Pertamina untuk Periode Kedua

3 October 2022

Trending.

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

20 March 2026
Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

6 March 2026
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini