Saturday, October 31, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Kawasan Ekonomi Khusus Raih Realisasi Investasi Sebesar Rp167,2 Triliun

Afizahri by Afizahri
13 December 2023
in Ekbis
Kawasan Ekonomi Khusus Raih Realisasi Investasi Sebesar Rp167,2 Triliun

default

Jakarta,Metapos.id– Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat. Di tengah resesi global saat ini, beberapa leading indicator riil konsumsi dan investasi masih berada di level optimistis.

Selain itu, neraca perdagangan dan transaksi berjalan saat ini masih surplus, ditambah dengan cadangan devisa yang tetap tinggi.

BACA JUGA

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

Konser Andrea Bocelli Dinilai Bisa Dongkrak Pariwisata Indonesia

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Susiwijono Moegiarso menyampaikan, realisasi investasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) telah mencapai Rp 167,2 triliun.

“Kedua puluh KEK yang beroperasi berhasil mencatatkan kesuksesan dan memberikan kontribusi dengan capaian investasi secara kumulatif hingga triwulan ke IV tahun 2023 sebesar Rp167,2 triliun dan mampu membuka lapangan kerja baru sebanyak 113.038 orang secara kumulatif,” ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu, 13 Desember.

Susiwijono berharap, pengembangannya KEK dapat mampu menopang perekonomian Indonesia, tercermin dari berbagai pencapaian positif KEK mulai dari penerapan hilirisasi, realisasi investasi, hingga penambahan jumlah pelaku usaha dan penyerapan tenaga kerja yang cukup signifikan.

Selain itu, Pemerintah yakin bahwa Indonesia, khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dapat menjadi destinasi dari investasi besar dunia.

“Dengan menguatnya kebijakan yang berlaku di KEK yang menghadirkan kepastian, kejelasan, dan kemudahan implementasi kebijakan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas iklim investasi di KEK dan mendorong semakin banyaknya investor yang masuk ke KEK Indonesia, terutama penanaman modal asing,” ujar Susiwijono.

Salah satunya, KEK Tanjung Kelayang menjadi destinasi pariwisata prioritas dengan pantai pasir putih terbaik di dunia.

Sebagai bagian dari Belitong UNESCO Global Geopark, keunggulan KEK Tanjung Kelayang meliputi aksesibilitas karena terletak di Pulau Belitung, yang secara geografis berada di antara Jakarta dan Singapura dan diincar sebagai target captive market.

Hingga saat ini, KEK Tanjung Kelayang sudah berhasil menarik investasi dengan menghadirkan jaringan hotel internasional yaitu Sheraton Belitung Resort.

Disiapkan sebagai kawasan wisata yang memiliki fasilitas yang berstandar internasional, KEK Tanjung Kelayang diharapkan dapat menarik wisatawan nusantara dan mancanegara, dengan menggarap bisnis pariwisata berbasis keberlanjutan lingkungan.

KEK Tanjung Kelayang telah dipilih sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Menteri pembangunan negara-negara anggota G20.

Sejalan dengan itu, Pemerintah juga mengembangkan sarana hunian pariwisata berbasis hunian lokal di KEK Tanjung Kelayang guna mendorong pariwisata nasional.

Pada kuartal I 2023, Tanjung Kelayang terpilih sebagai lokasi untuk dua pertemuan yang menjadi bagian Keketuaan Indonesia di ASEAN, yaitu HLTF Economic Integration dan HLTF Foreign Affairs.

Setelahnya, KEK ini banyak mendapatkan liputan dari media dengan target market wisatawan mancanegara seperti Expat Living!, Jakarta NOW!, dan Indonesia Expat.

Dan di bulan Juli, Tanjung Kelayang menjadi tempat penyelenggaraan ASEAN Blue Economy Forum, dan sempat didatangi oleh beberapa Kedutaan Besar negara Asing seperti Amerika Serikat dan Swiss.

Tags: Kawasan ekonomi khususMetapos.idRealisasi investasi
Previous Post

Pemerintah Telah Menyiapkan Langkah Strategi Dalam Menjaga Pertumbuhan Ekonomi

Next Post

Sinar Mas Land dan Chandra Asri Group Resmikan Hasil Kerja Sama Pembangunan Jalan Aspal dengan Campuran Sampah Plastik di BSD City

Related Posts

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas
Ekbis

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

30 October 2026
Cristiano Ronaldo Kini Koleksi 985 Gol Sepanjang Karier
Ekbis

Konser Andrea Bocelli Dinilai Bisa Dongkrak Pariwisata Indonesia

30 October 2026
CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi
Ekbis

CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi

29 October 2026
Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia
Ekbis

BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia

28 October 2026
Next Post
Sinar Mas Land dan Chandra Asri Group Resmikan Hasil Kerja Sama Pembangunan Jalan Aspal dengan Campuran Sampah Plastik di BSD City

Sinar Mas Land dan Chandra Asri Group Resmikan Hasil Kerja Sama Pembangunan Jalan Aspal dengan Campuran Sampah Plastik di BSD City

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini