• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Monday, March 2, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Ekbis

Aplikator Ramai-ramai Bantah Tarik Potongan Tarif 20 Persen ke Pengemudi Ojol

Afizahri by Afizahri
19 May 2025
in Ekbis
MTI: Rencana Subsidi EV Untuk OJOL Kurang Tepat
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Metapos.id – Aplikator layanan transportasi online terdiri dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Grab Indonesia, Maxium Indonesia dan InDrive membantah menarik potongan tarif sebesar lebih dari 20 persen kepada mitra pengemudi atau driver ojek online (ojol).

Hal tersebut disampaikan keempat aplikator layanan transportasi online dalam pertemuan dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Jakarta, Senin, 19 Mei.

President Gojek, Catherine Hindra Sutjahyo mengakui memang ada potongan terhadap pengemudi ojol. Potongan ini, sambung dia, sudah sesuai dengan aturan yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan.

Meski begitu, Catherine menekankan bahwa potongan tersebut sebenarnya akan dikembalikan kapada pelanggan dalam bentuk promo-promo.

“Kalau dilihat di sana, kalau saya highlight, itu besar proporsi dari 20 persen itu adalah untuk promo pelanggan. Promo pelanggan itu adalah komposisi yang paling besar daripada potongan 20 persen itu. Anggepannya kayak kita menginvestasikan kembali komisi itu kepada pelanggan,” ujar Catherine di Restoran Aroem, Jakarta, Senin, 19 Mei.

Lebih lanjut, Catherine mengatakan jika tuntutan menurunkan potongan tarif mitra pengemudi diturunkan ke angka 10 persen, maka akan berdampak pada pendapatan pengemudi. Sebab Gojek sudah melakukan eksperimen, hasilnya jika harga untuk konsumen bergerak sedikit, sensitifitasnya sangat kuat terhadap jumlah penumpang.

“Terkait potongan 20 persen ke 10 persen, pendapatan transkasi ke mitra naik, rapo pengalinya berkurang. Kami takutkan pengali lebih anjlok dibandingkan dengan ketika potongan 20 persen,” jelasnya.

Senada, Dikrektur Bisnis Mobiity & Logistics Grab Indonesia, Tyas Widyastutuo juga mengklaim tidak melakukan potongan lebih dari 20 persen. Tyas menjelaskan, potongan komisi 20 persen terhadap pengemudi ojol ini hanya berlaku untuk tarif dasar perjalanan saja.

“Jadi yang diatur adalah tarif dasar, bukan total keseluruhan biaya. Nah ini yang bisa membuat salah kaprah sebenarnya. Jadi platform fee ini sebenarnya tidak hanya ada di platform online transportasi seperti kami, tapi juga ada di platform di industri lain,” katanya.

Sementara itu, Government Relation Specialist Maxim, Muhammad Rafi Assagaf mengamini hal yang sama dari dua aplikator sebelumnya. Dia menekankan bahwa perusahaannya tidak menarik potongan terhadap pengemudi ojol lebih dari 20 persen.

Lebih lanjut, Rafi bilang potongan itu memang harus terjadi untuk membiayai inovasi layanan yang diberikan kepada konsumen.

“Kita ambil contoh Maxim, jadi kita memang perlu terus berkembang sebagai perusahaan. Walaupun end goal-nya itu adalah balik lagi kesejahteraan mitra. Itu kita sepakat semua hal itu. Tapi dalam perjalanannya kita butuh inovasi yang jauh lebih baik. Dan semua hal ini kami harapkan bisa melalui kajian-kajian dan tentunya diskusi yang komprehensif,” ucapnya.

Di sisi lain, Direktur Bisnis inDrive Indonesia, Ryan Rwanda mengklaim, bahwa perusahaan hanya memotong komisi pengemudi ojol hanya 10 persen. Ryan juga bilang pemotongan komisi hanya 11,7 persen untuk mobil dan 9,99 persen untuk motor.

“Dan ini potongan tertinggi kita di seluruh dunia itu di Jakarta. Kalau di kota lain biasanya di sekitar 9 hingga 7 persen. Kenapa seperti itu? Karena yang pertama kita punya tim yang sangat ramping di Indonesia dan di seluruh region yang kita bekerja di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Mendengar penjelasan aplikator, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membenarkan ada potongan dari masing-masing aplikator kepada mitra pengemudi. Hanya saja, dia melanjutkan potongannya itu tidak lebih dari 20 persen.

“Jadi kita juga harus melihat kalau mau yang 10 persen, ada ini. Yang 20 persen ada ini bertiga. Tapi kita juga harus melihat mereka berempat ini punya market share yang berbeda,” ujarnya.

Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
lynda course free download
download mobile firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
Tags: Metapos.idOjolPotongan tarif
Afizahri

Afizahri

Related Posts

BBM Non-Subsidi Mengalami Kenaikan Serentak, Berlaku Mulai 2 Maret 2026

BBM Non-Subsidi Mengalami Kenaikan Serentak, Berlaku Mulai 2 Maret 2026

by Taufik Hidayat
2 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Memasuki awal Maret 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mengalami kenaikan serentak di berbagai stasiun pengisian...

Mengenang Try Sutrisno, Jenderal TNI yang Menapaki Jalan dari Revolusi ke Istana

Mengenang Try Sutrisno, Jenderal TNI yang Menapaki Jalan dari Revolusi ke Istana

by Desti Dwi Natasya
2 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, wafat pada Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB. Jenderal TNI (Purn.)...

Serangan Kapal di Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Serangan Kapal di Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

by Taufik Hidayat
2 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Harga minyak dunia melonjak signifikan setelah terjadinya serangan terhadap sejumlah kapal dagang di kawasan Selat Hormuz, jalur...

MK Tolak Uji Materi Pasal Demo KUHP, Pidana Hanya Berlaku Jika Timbulkan Keonaran

MK Tolak Uji Materi Pasal Demo KUHP, Pidana Hanya Berlaku Jika Timbulkan Keonaran

by Taufik Hidayat
2 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materiil yang diajukan 13 mahasiswa hukum terhadap Pasal 256 Undang-Undang Nomor...

Next Post
Buana Finance Telah Salurkan Pembiayaan Rp4,08 Triliun di 2024

Buana Finance Telah Salurkan Pembiayaan Rp4,08 Triliun di 2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended.

Panggung Koplo dan UMKM 2025: Rayakan Kreativitas dan Irama Nusantara”

Panggung Koplo dan UMKM 2025: Rayakan Kreativitas dan Irama Nusantara”

9 November 2025
BSI dan UI Sinergi Literasikan Sistem Keuangan Syariah ke Mahasiswa Melbourne University

BSI dan UI Sinergi Literasikan Sistem Keuangan Syariah ke Mahasiswa Melbourne University

15 July 2025

Trending.

Nisfu Syaban 1447 H Dimulai Senin Malam, 2 Februari 2026, Ini Jadwal Ibadah yang Dianjurkan

Puasa Nisfu Syaban 1447 H Jatuh Selasa 3 Februari 2026, Berikut Waktu Pelaksanaan dan Niatnya

2 February 2026
Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

3 February 2026
Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini