Friday, September 18, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

BNI Dorong Keberlanjutan dengan Inisiatif Pengelolaan Sampah Tekstil

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
13 December 2024
in Ekbis
BNI Dorong Keberlanjutan dengan Inisiatif Pengelolaan Sampah Tekstil

Jakarta, Metapos.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan dan kelestarian lingkungan. Salah satu kontribusi nyata BNI adalah melalui gerakan Wondr Tex bertajuk “A Wondrous Mission for a Brighter Nation”. Inisiatif ini menjadi bukti keseriusan BNI dalam mengatasi permasalahan lingkungan, khususnya yang terkait dengan limbah tekstil.

BACA JUGA

Harga BBM Nonsubsidi Stabil Sejak September

Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, langkah ini merupakan upaya BNI untuk menjawab tekanan yang semakin besar di industri tekstil dan lingkungan akibat tren fast fashion yang melanda dunia, termasuk Indonesia. Dimana, fenomena ini menyebabkan peningkatan jumlah limbah tekstil, seperti pakaian yang sudah tidak digunakan, yang seringkali hanya berakhir di tempat pembuangan sampah.

Sebagai respons atas tantangan ini, BNI menggandeng UMKM pengolahan sampah Jagatera dalam gerakan Wondr Tex. Bersama-sama, mereka berhasil mengolah 21,67 ton limbah tekstil menjadi produk bernilai tambah yang lebih ramah lingkungan.
“Langkah ini tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga mendorong ekonomi sirkular yang berkelanjutan,” kata Okki dalam keterangan tertulisnya.

Sebagai langkah konkret lewat kolaborasi dengan Jagatera, BNI meluncurkan program BNI Empathy Dropbox, sebuah inisiatif yang mengajak hi movers dan masyarakat luas untuk mengumpulkan pakaian yang sudah tidak terpakai. Dari target awal sebesar 7,8 ton, program ini berhasil mengumpulkan 21,67 ton pakaian bekas, setara dengan 164.749 potong pakaian.

Hasil pengumpulan ini kemudian dikategorikan berdasarkan kondisi pakaian. Sebanyak 70,57% (15,3 ton) dari total pakaian yang terkumpul dinyatakan tidak layak pakai. Barang-barang ini diproses menjadi bahan daur ulang berupa Ja-Brick, sebuah material yang dapat dimanfaatkan kembali dalam berbagai produk.

Kemudian, sekitar 24,27% (5,3 ton) barang tekstil dianggap layak untuk disalurkan kepada masyarakat pra-sejahtera. Langkah ini memastikan pakaian tersebut dapat digunakan kembali, memperpanjang masa pakainya, dan memberikan manfaat sosial.

Sedangkan sebanyak 5,16% (1,12 ton) barang tekstil yang kondisinya tidak sempurna diengan kondisi di bawah 60% dikelola menjadi produk bernilai tinggi, seperti sepatu Terra. Inovasi ini memberikan kehidupan baru bagi limbah tekstil yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.

Okki menekankan bahwa inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk menyalurkan barang layak pakai, tetapi juga untuk mencegah terciptanya masalah baru. Dengan memperpanjang usia pakai barang tersebut, BNI berhasil mengurangi beban lingkungan sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Gerakan Wondr Tex adalah salah satu langkah BNI dalam mewujudkan masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnisnya, BNI tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk turut serta dalam menjaga kelestarian bumi.

“Inisiatif seperti ini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan masyarakat dapat membawa perubahan yang signifikan dalam mengatasi isu lingkungan global. BNI terus mendorong langkah-langkah inovatif untuk menciptakan Indonesia yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan,” imbuh dia.

Tags: BNIMetapos.idPengelolaan sampah
Previous Post

Meski Ada Ketidakpastian Global, OJK Yakin Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga Stabil

Next Post

Srikandi Asabri Rayakan Peran Perempuan: Perempuan Sebagai Pilar Ketahanan Keluarga Dan Penggerak Dunia Kerja

Related Posts

Isu Kenaikan BBM 2026, Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tetap Tidak Berubah
Ekbis

Harga BBM Nonsubsidi Stabil Sejak September

15 September 2026
Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen
Ekbis

Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen

11 September 2026
Ini Tampang Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan
Ekbis

Ini Tampang Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan

11 September 2026
MSIG Life mencatat laba bersih Rp181 miliar pada semester I 2026, tumbuh 69% secara tahunan, ditopang pengelolaan biaya dan produktivitas.
Ekbis

MSIG Life Catat Laba Rp181 Miliar

10 September 2026
Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk
Ekbis

Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk

10 September 2026
200 Juta Rekening Warga Segera Dibuka, Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Judol
Ekbis

200 Juta Rekening Warga Segera Dibuka, Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Judol

10 September 2026
Next Post
Srikandi Asabri Rayakan Peran Perempuan: Perempuan Sebagai Pilar Ketahanan Keluarga Dan Penggerak Dunia Kerja

Srikandi Asabri Rayakan Peran Perempuan: Perempuan Sebagai Pilar Ketahanan Keluarga Dan Penggerak Dunia Kerja

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini