Wednesday, November 4, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Jika Gagal Bayar Utang, Kereta Cepat Whoosh Terancam Diambil Alih China: Ancam Kedaulatan Negara

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
6 November 2025
in Nasional
Jika Gagal Bayar Utang, Kereta Cepat Whoosh Terancam Diambil Alih China: Ancam Kedaulatan Negara

Metapos.id, Jakarta – 6 November 2025 — Aktivis antikorupsi sekaligus akademisi, Ubedilah Badrun, menilai proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) Whoosh berpotensi diambil alih oleh China jika pemerintah Indonesia tidak mampu melunasi utang proyek tersebut.

“Apabila kita tidak dapat mengatasi persoalan utang kereta cepat yang jatuh tempo, sementara beban utang terus meningkat hingga akhirnya tidak sanggup membayar, China bisa saja mengambil alih. Itu sama saja dengan menjual kedaulatan negara,” ujar Ubedilah dalam Podcast Jurnalisik di Jakarta, dikutip Senin (3/11/2025).

BACA JUGA

Petugas Haji Nonmuslim Jadi Perbincangan, Ini Penjelasan Dahnil

Kasus Penggeledahan Ponpes, Eks Kapolres Sukoharjo Diperiksa Propam

Menurutnya, hal ini menjadi ironi karena proyek Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berada di wilayah Indonesia justru berpotensi jatuh ke tangan asing.

Ubedilah juga menyoroti posisi strategis Stasiun Halim, Jakarta Timur, yang merupakan bagian dari kawasan militer TNI Angkatan Udara. Ia menilai, jika aset strategis seperti itu sampai dikuasai pihak asing, dampaknya bisa membahayakan keamanan nasional.

“Mungkin ini bisa disebut sebagai bentuk kolonialisme baru, melalui penguasaan aset dan teknologi,” tegasnya.

Utang dan Defisit Negara

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Saat ini, total utang pemerintah Indonesia mencapai Rp8.500 triliun dan akan jatuh tempo pada 2026. Sementara itu, pembayaran bunga utang saja telah menembus Rp599 triliun.

“Jadi, tahun depan kita sudah menghadapi jatuh tempo utang besar. Di sisi lain, proyek Whoosh masih merugi, bank-bank Himbara meminta pengembalian pinjaman dari KAI, dan semuanya berpotensi kembali membebani APBN,” jelas Ubedilah.

KPK Telusuri Dugaan Korupsi Proyek Whoosh

Di sisi lain, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki dugaan korupsi dan penggelembungan anggaran (mark-up) pada proyek Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC) Whoosh.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, meminta seluruh pihak yang dipanggil agar bersikap kooperatif dan memberikan keterangan yang dibutuhkan penyidik.

“Kami berharap semua pihak yang diundang bersikap kooperatif dan menyampaikan informasi yang diperlukan. Tim masih menelusuri pihak-pihak lain dalam tahap penyelidikan,” ujar Budi, Senin (3/11/2025).

Sebelumnya, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengonfirmasi bahwa penyelidikan kasus ini sudah berjalan, meski masih bersifat tertutup.

Isu dugaan mark-up proyek ini pertama kali disorot oleh Mahfud MD melalui kanal YouTube pribadinya pada 14 Oktober 2025. Mahfud menilai biaya pembangunan KCJB di Indonesia mencapai USD 52 juta per kilometer, jauh lebih mahal dibandingkan biaya proyek serupa di China yang hanya USD 17–18 juta per kilometer.

“Biayanya naik hingga tiga kali lipat. Pertanyaannya, siapa yang menaikkan dan uangnya ke mana? Ini harus diungkap,” tegas Mahfud.

Ancaman Terhadap Kedaulatan Ekonomi

Dengan kondisi utang yang membengkak, potensi kerugian proyek, serta dugaan korupsi yang belum tuntas, Ubedilah mengingatkan bahwa proyek Whoosh bisa menjadi pintu masuk bagi dominasi asing di sektor strategis Indonesia.

“Kalau aset strategis seperti kereta cepat ini sampai diambil alih, itu bukan sekadar persoalan bisnis, tetapi ancaman terhadap kedaulatan bangsa,” pungkasnya.

Tags: APBNKPKMetapos.idPSNWhoosh
Previous Post

Grand Launching BTN Private

Next Post

Liburan ke Luar Negeri Kini Lebih Terjangkau dengan Traveloka 11.11 Super Sale

Related Posts

Petugas Haji Nonmuslim Jadi Perbincangan, Ini Penjelasan Dahnil
Nasional

Petugas Haji Nonmuslim Jadi Perbincangan, Ini Penjelasan Dahnil

3 November 2026
Kasus Penggeledahan Ponpes, Eks Kapolres Sukoharjo Diperiksa Propam
Nasional

Kasus Penggeledahan Ponpes, Eks Kapolres Sukoharjo Diperiksa Propam

3 November 2026
KPU Tegaskan Tugas Pemilu Selesai Menanggapi Putusan MA soal Gibran
Nasional

KPU Tegaskan Tugas Pemilu Selesai Menanggapi Putusan MA soal Gibran

2 November 2026
Pakar Ingatkan Konsekuensi Penundaan Putusan MK dan MA Terkait Gibran
Nasional

Pakar Ingatkan Konsekuensi Penundaan Putusan MK dan MA Terkait Gibran

2 November 2026
MA Tunda Penjelasan Publik soal Putusan Suket Ijazah Gibran
Nasional

MA Tunda Penjelasan Publik soal Putusan Suket Ijazah Gibran

2 November 2026
Polri Akan Dalami Keluhan Penggeledahan di Ponpes Sukoharjo
Nasional

Polri Akan Dalami Keluhan Penggeledahan di Ponpes Sukoharjo

2 November 2026
Next Post
Liburan ke Luar Negeri Kini Lebih Terjangkau dengan Traveloka 11.11 Super Sale

Liburan ke Luar Negeri Kini Lebih Terjangkau dengan Traveloka 11.11 Super Sale

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini