Monday, November 2, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Ekonomi Indonesia Sulit Tumbuh 6 Persen, Ini Alasannya

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
29 February 2024
in Ekbis
RI Berpotensi Raih Rp8.000 Triliun dari Ekonomi Karbon

Jakarta ,Metapos.id – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudi Sadewa mengaku heran mengapa pertumbuhan ekonomi Indonesia sulit untuk tumbuh di atas 5 persen. Padalah, kata dia, pertumbuhan lebih cepat sangat mudah di masa lalu.

Purbaya bilang pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pertumbuan ekonomi Indonesia bisa mendekati 6 persen. Sementara, di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) rata-rata 5 persen.

BACA JUGA

Sidak Koperasi Merah Putih Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Stok Obat Tersedia

Pupuk Indonesia Bangun Pabrik Soda Ash Rp? Bersama Petrokimia dan Rekind

“Itu emang teka-teki kenapa di masa lalu kita tumbuh lebih cepat. Sekarang 5 persen aja syukur. Zaman sebelumnya, SBY tumbuh mendekati 6 persen, rata-rata zaman Pak Jokowi tumbuh mendekati 5 persen, rata-rata enggak turun. Padahal Pak Jokowi bangun infrasatruktur di mana-mana,” katanya dalam CNBC Indonesia Economic Outlook 2024, di Jakarta, Kamis, 29 Februari.

Menurut Purbaya, dengan pembangunan infrastruktur yang lebih masif tersebut seharusnya perkembangan Indonesia bisa lebih cepat.

“Di mana-mana dengan hitungan apapaun harusnya perkemabangan kita lebih cepat. Saya lihat data-data lagi, saya periksa laju pertumbuhan kredit 10 tahun lalu hampir 200 persen lebih sekarang on average 7 persen,” jelasnya.

Dari data tersebut, Purbaya menilai bahwa pemerintah membangun ekonomi sendirian. Terlihat, kata dia, sektor syariah, perbankan, swasta, dan lainnya tidak membantu.

“Tapi itu salah kebijakan pemerintah sendiri, bapak kerja sendirian. Enggak bisa begini pak. Tapi mengubah itu, tidak terlalu mudah. Ini paradigma para pengambil kebijakan moneter itu berlaku juga bagi LPS dan BI (Bank Indonesia),” ucapnya.

Karena itu, menurut Purbaya, sektor financial dan swasta perlu terlibat di dalam pembangunan pertumbuhan ekonomi. Dengan keterlibatan swasta dan finansial, pertumbuhan konsumsi bisa kencang bahkan bisa mencapai 5 hingga 6 persen.

“Kalau itu kita perbaiki ya sudah akan kencang sekali konsumen mungkin bisa 5-6 persen, itu dorong ekonomi. Kedua ada keganjilan di government spending dengan besar-besaran,” katanya.

“Tapi di akhir tahun masih aja enggak terpakai mungkin Rp600 hingga Rp700 juta setiap tahun selama 5 tahun terakhir,” sambungnya.

Menurut Purbaya, hal tersebut terjadi mungkin sulit karena birokrasi. Karena itu, dia menilai pernaikan sumber daya manusia (SDM) perlu dilakukan.

“Itu mungkin agak susah birokrasi, kita perlu naikan SDM. Kalau tidak diperbaikin yah ekonomi 6 hingga 7 persen gampang,” ucapnya.

Tags: Ekonomi IndonesiaLpsMetapos.id
Previous Post

Mulai Besok, LRT Jabodebek Tambah 44 Perjalanan

Next Post

Presiden Jokowi: Dunia Sedang Krisis Pangan hingga Sulit Cari Beras

Related Posts

Sidak Koperasi Merah Putih Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Stok Obat Tersedia
Ekbis

Sidak Koperasi Merah Putih Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Stok Obat Tersedia

2 November 2026
Pupuk Indonesia Bangun Pabrik Soda Ash Rp? Bersama Petrokimia dan Rekind
Ekbis

Pupuk Indonesia Bangun Pabrik Soda Ash Rp? Bersama Petrokimia dan Rekind

2 November 2026
Indonesia SIPF dan SIPC Jalin Kerja Sama Pelindungan Investor
Ekbis

Indonesia SIPF dan SIPC Jalin Kerja Sama Pelindungan Investor

2 November 2026
WeTV Investasi Konten Lokal, Libatkan 10 Ribu Talenta Kreatif
Ekbis

WeTV Investasi Konten Lokal, Libatkan 10 Ribu Talenta Kreatif

2 November 2026
Bukan Sekadar Spin-Off, Sunlife Syariah Resmi Diluncurkan untuk Hadirkan Perlindungan yang Amanah bagi Masyarakat Indonesia
Ekbis

Bukan Sekadar Spin-Off, Sunlife Syariah Resmi Diluncurkan untuk Hadirkan Perlindungan yang Amanah bagi Masyarakat Indonesia

1 November 2026
Media Gathering Pasar Modal 2026
Ekbis

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

31 October 2026
Next Post
Jokowi Restui Hutama Karya Dapat PMN Rp23,85 Triliun

Presiden Jokowi: Dunia Sedang Krisis Pangan hingga Sulit Cari Beras

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini