Thursday, June 25, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Operasional KRL Asal China Masih Tunggu Sertifikasi DJKA Kementerian Perhubungan

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
16 April 2025
in Ekbis
KCIC Bersama Kemenhub Uji Pertama Sarana Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Jakarta, Metapos.id – PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter mengungkapkan pihaknya masih menunggu sertifikasi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan terkait dengan operasional Kereta Rel Listrik (KRL) impor asal China.

Direktur Operasi dan Komersial KAI Commuter Broer Rizal mengatakan sertifikasi DJKA ini menjadi syarat yang harus dipenuhi agar KRL tersebut bisa beroperasi mengangkut penumpang.

BACA JUGA

Buka Akses Kerja Difabel, Bank Mandiri Taspen dan PNM Hadirkan Program Vokasi

Kemhan Gandeng Fincantieri, Dieselindo Dapat Transfer Teknologi Pertahanan

“Tuggu sertifikasi dulu karena itu menjadi persyaratan armada kami layak untuk operasional mengangkut penumpang, baru nanti kami akan gunakan untuk mengambil penumpang,” katanya di temui di Kantor KCI, Jakarta, Selasa, 15 April.

Nantinya, kata Rizal, KRL asal China ini akan melayani penumpang di lintasan Bogor maupun lintas Bekasi sampai dengan Cikarang. Sebab, KRL tersebut memiliki panjang 12 gerbong sehingga hanya bisa digunakan pada lintasan tersebut.

“Karena yang datang atau yang kami pesan baik dari China maupun dari INKA adalah SF12. Ini rangkaian panjang ya, sedangkan SF12 itu baru bisa kami lakukan pelayanan di Lintas Bogor maupun Lintas Bekasi sampai dengan Cikarang. Sementara untuk rencana operasionalnya tentu di Lintas Bogor dan Lintas Cikarang,” jelasnya.

Sebelumnya, PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter sedang melakukan uji coba internal satu rangkaian kereta rel listrik (KRL) hasil impor dari China. Kereta baru tersebut akan menggantikan rangkaian yang harus pensiun per April 2025 mendatang.

Manager Public Relation KAI Commuter, Leza Arlan mengaku pihaknya sedang menguji coba satu rangkaian (trainset) KRL dari CRRC Sifang asal China.

Dia bilang pengecekan atau asesmen internal ini jadi tahap awal sebelum dilakukan sertifikasi oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Lebih lanjut, Leza bilang uji coba dilakukan dengan menjalankan satu trainset mencapai jarak 4.000 kilometer (km). Adapun satu trainset sendiri terdiri dari 12 gerbong kereta.

“Jadi kan sekarang masih assessment internal ya. Semua aspek yang sesuai dengan spek-nya DJKA, sebelum di-assessment sama DJKA nanti untuk sertifikasi itu kan dari kita. Jadi semua itu tuh di-assess sama kita,” kata Leza, ditemui di Kantor Jakarta Railways Center, Jakarta, Jumat, 7 Maret.

Leza juga mengatakan semua aspek menjadi perhatian dalam uji coba internal ini, termasuk sejumlah alat yang digunakan pada rangkaian kereta tersebut. Dia bilang uji coba internal sepanjang 4.000 km sudah hampir rampung.

Karena itu, Leza menargetkan pada April 2025 mendatang kereta baru dari China tersebut bisa menggantikan satu rangkaian KRL Jabodetabek yang sudah harus pensiun.

“Targetnya sih April ya, karena memang harus ada yang konservasi (pensiun),” jelas Leza.

Tags: Kementerian perhubunganKereta cepatMetapos.id
Previous Post

Danantara dan Badan Investasi Qatar Kelola Dana Bersama Sejumlah 4 Miliar Dolar AS

Next Post

Tanggapi Perang Tarif, Menteri ESDM: Jangan Seolah-olah Dunia Mau Berakhir

Related Posts

Buka Akses Kerja Difabel, Bank Mandiri Taspen dan PNM Hadirkan Program Vokasi
Ekbis

Buka Akses Kerja Difabel, Bank Mandiri Taspen dan PNM Hadirkan Program Vokasi

25 June 2026
Kemhan Gandeng Fincantieri, Dieselindo Dapat Transfer Teknologi Pertahanan
Ekbis

Kemhan Gandeng Fincantieri, Dieselindo Dapat Transfer Teknologi Pertahanan

24 June 2026
Yen Jadi Satu-satunya yang Menguat Saat Mata Uang Asia Rontok
Ekbis

Yen Jadi Satu-satunya yang Menguat Saat Mata Uang Asia Rontok

24 June 2026
Bukalapak Akselerasi Mitra, Gaming, Investasi, dan Ritel Demi Profit Berkelanjutan
Ekbis

Bukalapak Akselerasi Mitra, Gaming, Investasi, dan Ritel Demi Profit Berkelanjutan

24 June 2026
BMoney Rayakan Usia ke-5, Kelola Dana Investasi Tembus Rp6 Triliun
Ekbis

BMoney Rayakan Usia ke-5, Kelola Dana Investasi Tembus Rp6 Triliun

23 June 2026
KPEI Catat Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah pada 2025
Ekbis

KPEI Catat Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah pada 2025

23 June 2026
Next Post
Bahlil: RI Terancam Kehilangan Rp1.650 Triliun jika Presiden Selanjutnya Tak Lanjutkan Hilirisasi

Tanggapi Perang Tarif, Menteri ESDM: Jangan Seolah-olah Dunia Mau Berakhir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini