Monday, August 10, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Bank Indonesia Ungkap Penyaluran Kredit Baru, Turun pada Kuartal I 2025

Afizahri by Afizahri
29 April 2025
in Ekbis
Bank Indonesia Sebut Nilai Tukar Rupiah Paling Stabil di Dunia

Jakarta, Metapos.id – Bank Indonesia (BI) ungkapkan hasil survei perbankan BI mengindikasikan penyaluran kredit baru pada kuartal I 2025 tetap tumbuh positif, meski lebih rendah dibandingkan kuartal IV 2024.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru kuartal I 2025 sebesar 55,07 persen lebih rendah dari Kuartal IV 2024 yang sebesar 97,90 persen.

BACA JUGA

Kepailitan PT Dua Kuda Indonesia Jadi Ujian bagi Kepastian Hukum dan Investasi Asing

PMSol Perluas Jejaring Bisnis Maritim Indonesia ke Pasar Tiongkok

Adapun berdasarkan jenis penggunaannya, kredit baru pada seluruh jenis kredit terindikasi tetap tumbuh, yakni pada kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi dengan SBT masing-masing sebesar 60,35 persen, 35,62 persen, dan 59,25 persen, lebih rendah dibandingkan SBT pada kuartal IV 2024 masing-masing sebesar 91,70 persen, 88,50 persen, dan 62,90 persen.

Sementara, kredit konsumsi yang termoderasi bersumber dari perlambatan permintaan Kartu Kredit (SBT 64,75 persen), Multiguna (SBT 27,07 persen), dan Kredit Tanpa Agunan (SBT 43,23 persen), serta penurunan Kredit Kendaraan Bermotor (SBT 13,72 persen), sedangkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)/Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) mengalami peningkatan dengan SBT 79,46 persen.

Sedangkan secara sektoral, penyaluran kredit baru tetap tumbuh pada mayoritas sektor, dengan SBT tertinggi pada sektor Jasa Kemasyarakatan Sosial Budaya, Hiburan dan Perorangan Lainnya (SBT 81,13 persen), Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (SBT 62,53 persen), dan Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi (SBT 58,06 persen).

Sementara itu, beberapa sektor mengalami penurunan penyaluran kredit baru, yaitu sektor Real Estate, Usaha Persewaan, dan Jasa Perusahaan (SBT 16,56 persen) dan Jasa Perorangan (SBT 10,14 persen).

Adapun, kebijakan penyaluran kredit pada kuartal I 2025 diindikasikan lebih longgar dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) kuartal I 2025 yang bernilai negatif sebesar 1,32 persen, turun dari kuartal IV 2024 sebesar 0,18 persen.

Standar penyaluran kredit yang lebih longgar tersebut terindikasi didorong oleh jenis kredit KPR/KPA dan Kredit Konsumsi Lainnya. Serta beberapa aspek kebijakan penyaluran kredit yang terindikasi lebih longgar, antara lain pada aspek agunan.

“Pada kuartal II 2025, penyaluran kredit baru diprakirakan meningkat dengan SBT prakiraan penyaluran kredit baru sebesar 81,99 persen,” ujarnya dalam keterangannya, Senin, 28 April.

Denny menyampaikan prioritas utama dalam penyaluran kredit baru pada kuartal II 2025 masih sama dengan periode sebelumnya, yaitu kredit modal kerja, diikuti kredit investasi dan kredit konsumsi.

Adapun, pada jenis kredit konsumsi, penyaluran KPR/KPA diprakirakan masih menjadi prioritas utama, diikuti Kredit Multiguna dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

Sedangkan berdasarkan sektor, penyaluran kredit baru pada triwulan II 2025 diprakirakan terbesar pada sektor Industri Pengolahan, sektor Perdagangan Besar dan Eceran, serta sektor Perantara Keuangan.

“Ke depan, pelonggaran standar penyaluran kredit diprakirakan berlanjut pada triwulan II 2025, dengan ILS negatif sebesar 1,39. Aspek kebijakan penyaluran kredit juga diprakirakan lebih longgar, antara lain berasal dari suku bunga kredit dan persyaratan administrasi,” jelasnya.

Tags: Bank IndonesiaMetapos.idPenyaluran kredit baru
Previous Post

Wamenperin: Kebijakan Trump Bikin Insentif Rp7 Juta untuk Motor Listrik 2025 Tertahan

Next Post

Bank Mandiri Awali 2025 dengan Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan Bukukan Laba Bersih Konsolidasi Rp13,2 Triliun di Kuartal I 2025

Related Posts

Kepailitan PT Dua Kuda Indonesia Jadi Ujian bagi Kepastian Hukum dan Investasi Asing
Ekbis

Kepailitan PT Dua Kuda Indonesia Jadi Ujian bagi Kepastian Hukum dan Investasi Asing

9 August 2026
PMSol Perluas Jejaring Bisnis Maritim Indonesia ke Pasar Tiongkok
Ekbis

PMSol Perluas Jejaring Bisnis Maritim Indonesia ke Pasar Tiongkok

8 August 2026
Batu Bara
Ekbis

HBA Agustus 2026 Turun 5,62 Persen, Jadi USD124,44 per Ton

8 August 2026
Sri Mulyani
Ekbis

Sri Mulyani Ditunjuk Kembali sebagai Penasihat Bank Dunia

7 August 2026
PLN
Ekbis

PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen Selama GIIAS 2026, Ini Syaratnya

6 August 2026
Pengelolaan Whoosh Berubah, Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC
Ekbis

Pengelolaan Whoosh Berubah, Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC

6 August 2026
Next Post
Bank Mandiri Awali 2025 dengan Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan Bukukan Laba Bersih Konsolidasi Rp13,2 Triliun di Kuartal I 2025

Bank Mandiri Awali 2025 dengan Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan Bukukan Laba Bersih Konsolidasi Rp13,2 Triliun di Kuartal I 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini