Sunday, November 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Prabowo Diwariskan Utang Luar Negeri oleh Jokowi Mencapai Rp6.468 Triliun

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
9 October 2024
in Ekbis
Prabowo Diwariskan Utang Luar Negeri oleh Jokowi Mencapai Rp6.468 Triliun

Jakarta, Metapos.id – Beban utang pemerintah semakin mengkhawatirkan, jelang pelantikan Presiden terpilih Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2024 mendatang.

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2024 tercatat sebesar 414,33 miliar dolar AS atau setara Rp6.468 triliun (kurs rupiah Rp15.655).

BACA JUGA

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

Adapun cadangan devisa terkadang digunakan untuk membayar ULN pemerintah, Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2024 sebesar 149,9 miliar dolar AS atau lebih rendah jika dibandingkan dengan posisi pada akhir Agustus 2024 sebesar 150,2 miliar dolar AS.

Berdasarkan buku Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi September 2024, posisi ULN Indonesia pada Juli 2024 tercatat sebesar 414,33 miliar dolar AS atau secara tahunan tumbuh sebesar 4,1 persen.

Sementara posisi ULN pemerintah pada Juli 2024 sebesar 194,3 miliar dolar AS atau tumbuh 0,6 persen.

Sementara ULN swasta tercatat sebesar 195,2 persen atau turun 0,1 persen.

Utang jangka pendek pemerintah atau utang yang jatuh tempo dengan kurun waktu kurang dari setahun sebesar 34 juta dolar AS per Juli 2024.

Sementara sisanya 194,23 juta dolar AS merupakan utang jangka panjang dengan jatuh tempo lebih dari satu tahun.

Sedangkan statistik posisi ULN pemerintah terdiri dari surat utang berupa Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman. Di mana total surat utang mencapai 132,86 miliar dolar AS terdiri dari SBN internasional sebesar 82,96 miliar dolar AS dan SBN domestik senilai 49,9 miliar dolar AS.

Selanjutnya, utang berupa pinjaman sebesar 61,40 miliar dolar AS, terdiri dari utang pinjaman bilateral senilai 16,52 miliar dolar AS, komersial sebesar 7,9 miliar dolar AS, dan multilateral sebanyak 36,97 miliar dolar AS.

Di sisi lain berdasarkan buku APBN Kita edisi September 2024, posisi utang pemerintah hingga Agustus 2024 sebesar Rp8.461,93 triliun atau turun Rp40,76 triliun jika dibandingkan dengan akhir Juli 2024 yang sebesar Rp8.502,69 triliun.

Sementara berdasarkan instrumen, komposisi utang pemerintah didominasi oleh instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang kontribusinya sebesar 88,07 persen. Hingga akhir Agustus 2024, penerbitan SBN tercatat sebesar Rp7.452,56 triliun terbagi menjadi SBN domestik dan SBN valuta asing (valas).

SBN Domestik tercatat sebesar Rp6.063,41 triliun yang terbagi menjadi Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp4.845,68 triliun serta Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp1.217,73 triliun.

Sedangkan sisanya SBN valuta asing (valas) sebesar Rp1.389,14 triliun terbagi menjadi Surat Utang Negara senilai Rp1.025,14 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara sebesar Rp364 triliun.

Sedangkan pinjaman hingga akhir Agustus 2024 tercatat sebesar Rp1.009,37 triliun terbagi menjadi pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri.

Pinjaman dalam negeri tercatat sebesar Rp39,63 triliun dan pinjaman luar negeri senilai Rp969,74 triliun yang terbagi menjadi utang pinjaman bilateral senilai Rp264,05 triliun, multilateral sebesar Rp578,76 triliun, dan commercial bank sebanyak Rp126,94 triliun.

Per akhir Agustus 2024, kepemilikan SBN domestik didominasi oleh investor dalam negeri dengan porsi kepemilikan 85,5 persen.

Sementara asing hanya memiliki SBN domestik sekitar 14,5 persen termasuk kepemilikan oleh pemerintah dan bank sentral asing.

Lembaga keuangan domestik memegang kepemilikan SBN 41,3 persen, terdiri atas perbankan 19,2 persen, perusahaan asuransi dan dana pensiun 18,9 persen, serta reksadana 3,2 persen.

Bagi lembaga keuangan, SBN berperan penting dalam memenuhi kebutuhan investasi dan pengelolaan likuiditas, serta menjadi salah satu instrumen mitigasi risiko.

Kepemilikan SBN domestik oleh Bank Indonesia sekitar 25,4 persen yang antara lain digunakan sebagai instrumen pengelolaan moneter.

Tags: JokowiMetapos.idPrabowoUtang luar negeri
Previous Post

Presiden Jokowi Optimistis Indonesia Bakal Jadi Negara dengan Ekonomi Terbesar di Asia

Next Post

Rayakan HUT ke-26, Bank Mandiri Perkenalkan Kopra by Mandiri dengan Layanan yang Lebih Adaptif dan Solutif

Related Posts

Media Gathering Pasar Modal 2026
Ekbis

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

31 October 2026
BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas
Ekbis

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

30 October 2026
Cristiano Ronaldo Kini Koleksi 985 Gol Sepanjang Karier
Ekbis

Konser Andrea Bocelli Dinilai Bisa Dongkrak Pariwisata Indonesia

30 October 2026
CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi
Ekbis

CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi

29 October 2026
Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
Next Post
Rayakan HUT ke-26, Bank Mandiri Perkenalkan Kopra by Mandiri dengan Layanan yang Lebih Adaptif dan Solutif

Rayakan HUT ke-26, Bank Mandiri Perkenalkan Kopra by Mandiri dengan Layanan yang Lebih Adaptif dan Solutif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini