Monday, April 20, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

IHSG Tertekan akibat Kebijakan Tarif Dagang Trump, Ekonomi RI Semakin Terancam

Afizahri by Afizahri
8 April 2025
in Ekbis
IHSG Tertekan akibat Kebijakan Tarif Dagang Trump, Ekonomi RI Semakin Terancam

Jakarta, Metapos.id – Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, menjelaskan, faktor yang memengaruhi penurunan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa, 8 April, yaitu kebijakan tarif dagang yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Nico menyampaikan kebijakan ini memberikan dampak global yang signifikan, mengingat tidak semua negara bersedia melakukan negosiasi, seperti yang terlihat pada Tiongkok yang justru memberikan tarif balasan sehingga menambah ketidakpastian di pasar.

BACA JUGA

Apresiasi Peserta Prestige, Prudential Syariah Perkuat Edukasi Kesehatan

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pemerintah Pastikan Pertalite Tetap

“Hal ini tentu saja menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Belum lagi, tidak semua negara ingin melakukan negosiasi, seperti Tiongkok yang justru memberikan tarif balasan. Hal ini menambah ketidakpastian yang ada di pasar,” ujarnya, Selasa, 8 April.

Nico menambahkan, jika pemerintah Indonesia tidak segera melakukan evaluasi kebijakan dan mitigasi risiko terkait dampak tarif tersebut, tekanan terhadap perekonomian Indonesia akan semakin besar, mengingat ketergantungan Indonesia pada Tiongkok sebagai mitra dagang utama.

Sementara itu, Nico menyampaikan Tiongkok sendiri mengalami defisit besar dengan Amerika Serikat, yang berpotensi memberikan dampak negatif bagi Indonesia.

Menurut dia, kenaikan harga yang terjadi di pasar, disertai dengan melemahnya daya beli, bisa menyebabkan stagflasi di masa depan, di mana pertumbuhan ekonomi melambat namun inflasi tetap tinggi.

“Hal ini tentu juga akan memberikan tekanan kepada kita sebagai mitra dagang terbesar dengan Tiongkok.

Di mana harga akan mengalami kenaikkan, sementara daya beli akan melemah hingga berpotensi menyebabkan stagflasi di masa yang akan datang. Pertumbuhan lambat, namun inflasi tinggi,” jelasnya.

Selain itu, Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi menilai, pergerakan IHSG hari ini akibat adanya faktor dan dinamika di global pada saat libur Lebaran 2025.

Menurutnya, hal ini sesuai dengan ekspektasi yang menyebabkan adanya penyesuaian pasar dengan tekanan jual yang besar, hingga terjadi trading halt atau penurunan lebih dari 8 persen pada IHSG.

Audi berpandangan ini untuk meredam derasnya aksi jual oleh pasar, jika Auto Reject Bottom (ARB) tetap simetris maka kekhawatiran anjlok lebih dalam sangat terbuka.

Adapun Auto Reject Bottom untuk seluruh harga saham menjadi 15 persen, serta memperlebar batasan trading halt menjadi penurunan 8 persen untuk IHSG.

“Kami melihat ini akan lebih bersifat jangka pendek untuk meredam aktivitas pasar, karna pada dasarnya kekhawatiran ini ditimbulkan faktor ekonomi makro dan kebijakan tarif Trump,” ujarnya.

Audi berpendapat yang dibutuhkan untuk meredakan tekanan pasar adalah langkah strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, meyakinkan pasar pertumbuhan ekonomi tetap di atas 5 persen, dan menyusun strategi praktis untuk menjaga surplus perdagangan Indonesia.

Dia menyampaikan tekanan pada IHSG diperkirakan masih akan berlanjut.

Namun, lanjut Audi, dengan perkirakan IHSG akan mampu bertahan di atas level support psikologis 6.000, dengan asumsi adanya perubahan batas ARB menjadi 15 persen untuk seluruh seluruh harga.

“IHSG merefleksikan kondisi ekonomi sehingga kami berpandangan penurunan IHSG ini adalah gambaran kekhawatiran pasar dengan sentimen yang terjadi di atas,” pungkas Audi.

Tags: Ekonomi RIIHSGMetapos.idTarif dagangTrump
Previous Post

Pupuk Indonesia Hadirkan Posko Mudik BUMN di Pelabuhan Tanjung Priok

Next Post

Inflasi RI 1,65 Persen Maret, Dipicu Tarif Listrik hingga Emas Perhiasan

Related Posts

Apresiasi Peserta Prestige, Prudential Syariah Perkuat Edukasi Kesehatan
Ekbis

Apresiasi Peserta Prestige, Prudential Syariah Perkuat Edukasi Kesehatan

20 April 2026
Isu Kenaikan BBM 2026, Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tetap Tidak Berubah
Ekbis

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pemerintah Pastikan Pertalite Tetap

18 April 2026
BTN Gandeng Indosat Perluas Akses Layanan Keuangan Digital
Ekbis

BTN Gandeng Indosat Perluas Akses Layanan Keuangan Digital

18 April 2026
Peran BPD Kian Strategis di Tengah Penurunan TKD
Ekbis

Peran BPD Kian Strategis di Tengah Penurunan TKD

17 April 2026
Brand Elektronik Raup Pertumbuhan hingga 200% di Tokopedia dan TikTok Shop
Ekbis

Brand Elektronik Raup Pertumbuhan hingga 200% di Tokopedia dan TikTok Shop

17 April 2026
DPR Minta Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Pangan Imbas Konflik Global
Ekbis

DPR Minta Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Pangan Imbas Konflik Global

17 April 2026
Next Post
Pemda Nakal Mainkan Data Inflasi Daerah Harus Disanksi

Inflasi RI 1,65 Persen Maret, Dipicu Tarif Listrik hingga Emas Perhiasan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini