• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Friday, February 13, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Ekbis

World Retina Day 2025: JEC Ingatkan Bahaya Uveitis sebagai Penyebab Kebutaan Permanen

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
17 September 2025
in Ekbis
World Retina Day 2025: JEC Ingatkan Bahaya Uveitis sebagai Penyebab Kebutaan Permanen
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Gangguan pada retina, termasuk akibat peradangan seperti uveitis, kerap mengancam secara diam-diam. Gejala mata merah dan pandangan kabur sering dianggap sepele, padahal jika terlambat ditangani dapat menyebabkan kerusakan retina permanen hingga kebutaan. Momentum World Retina Day 2025 pada September ini menjadi peringatan penting untuk meningkatkan kesadaran publik.

 

Retina berperan vital sebagai penghubung cahaya yang masuk ke mata dengan otak. Gangguan sekecil apa pun pada retina berpotensi mengacaukan sistem penglihatan secara keseluruhan. Uveitis, keratitis, maupun skleritis adalah contoh inflamasi mata yang dapat merusak retina. Dampaknya bisa signifikan, bahkan mempengaruhi produktivitas ekonomi masyarakat akibat hilangnya fungsi penglihatan.

 

Uveitis sendiri paling sering menyerang kelompok usia produktif 20–60 tahun, dan menyumbang 25% angka kebutaan di negara berkembang. Hal ini menunjukkan beban ekonomi kesehatan yang besar, terutama bagi negara dengan sistem jaminan kesehatan publik. Di Indonesia, penyebab utama uveitis adalah penyakit infeksi sistemik seperti tuberkulosis dan toksoplasma, serta gangguan autoimun.

 

Lebih dari itu, penelitian menunjukkan 48–70% kasus uveitis bersifat idiopatik atau tidak diketahui penyebab pastinya. Ketidakpastian ini membuat beban biaya diagnostik dan terapi meningkat, sekaligus menunjukkan perlunya teknologi medis berstandar tinggi. Tanpa penanganan dini, uveitis dapat berujung pada komplikasi serius seperti glaukoma, katarak, hingga kebutaan permanen.

 

Menurut Dr. Eka Octaviani Budiningtyas, SpM, Dokter Sub Spesialis Ocular Infection and Immunology JEC Eye Hospitals and Clinics, minimnya gejala awal membuat pasien sering terlambat memeriksakan mata. Padahal deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah kerusakan retina lebih lanjut. Ia menekankan bahwa koordinasi antarprofesi medis diperlukan agar terapi lebih berhasil dan risiko ekonomi pasien lebih rendah.

 

Secara medis, tata laksana uveitis melibatkan pemeriksaan lengkap seperti slit-lamp, pencitraan mata, hingga tes darah. Terapi diberikan sesuai kondisi pasien, mulai dari tetes kortikosteroid, obat pelebar pupil, hingga imunosupresan dan antibiotik. Teknologi ini memerlukan investasi besar di sektor kesehatan, namun hasilnya dapat mengurangi beban sosial ekonomi akibat kebutaan.

 

Gangguan retina secara global juga menjadi penyebab utama kebutaan. WHO mencatat 196 juta orang mengalami degenerasi makula, sementara 146 juta menderita retinopati diabetik. Di Indonesia, prevalensi retinopati diabetik mencapai 43,1%. Angka ini selaras dengan meningkatnya kasus diabetes yang memberi dampak langsung terhadap biaya kesehatan nasional.

 

Sebagai pemimpin layanan mata di Indonesia, JEC Eye Hospitals and Clinics menghadirkan penanganan retina di seluruh 16 cabang dengan standar pelayanan terintegrasi. Layanan mencakup terapi laser, injeksi retina, hingga operasi retina. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana sektor kesehatan swasta berperan menopang sistem nasional dalam mengurangi angka kebutaan.

 

RS Mata JEC @ Menteng menempatkan layanan retina secara tersentralisasi melalui JEC Retina Center. Dengan 15 pemeriksaan diagnostik berteknologi tinggi dan dukungan 11 dokter subspesialis retina, rumah sakit ini sudah menangani lebih dari 12 ribu pasien gangguan retina dalam tiga tahun terakhir. Skala pelayanan ini sekaligus menjadi indikator permintaan tinggi di pasar layanan kesehatan mata.

 

Menurut Dr. Referano Agustiawan, SpM(K), Direktur Utama RS Mata JEC @ Menteng, pihaknya berkomitmen memberikan layanan retina komprehensif berbasis keahlian dan teknologi canggih. Komitmen ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga berimplikasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan efisiensi ekonomi akibat menurunnya angka kebutaan produktif

Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download coolpad firmware
Free Download WordPress Themes
udemy free download
Tags: JECKebutaan PermanenMetapos.idUveitisWorld Retina Day
Rahmat Herlambang

Rahmat Herlambang

Related Posts

Westlife dan Indonesia: Ikatan Emosional yang Terasa Seperti Rumah Kedua

Westlife dan Indonesia: Ikatan Emosional yang Terasa Seperti Rumah Kedua

by Taufik Hidayat
12 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Grup vokal asal Irlandia, Westlife, kembali menegaskan kedekatan emosional mereka dengan Indonesia. Lewat konser “A Gala Evening”...

Saham TUGU Sabet Best Stock Awards 2026, Tugu Insurance Tunjukkan Performa Solid

Saham TUGU Sabet Best Stock Awards 2026, Tugu Insurance Tunjukkan Performa Solid

by Rahmat Herlambang
12 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina (Persero), kembali mencatatkan prestasi di...

Akses Jalan Rumah Prabowo Bojong Koneng Terendam Banjir

Akses Jalan Rumah Prabowo Bojong Koneng Terendam Banjir

by Taufik Hidayat
12 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Banjir yang melanda Desa Cijayanti dan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada Rabu (11/2/2026), berangsur...

Ruwahan Betawi: Warisan Tradisi Spiritual Menyambut Bulan Suci Ramadan

Ruwahan Betawi: Warisan Tradisi Spiritual Menyambut Bulan Suci Ramadan

by Taufik Hidayat
12 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat Betawi masih melestarikan sebuah tradisi turun-temurun yang dikenal dengan sebutan ruwahan....

Next Post
Tri Kembali Hadirkan Program Kebut Hadiah BombasTri

Tri Kembali Hadirkan Program Kebut Hadiah BombasTri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended.

Bandara IKN Bakal Layani Penerbangan Internasional, Menhub: Bisa Langsung Terbang ke Eropa

Bandara IKN Bakal Layani Penerbangan Internasional, Menhub: Bisa Langsung Terbang ke Eropa

2 August 2024
Resmi! Pramono Anung Umumkan Call Name dan Logo Bank DKI Menjadi Bank Jakarta

Resmi! Pramono Anung Umumkan Call Name dan Logo Bank DKI Menjadi Bank Jakarta

23 June 2025

Trending.

Nisfu Syaban 1447 H Dimulai Senin Malam, 2 Februari 2026, Ini Jadwal Ibadah yang Dianjurkan

Puasa Nisfu Syaban 1447 H Jatuh Selasa 3 Februari 2026, Berikut Waktu Pelaksanaan dan Niatnya

2 February 2026
Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

3 February 2026
Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini