Sunday, November 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Harga Gabah Turun tapi Beras Masih Mahal, Ini Penjelasan Bulog

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
3 May 2024
in Ekbis
RI Bakal Impor 2 Juta Ton Beras, Ini Kata Bapanas

Jakarta ,Metapos.id – Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani justru turun 15,58 persen dan harga gabah di tingkat penggilingan anjlok 15,20 persen pada April 2024.

Namun, harga beras di pasar hingga saat ini masih terpantau tinggi alias mahal.

BACA JUGA

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Seperti, pedagang yang memperhitungkan terkait panen selanjutnya yang diprediksi tidak sebaik yang diharapkan.

“Mungkin semua pedagang juga memiliki pengetahuan yang semakin terbuka, dia bisa melihat proyeksi ke depan kira-kira seperti apa,” ujarnya saat ditemui wartawan di Kantor Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan, Jumat, 3 Mei.

“Itu saya kira satu faktor ya, kalau kita sekarang bisa memperkirakan bahwa pada musim yang akan datang mungkin panen tidak sebaik yang diharapkan atau berisiko tidak sebaik yang diharapkan, berarti pedagang juga tahu,” sambungnya.

Tak hanya itu, Bayu juga mengatakan kondisi geopolitik global hingga menguatnya dolar AS terhadap nilai tukar rupiah pun memengruhi sejumlah harga komoditas di dalam negeri.

Saat ini, sambung Bayu, harga komoditas di pasar internasional masih fluktuatif, sehingga berpengaruh besar terhadap pasar lokal.

Dinamika ini menjadi pertimbangan bagi pelaku pasar ritel di Indonesia.

“Pedagang juga tahu itu, jadi tampaknya teman-teman di ritel itu memperhitungkan faktor-faktor tadi. Itu lah sebabnya ke depan saya kira dalam usaha untuk menstabilkan pangan, khususnya beras harus lebih punya lagi kemampuan di ritel ya,” kata Bayu.

Karena itu, Bayu mengatakan, ke depan stabilisasi harga beras akan digenjot melalui ritel.

Bayu meyakini cara tersebut bisa menjadi cara mengintervensi harga beras di pasaran selain bantuan pangan beras.

“Pemerintah juga punya instrumen untuk melakukan intervensi di ritel ya. Jadi kita amankan harga petani jangan sampai mereka menjadi merugi, tapi pada saat yang sama punya intervensi yang non bantuan pangan. Karena bantuan pangan itu adalah untuk kelompok masyarakat yang relatif berpendapatan rendah,” katanya.

Tags: BerasBulogGabahMetapos.id
Previous Post

Sistem Keuangan RI Terjaga di Kuartal I-2024

Next Post

Kadin: Pemerintahan Baru Berpeluang Buat Ekspor RI Semester II Meningkat

Related Posts

Media Gathering Pasar Modal 2026
Ekbis

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

31 October 2026
BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas
Ekbis

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

30 October 2026
Cristiano Ronaldo Kini Koleksi 985 Gol Sepanjang Karier
Ekbis

Konser Andrea Bocelli Dinilai Bisa Dongkrak Pariwisata Indonesia

30 October 2026
CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi
Ekbis

CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi

29 October 2026
Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
Next Post
Kadin dan Asosiasi Siapkan Roadmap Pertambangan untuk Pemerintahan Baru

Kadin: Pemerintahan Baru Berpeluang Buat Ekspor RI Semester II Meningkat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini