Friday, June 19, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Presiden Jokowi: Dunia Sedang Krisis Pangan hingga Sulit Cari Beras

Afizahri by Afizahri
1 March 2024
in Ekbis
Jokowi Restui Hutama Karya Dapat PMN Rp23,85 Triliun

Jakarta,Metapos .id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui, kini kondisi dunia sedang mengalami krisis pangan. Lantas, hal ini menyebabkan Indonesia pun sulit untuk mengimpor beras.

“Dunia sekarang ini sedang mengalami krisis pangan semua negara sangat berhati-hati terhadap pangan,” ujar Jokowi dalam peresmian pabrik Amonium Nitrat di Bontang, Kalimantan Timur, seperti dilihat di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 29 Februari.

BACA JUGA

Harga Pertamax Masih Bertahan, Pemerintah Tunggu Dampak Pembukaan Selat Hormuz

RUPS KSEI Tetapkan Dewan Komisaris Periode 2026–2030

Jokowi menjelaskan, sebelumnya Indonesia masih begitu mudah untuk mengimpor beras. Namun, saat ini kondisi tersebut sangat sulit dilakukan lantaran kondisi dunia yang saat ini memang mengalami krisis pangan.

“Dulu kalau kami impor yang namanya beras, gandum begitu sangat mudahnya kami cari. Sekarang ini semua negara, 22 negara yang biasanya gampang kami beli berasnya sekarang ngerem semuanya. Bahkan, ada yang setop untuk bisa dibeli berasnya,” kata dia.

Oleh karena itu, Jokowi menyebut produktivitas pangan sangat penting. Sehingga, pembangunan pabrik pupuk diperlukan untuk menunjang produksi. Terlebih, saat ini banyak bahan baku pupuk yang masih impor.

Sehingga, Jokowi mengapresiasi pembangunan pabrik pupuk amonia di Kalimantan Timur tersebut.

“Beberapa komponen dan bahan baku pupuk kami masih impor. Sehingga, kemandirian itu menjadi tidak kami miliki. Oleh sebab itu, saya mengapresiasi dan menghargai hargai upaya keras pembangunan industri amonium nitrat ini,” imbuhnya.

Tags: BerasJokowiKrisis panganMetapos.id
Previous Post

Ekonomi Indonesia Sulit Tumbuh 6 Persen, Ini Alasannya

Next Post

Pabrik Amonium Nitrat Senilai Rp1,2 Triliun Beroperasi, Menteri BUMN: Bakal Kurangi 21 Persen Impor

Related Posts

Perkuat Peran Pemda dalam Pengawasan Penyaluran BBM Bersubsidi, BPH Migas Gandeng Kemendagri
Ekbis

Harga Pertamax Masih Bertahan, Pemerintah Tunggu Dampak Pembukaan Selat Hormuz

19 June 2026
RUPS KSEI Tetapkan Dewan Komisaris Periode 2026–2030
Ekbis

RUPS KSEI Tetapkan Dewan Komisaris Periode 2026–2030

19 June 2026
Halal Indo 2026 Siap Digelar, Pemerintah Percepat Industri Halal Nasional
Ekbis

Halal Indo 2026 Siap Digelar, Pemerintah Percepat Industri Halal Nasional

18 June 2026
Harga BBM Naik, AISMOLI Dorong Percepatan Transisi Kendaraan Listrik
Ekbis

Harga BBM Naik, AISMOLI Dorong Percepatan Transisi Kendaraan Listrik

18 June 2026
Alasan Elon Musk Pilih Korea Selatan Ketimbang Taiwan untuk Bisnis AI
Ekbis

Waralaba Carl’s Jr. Bangkrut, Puluhan Restoran Terancam Tutup

18 June 2026
Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli, Sektor Industri China Tetap Bersinar
Ekbis

Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli, Sektor Industri China Tetap Bersinar

17 June 2026
Next Post
Menteri BUMN Erick Thohir Resmi Bubarkan 7 Perusahaan Pelat Merah

Pabrik Amonium Nitrat Senilai Rp1,2 Triliun Beroperasi, Menteri BUMN: Bakal Kurangi 21 Persen Impor

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini